New Marriage

New Marriage
Ingin bersama 1



Tap....tap....tap..."berjalan keluar ruangan".


mengambil telfon "hallo kak chandra, bagaimana dengan perawat khusus yang aku katakan semalam? apa sudah datang? Oh iya sudah,mungkin bentar lagi sampai"ucap kak Chan".


lagian di rumah sakit kan sudah ada suster, untuk apa memanggil perawat khusus lagi?" tanya kak Chan"


"Ah Iya itu karena aku mau ada yang menjaganya di ruangan sampai aku selasai mengurus masalah kemarin"


Baiklah ia sudah kalau begitu, kakak sudah membereskan penculik semalam, kakak tunggu kamu di sini ya. "ujar kak Chan"


"iya kak!"


5 Menit kemudian....


"Selamat pagi Tuan, saya suster was yang dipanggil oleh manajer Chan, tuan bisa panggil saya dengan sebutan bibi was."


ah iya selamat pagi bibi was, mohon bantuan nya untuk membantu istri saya"ucapnya dengan menunduk sedikit".


Iya tuan, baik! tuan tidak perlu sungkan ini sudah menjadi kerjaan saya"ujar bibi was".


Ya sudah bi, kalau begitu saya mau keluar sebentar, tolong jagain istri saya, sekalian antarkan makan nya ya bi.


baik tuan, ada lagi yang perlu saya bantu?"tanya bibi lagi".


Oh iya bi, diatas meja ada obat yang diresepkan dokter semalam jangan lupa kasih juga ya bi"berbicara dengan nada yang pelan".


Baik tuan....


Tapi tuan, Anda mau kemana pagi-pagi begini?"tanya bibi".


Hmm, saya ada urusan yang harus diselesaikan sebentar, tidak memakan waktu yang lama, nanti kalau istri saya tanya, bilang saja seperti yang saya katakan ke bibi"pungkas Jeon".


"siap tuan siap.... hati-hati dijalan tuan".


........................ ........................ ........................


~Ruangan VIP~


Beberapa saat setelah kael Pergi.


krieeettttttt......."suara pintu terbuka".


selamat pagi nona...


"saya suster was, tapi biasa dipanggil bibi was, perawat yang dipanggil tuan..."


"hmmm ini nona saya bawakan sarapan dan obat yang dipesankan tuan tadi ke bibi sebelum pergi" berjalan dan meletakan di atas meja.


Iya bi, terimakasih


tapi suami saya ada dimana bi?"tanyaku pelan".


oh tuan sedang keluar ada urusan yang harus diselesaikan non,tidak lama hanya sebentar tadi tuan bilang ke saya begitu."


begitu ya bi, ya sudah bi, saya mau istirahat lagi, saya lagi tidak nafsu makan,"sahutku dengan pelan".


Tapi nona, tadi tuan bilang saya harus memastikan nona makan dan minum obat"kata bibi dengan suara getir".


Tidak apa-apa bi, saya mau istirahat sebentar saja, setelah itu saya makan"sambil merenggangkan badan dengan pelan ke kasur".


baik lah non, tapi tolong dimakan ya non supaya nona cepat sehat"ucap bibi dengan lembut".


Iya bibi, hm bi tolong nanti setelah cairan infus saya habis, saya minta dilepas saja ya, sampaikan ke dokter atau perawat nya"sahutku dengan nada yang sangat pelan dan menutup mata seketika".


Baik nona


tap....tapp...tap..."bibi was pun akhirnya pergi dan berjaga di depan ruangan".


tidak tau apa yang sekarang sedang benar-benar kurasakan tapi yang jelas aku lagi tidak ingin mendengar suara apapun itu...


suara kael yang mengatakan ingin berpisah masih menggema ditelinga ku, sangat terdengar dengan jelas dan tersimpan disudut memori ku...


............................................................................


Disaat yang bersamaan"Luar ruangan".


kringgg.... kringgg....."suara telpon berbunyi".


"iya hallo ini siapa?"ucap bibi was".


"Hallo bi, ini saya Jeon tadi saya meminta nomor bibi ke manajer Chan..


"bi bagaimana apa istri saya sudah makan dan minum obat?"tanya kael".


"Oh iya tuan, maaf tuan bibi tadi sudah antarkan makanan dan obat yang tuan pesan tapi nona bilang lagi tidak nafsu makan tuan, nona juga bilang ingin istirahat" sahut bibi"


begitu ya bi, hmm iya sudah bibi was saya juga bentar lagi pulang biar kan saja istri saya istirahat nanti saya sendiri yang urus, kalau bibi mau pulang juga tidak apa-apa" pungkas kael".


"baik tuan, tapi tuan tadi nona pesan kalau infusnya habis ingin dilepas tuan, bagaimana tuan?"tanya bibi was".


Begitu ya bi, ya sudah bi biar saya saja nanti yang urus ''ujar kael" Baik lah Tuan"Telpon tertutup".


.............................................................................


"Disisi lain". kantor polisi


kak Chan, bagaimana apa pelakunya sudah bilang siapa dalangnya?"tanya kael".


iya sudah, dia bilang yang menyuruh rekan kerjanya dan juga rekan kerja kamu"ujar kak Chan".


hufff"sialann! siapa yang berani-berani".


aku tidak akan kasih ampun ke mereka sama sekali"pungkas kael dengan memukul meja".


Jadi dimana sekarang pelakunya!" tanya kael dengan nada emosi".


"Tenang lah kamu marah begini tidak akan menyelesaikan masalah, pelakunya ada didalam ruangan ini" sahut kak Chan


tap...tap...."brakkk! suara keras bantingan pintu".


Dasar Brengsek! berani sekali kamu menyentuh istriku!" menarik kerah baju dan memukul dengan keras si pelaku"


"Jeon, tenang la! Jeon!" teriak kak Chan


"Lepaskan kak, biar aku kasih pelajaran si brengsekkk ini" ucap kael dengan penuh emosi"


"tenang lah kael! kalau kamu terus seperti ini bisa-bisa dia mati! kamu pulang lah,jaga istrimu biar orang-orang ini kakak yang urus''ujar kak chan''! .....


"hah, sial" berjalan keluar ruangan


Hei kaell! dasar tenangkan dirimu!" teriak kak chan dari ruangan"


sementara itu kael yang berjalan menuju mobil tiba-tiba mendapat telepon dari orang tuanya Lisa.


takkkkk...."suara pintu mobil".


"Hallo nak kael, mama dengar Lisa diculik dan disekap bagaimana keadaan nya"tanya mama Lisa dengan panik"..


"Iya ma, mama tenang dulu ya ma, Lisa baik-baik saja, dokter sudah periksa dan hanya sedikit memar tapi bisa sembuh dan hilang, Lisa sekarang sedang dirawat di rumah sakit, dan juga saya sudah urus penculik nya sekarang sedang berada di kantor polisi, jadi mama tidak usah khawatir ya ma"ucap kael dengan tegang".


"Ya Tuhan, syukur lah"suara tangis mama lisa


"mama sangat khawatir begitu dengar kabar dari papanya Lisa...."


"Iya ma, kael tadi ingin langsung bilang ke mama tapi karena mama sedang keluar jadi saya sampaikan ke papa."


"mama dan papa akan datang ke rumah sakit, mama ingin lihat langsung keadaan Lisa anak mama"kata mama dengan cemas".


iya ma..."sahut kael dengan pelan".


Telpon pun terputus, seketika kael yang seorang pria dingin dan tidak pernah memikirkan perasaan orang-orang mulai gelisah dan khawatir.....