New Marriage

New Marriage
Ingin bersama 2



-Flashback kemarin-


sesaat setelah kael menerima telepon dari mama nya lisa.


huuufff "menghela nafas panjang kael sangat kesal dengan dirinya sendiri mungkin karena terlalu kasar waktu itu dengan istrinya".


kringgg....kringgggg....suara telepon berbunyi


kael! kamu dimana sekarang? Istri sakit masa di tinggal sendiri kamu udah gila ya? Tanya Jeff yang menelfon kael


aku habis dari kantor polisi mengurus penculik yang menyekap istriku dan ini juga aku sudah mau kembali ke rumah sakit "sahutnya"


Iya sudah deh cepatan kemari sekarang tadi suster bilang ke aku kalau istri mu ingin lepas selang infusnya! oke iya jangan pakek nanya lagi, bye! Jeff menutup telepon nya dengan kael.


sementara itu aku


Ruangan VIP


sus, bagaimana apa sudah bisa dilepaskan selang infus saya? tanya ku dengan nada yang samar.


Tunggu sebentar iya saya sudah konfirmasi ke dokter Jeff bentar lagi dokter datang kemari kalau begitu saya permisi kembali ke ruang Perawat.


Hmm baik sus terimakasih


Entah apa yang sedang mengguncang pikiran ku sama sekali aku tidak bisa berpikir dengan jernih! kegundahan hati ku semakin terus mencuat ke permukaan ini, sambil melihat ke arah jendela aku yang seperti ini sungguh sangat menyedihkan. Tapi seketika saat sedang hanyut dalam perasaan ini.


Tiba-tiba.......


suara langkah kaki mendekat ke arah ruangan ku.


krieeettttt klaakkkkkk.... suara pintu terbuka


Hai lisa bagaimana keadaan mu apa sudah membaik ''tanya lelaki yang menguntungkan Jas dokter ini padaku dengan santai seperti sudah mengenal ku saja"


Hmm iya sudah lumayan membaik kok dokter Jawab ku dengan spontan


Okay! Nah lisa saya sudah dengar dari suster disini kalau kamu mau melepaskan infus dan dirawat dirumah hm aku sudah hubungi suami kamu jadi kita tunggu sampai suami kamu datang maka saya bisa melakukan prosedur selanjutnya 'ucap dan lirih dokter itu melihat ku sambil tersenyum tipis'


sedangkan aku sendiri binggung sendiri bagaimana lelaki ini mengenalku, aku yang terang-terangan melihatnya dengan sinis langsung ketahuan oleh dia.


haha haha...


suara tertawa nya sontak membuat ku binggung gumam ku dalam hati, apaan sih nggak jelas banget!


ok, I know that you are confused right now! nah kenalin nama ku Jeff ananta profesi ku seorang dokter spesialis dalam, aku teman kecilnya suami kamu jadi kamu bisa panggil aku Jeff tidak perlu pakai kata dokter.


Jadi kamu teman nya kael? tanyaku dengan memastikan lagi, Yeah kenapa, apa kamu tidak percaya? tanya nya kembali.


Jeon itu memang begitu kadang terlihat dingin dan cuek dan sedikit kasar tapi aslinya baik kok hm sifatnya jadi begitu juga karena ada sebabnya mungkin karena masalalu nya.


Oh iya? "tatapan binggung ku muncul lagi"


aku lagi dan lagi di buat kebingungan oleh dokter ini dan juga aku tidak bertanya tentang dia sama sekali! tidak tau kenapa aku seperti lagi malas mendengar cerita tentang nya. mungkin saja ini efek dari pertengkaran tadi pagi


Tapi mendengar cerita Jeff yang mendeskripsikan karakter kael membuat ku sedikit bertanya dalam hati~


"masalalu yang mana maksud Jeff" Iya kira-kira itulah yang muncul di benak ku.


Karena sedang tidak mood aku mengurungkan niat untuk bertanya, namun seketika......


klakkkkkk....suara pintu terbuka lagi dan ternyata itu kael yang datang, dan melihat nya berkeringat mungkin saja dia berlari dari parkiran kemari.


Jeff"panggil nya dengan terengah-engah, bagaimana yang kamu kata kan di telepon tadi? coba katakan biar aku lebih mengerti"


Hei hei pak suami tenang lah coba tarik nafas dalam lalu buang haha haha melihat kamu yang seperti ini benar-benar lucu "sindir Jeff"


Baik lah karena wali dari pasien sudah datang biar aku jelaskan, melihat keadaan pasien sudah lumayan membaik, hanya terdapat beberapa memar di bagian wajah dan punggung nya, poin yang kedua pasien tidak memiliki cedera yang serius jadi sesuai keinginan pasien untuk rawat jalan maka aku sebagai dokter dan teman yang baik menyetujui nya "lirih Jeff ke kael dengan suara yang tegas"


"Tapi untuk pasien diminta untuk melakukan cek rutin kemari". okey nih silahkan suami tanda tangan persetujuan.


Karena sudah selesai aku akan suruh beberapa perawat untuk up selang infus istrimu" berjalan sambil memegang pundak kael"


5 menit kemudian


aku sudah hubungi orang tua kamu dan katanya mereka mau kemari untuk menjenguk kamu tapi karena kamu ingin pulang aku sudah mengirim pesan untuk papa untuk datang kerumah "nada yang pelan diucapkan nya padaku"


"Hmm terimakasih" sahut ku dengan memandang keluar jendela


Maaf...


"perkataan ku tadi pagi aku harap kamu tidak terlalu memikirkan nya" mungkin setelah kamu sehat bisa dipertimbangkan kembali.


sekilas aku melihat tatapan nya yang begitu cemas tapi mendengar perkataan nya yang menyinggung pertengkaran pagi tadi membuat ku semakin kesal


mood ku yang sedikit membaik tadi seketika berubah


ingin sekali rasanya aku menampar pipinya dan berteriak dengan keras! mungkin dengan begitu perasaan yang kutahan selama ini bisa membaik.


tok...tok...tokk permisi tuan kami mau melepas infus pasien kata perawat itu dengan lembut sambil berjalan ke arahku.


"ya silahkan" lihat lah jawaban nya yang singkat dan dingin itu! siapa pun yang melihat wajah nya sekarang mungkin bisa langsung tau kalau dia sedang menahan marah. Dasar Pria Egois! ucapku dalam hati.