
Tiba-tiba saja suasana di dalam mobil begitu sesak!
Tidak ada suara melainkan keheningan, tidak ada kalimat yang di ucapkan nya
aku harus apa sekarang dada ini terasa sesak sekali dan gaun ini membuat semakin sesak, aku hampir tidak bernafas!
"Tolong... Tolong.... Tolong aku!
"seseorang tolong aku!
" Kumohon tolong aku!
Terdengar suara samar-samar
"Nona... Nona...bangun..."
"Kita sudah sampai di apartment"
barang-barang juga saya sudah di turunkan
" ah! Hampir saja aku mati, bisa-bisa nya tertidur, mimpi buruk yang mengertikan "bisik dalam hati"
"Oh iya pak, terima kasih"
"Dimana suami saya pak?
"Tuan kael sudah turun dari tadi nona, saya di suruh untuk membangun kan nona, mari nona saya antar ke dalam..."
"Tidak perlu pak saya bisa sendiri, sebaiknya bapak pulang saja dan beristirahat ini sudah larut malam"
"Iya sudah, saya permisi dulu nona"
"Iya pak"
"Berjalan masuk kedalam".
Jadi ini tempat tinggal ku dan kael sekarang
benar-benar tempat yang bagus hanya saja terlalu besar untuk kami berdua
"Ya tidak heran juga kenapa apartment ini begitu besar, ini hal yang wajar dia adalah seorang bintang terkenal, bagaimana mungkin bisa tinggal di tempat yang kecil.
sudah lah aku sebaiknya membersihkan badan
lalu segera tidur!
Hari ini melalahkan aku capek.
**********************************************
Kamar Tidur
"Hhmmm, dimana dia? Kenapa aku tidak melihatnya"
"Apa dia, tidak ingin melihatku"
Kruukkkk...Kruukkkk...
kenapa di saat seperti ini, perut ku lapar! aku kedapur dulu,semoga ada yang bisa di makan.
Wahhhhh...
kulkas ini sudah tersedia banyak makanan, apa dia mempersiap kan ini Jauh-jauh hari? "Berfikir keras" Mmmm....
Tidak, semakin lapar jika berfikir terlalu keras, sebaiknya aku makan ini untuk menahan lapar sampai besok pagi.
.
.
.
Hah....aku kenyang!
Kalau sudah begini aku harus tidur, tapi kemana kael, semenjak sampai disini aku tidak kael nya
Mungkin saja dia masih canggung biarkan saja lah, aku sebaiknya tidur "mematikan lampu".
Kreekkkk ....... "suara pintu"
samar-samar aku tidak bisa melihat, mungkin perasaan ku saja.
Pagi hari...
sudah pagi, apakah dia tidak tidur disini semalam?
lalu dia kemana? Tidak ada kabar sama sekali, aku harus bersiap-siap menyiapkan makanan.
Setengah Jam kemudian....
Hufffff.... Akhirnya selesai juga
semoga dia makan, ini pertama kali aku masak untuk nya sebagai seorang istri "sedikit khawatir".
*********************************************
melihat arah jam
"Pukul 14.15"
"sudah siang begini jeon belum pulang juga, sia-sia rasa nya aku masak, aduh Kenapa sih jadi kecewa begini, lagian dia mana perduli!
lisa kamu benar-benar bodoh.
kalau begitu telfon mama dulu! baru sehari rasanya sudah rindu......
Halo ma....
"Halo sayang, bagaimana perasaan mu tinggal di suasana yang baru?
"Hhmmm Lumayan menyenang kan ma, ya walaupun sedikit asing!
"sayang... Itu hal yang wajar karena kamu baru saja menikah lama kelamaan juga terbiasa"
"kalau begitu, lisa tutup dulu telfon nya ma, lisa hari ini mau kemini market untuk beli kebutuhan rumah.
"mama dan papa jaga kesehatan love u "menutup telfon".
.
.
Hari ini aku mau ke mini market dulu, ada beberapa kebutuhan rumah yang kurang.
"sesampai nya di Mini market"
Tidak butuh waktu lama untuk berbelanja karena sebelumnya memang sudah lengkap tapi ada beberapa yang belum ada, jadi ya kubeli saja.
"Melelahkan....."
setelah beberapa putaran akhirnya belanjaan ini lengkap juga.
Mari kita pulang
********************************************
pip...pip... suara mobil.
"Berjalan masuk ke rumah dan meletakan belanjaan".
Tiba-tiba suara langkah kaki menghampiri....
"Dari mana saja kamu" tanya jeon mendadak
"What! seharusnya yang bertanya seperti itu aku, apa-apaan dihari pertama menikah sudah tidak ada" menggerutu dalam hati
"Hhmmm dari mini market" jawabku singkat
"Oh begitu"
"Oh begitu? Jawaban absrud apa itu dasar!"
dia pun yang berjalan ke arah kamar tiba-tiba berhenti
"apa kamu bilang? kamu pikir aku tidak dengar kamu menyelaku barusan"
"Apaan sih kamu salah denger" respon dengan cepat.
"setelah melirik ku sedikit lalu berjalan kembali keatas"
~
Pria ketus, dingin kenapa bisa aku menikah dengan nya ini! memikirkan nya saja membuat kesel setengah mati
~
Matahari terbenam dan sekarang sudah waktunya makan malam.
Dan, tentunya aku sudah menyatakan nya dan sedang menunggu nya turun ke bawah.
Malam itu cukup dingin karena hujan sangat deras
"lama sekali sih! apa di tidak mau makan bersama ya? "berpkir dalam"
"suara langkah kaki mendekat"
trakkkkk.... menarik kursi tepat didepan ku
aku sudah menunda makan karena menunggu nya
begitulah kesan makan malam pertama kami setelah menikah
setelah makan dia kembali ke atas dan aku membersihkan piring dimeja makan
Tidak lama kemudian aku berjalan masuk ke kamar, dia yang duduk di sudut jendela dengan membaca buku begitu menawan
"apa sih yang ku pikir barusan"
saat aku naik ke tempat tidur, tiba-tiba dia berbicara
"aku tau kita menikah karena perjodohan, tapi kuharap kamu tidak mengharapkan cinta semacam nya, karena itu mustahil terjadi"
"Tapi kenapa?" aku yang mendongak kan kepala dan menatapnya bertanya lagi
"Tidak ada alasan untuk CINTA dan aku Tidak Akan MENCINTAI mu sesimpel itu" Jawab jeon padaku dengan nada yang dingin dan sorot mata yang tajam.
"kalau begitu kenapa kamu menerima pernikahan ini" aku pikir kita bisa memulai nya
Seketika dia berdiri dan berjalan mendekat ku
Tiba-tiba tangan nya menekan pipiku dan itu sangat sakit.
"Kamu bodoh atau pura-pura bodoh! aku sudah bilang aku tidak mencintaimu jadi tetap la seperti ini dan jadi lah istri yang tidak banyak mau dan menuntut hal bodoh seperti itu'' ucapnya dengan nada tegas dan marah
mendorong pipiku dengan kuat dan berjalan keluar kamar.
Tap...tap....tap.... kriettttt brakkk!! suara bantingan pintu yang keras
"Hah... Ha... hah... dada ku sesak seketika dan susah bernafas"
mendengar nya berkata seperti itu membuat hatiku sakit tidak tau kenapa tapi benar-benar sakit sampai tanpa sadar aku menangis dengan keras.
.
.
Ma...pa..
"Pria seperti apa yang menikah denganku ini huhu...huhuhu...huuuu" menangis dengan keras
Entah kalimat mana yang membuat ku sampai menangis seperti ini tapi rasanya seperti terjatuh kedalam jurang yang dalam!
~
Malam itu juga sama dengan kemarin
aku menangis sampai tertidur, begitu juga dengan nya yang tidur di ruang kerjanya.
kami sama sekali tidak pernah tidur bersama.
.
.
begitu bangun dan membuka mata aku hanya terpaku diam dengan pikiran yang kosong.
Tidak lama kemudian...
Kringg.. Kringg.. Kringg... Handphone ku berbunyi "siapa yang menelfon ku".
meraih handphone diatas meja
"Ternyata syaira"
"lisa, gimana kabar mu, apa baik-baik saja?
"Iya sya aku baik-baik saja, ada apa kamu menelfon pagi-pagi sekali.
"astaga lisa..."
"apa setelah menjadi pengantin baru kamu lupa kalau hari ini hari pertama kita bekerja"
aku tidak fokus mendengar kan ucapan syaira"
Tapi yang ku dengar dengan samar kalau hari ini hari pertama kami bekerja".
Lisa...
Hallo...
Lisa....
"ah iya sya, aku ingat kalau begitu sampai ketemu di kantor daaaa"
Aku langsung menutup telfon syaira....
Dan bergegas untuk pergi ke kantor, benar juga, mungkin dengan aku bekerja bisa membuat ku lebih tenang.
**********************************************
"Berjalan keluar''
Itu Jeon sedang berbaring di sofa dalam keadaan tidur.
"apa aku harus membangun kan nya?"
"melangkah mendekat secara perlahan"
"Tidak, tidak perlu membangun kan nya"
"aku pergi saja"
Tanpa sadar aku menatap nya yang tertidur dan air mata jatuh dengan sendiri
pembicaraan semalam Masih sangat jelas di kepala ini dan membuat perasaan seketika menjadi kalut kembali"
.
.
biarpun begitu dengan tidak melupakan kewajiban sebagai seorang istri, sebelum pergi, aku tetap siapkan sarapan untuknya....
Sepuluh menit kemudian...
"Selesai juga! Kalau begitu, aku harus segera pergi, bisa-bisa nanti aku terlambat.
"Kamu!"
"Terkejut" itu suara kael sejak kapan dia bangun.
"iya kenapa? Aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu jika sudah bangun segera la sarapan, aku pergi dulu. bergegas pergi"
"Kemana kamu pergi! Ucapnya"
"Aku....Hhmm... Hari ini hari pertama ku bekerja di Perusahaan Entertainment! Aku dan syaira sudah lama di terima oleh perusahaan agensi, kami di kontrak dan di tempat kan di divisi properti para artis. Aku permisi
"Tunggu! Itu perusahaan agensi ku!"
"Ha, apa! Aku terkejut" jadi aku bekerja di perusahaan agensi yang sama dengan dia, bagaimana mungkin"
"Jika ingin bekerja, silahkan tidak masalah, tapi aku mau jika kita bertemu di sana, ingat lah untuk tidak terlalu akrab, jangan membuat ku dalam masalah! Pergi lah".
lagi dan lagi aku tanpa sadar menangis mendengar dia yang selalu berbicara dengan kasar.
Mendengar nya mengatakan itu, secara tidak langsung dia mengatakan untuk berpura-pura tidak mengenal satu sama lain
Haha... Haha.. "Tertawa sinis''.
"Tidak usah khawatir, aku mengerti batasan kamu tenang saja!
"aku tidak akan menjadi istri mu di luar dan tidak akan mengatakan kalau seorang kael adalah suami ku! Anggap saja ini kesepakatan di antara kita "keluar dengan cepat"
deg...deg....deg.... suara jantung yang begitu keras!
Kenapa hati ku sakit sekali....
sepanjang perjalanan pikiran ku kacau sungguh sangat kacau, ironis sekali!
.
.
"Akhirnya aku sampai juga"
"Lisa.....disini! Cepat lah kemari, kita hampir telat karena mu"
"Oh hai sya" teriak ku sambil tertawa kecil
Syaira adalah sahabat yang bisa mengerti aku
sangat beruntung mempunyai sahabat seperti nya!
Tentu saja aku tidak boleh menunjukan wajah sedih ini padanya!
"Sya....maaf sudah membuat mu menunggu "tawa kecil"
"Sudah la, kita harus bergegas pergi sekarang! semangat untuk kita berdua...
"Oke semangat!!
**********************************************