
Sepanjang hari kael amburadul menangani semua kerjaan nya, fokus nya hanya pada lisa sang istri yang mencium bibir nya dengan sangat tiba.
beberapa rapat penting di tunda oleh direktur kael yang satu ini dengan alasan yang tidak jelas...
para karyawan mulai resah melihat tingkah direktur baru itu...
lalu munculah mantan manajer nya yaitu kak chan yang sudah mulai bekerja hari itu juga, sama dengan kerjaan nya waktu itu, kak Chan juga menjadi asisten direktur utama yang selalu mengikuti kael kemana pun...
jam makan siang
tap...tap...tap....
suara kaki yang tergesa-gesa menghampiri direktur utama
"kael, kamu udah tidak waras ya menunda semua rapat dengan alasan tidak jelas" tutur kak chan pada kael
"kalau kamu gini dihari pertama menjabat sebagai direktur bisa-bisa kamu di protes sama para direksi" ucap kak chan sekali lagi
"kamu dengar tidak kael?" ucap kak chan membuat kael tersentak
"apaan sih kak, kamu ini di gaji bukan buat ngedumel disini aku lagi tidak konsen" sahut kael mengernyitkan dahi
"kamu kenapa? ribut lagi sama istri mu!" tanya kak Chan
"bukan, lagi kurang fit aja" sahut kael dengan alasan
"iya sudah terserah kamu saja El, yang jelas kak sebagai manajer yang sudah mengingatkan kamu" ucap kak chan berlalu meninggalkan ruangan
"oh iya kael, mengenai orang yang menculik istrimu sudah mengatakan siapa uang menyuruh nya!" lontar kak Chan memberi informasi dengan serius
"siapa dia!" dengan tiba emosi mendidih
"tenang lah, orang itu komplotan teman kerja istrimu namanya riani! motifnya dia suka dengan mu dan membenci lisa istri mu"
"bagaimana apa sudah di bereskan!!" ketus dingin kael
"sudah kamu tenang saja mereka sudah aku atur untuk di pecat semua nya tanpa tersisa, dan juga menahan semua perusahaan yang ingin berani mempekerjakan mereka" ucap kak chan dengan senyum tipis
"bagus kak! kalau bisa jangan biarkan mereka semua lolos dan merasakan akibat nya berani macam-macam!" ujar kael dengan mengepal tangan nya
"oh iya satu lagi yang harus kamu tau, ternyata Jessi juga ikut andil dalam kejadian itu, kata informan Jessi yang mendanai dengan jumlah besar! untuk ini bagaimana kamu akan mengurus nya?" tanya kak Chan
sontak jeon yang mendengar itu membuat nya makin mendidih darah nya.
"kasih pelajaran, cabut semua iklan dan kontrak di semua perusahaan yang mengontrak dia! ini perintah! tekan semau perusahaan itu" pungkas kael dengan tatapan kejam
"baiklah, kalau gitu aku permisi" tutur kak chan
.
.
suasana ruangan kael tampak suram sekali, seperti ada petir di siang bolong
"akh! siaall!" umpat kael menepuk dahi nya
waktu berjalan dengan sangat cepat jam pulang pun kunjung datang, membuat kael semakin tidak karuan banyak hal yang membuatnya kesal hari ini
saat berjalan pulang tiba-tiba saja ada seorang perempuan tampak terlihat tua beberapa tahun dari nya berlari memeluk kael dari belakang.
Lobby
brukkk....
"El, apa kabar? sudah lama tidak bertemu" ucap wanita itu sembari memeluk kael dari belakang
"untuk apa kamu kemari!" ujar kael dengan dingin
"aku rindu padamu el" ucap wanita itu
"lepaskan! aku bilang lepas! teriak kael pada wanita itu
saat bersamaan lisa ternyata melihat adegan itu dan berjalan mendekati mereka...
"Lisa? sapaa kael dengan panik dengan melepaskan tangan wanita itu yang memeluknya
"kamu kenapa kemari, ini sudah malam" tanya kael memandang lisa
"a-ah aku kebetulan mampir, tidak sengaja lihat kamu disini" ujar lisa melirik ke arah wanita itu
"kamu jangan mikir yang aneh-aneh, aku tidak ada apa-apa dengan nya" ucap kael menjelaskan
"ayok naik ke mobil kita pulang" memegang pundak lisa
seketika.....
"kael! teriak wanita itu
"kael siapa wanita ini, kenapa dia ikut ke mobilmu! apa kamu lupa dengan ku, kenapa diam saja" Tutur wanita ini kasar
"Eh kamu! wanita jalanng siapa kamu!" teriak nya lagi
"Diamm!!" teriak kael
"kenapa kamu marah, aku ini kekasih mu saat kuliah dulu, aku hanya pergi meninggalkan mu, kenapa kamu jadi begini" ucap wanita itu lagi
"aku memang dulu punya hubungan khusus dengan mu tapi itu dulu, ingat la kamu yang tinggalkan aku demi pria lain, jadi jangan datang lagi dengan tidak tau malu!" tutur kael dengan nada penekanan
"Tidak kael, itu...waktu itu aku dipaksa dia" menjawab dengan gugup
"Cukup sera!! aku tidak ada hubungan lagi dengan mu ingat itu! jangan muncul lagi dihadapan ku" ucap kael
wanita itu yang geram melihat kael bicara kasar pada nya dan hanya memegang wanita yang disamping nya, seketika memaki lisa
"dasar wanita jalanng! siapa kamu! berani nya menggoda priaku! teriak wanita itu
Lisa yang mendengar awal nya tidak ingin ikut campur tetapi mendengar wanita itu terus memaki nya dia tidak segan lagi.
"aku rasa kamu itu yang datang mengganggu" tutur lisa
"diam kamu jalanng!" teriak wanita itu lagi
berjalan mendekati wanita itu dan tiba-tiba....
Plaaakkk....
"tutup mulut mu, sekali lagi kamu berteriak di kantor suami ku dan mengataiku jalanng aku tidak akan segan mengusir mu!" ucap Lisa dengan tatapan sinis
"ka-kamu berani nya menampar ku perempuan jalanng!" sahut wanita itu
"kalau hanya sekedar tamparan mungkin itu masih peringatan, jangan coba-coba mendekati suami ku atau pun memeluk nya dengan sembarang!" ucap lisa menyempit kan kedua matanya
"dan lagi kalau memang kamu dulu kekasih suami ku, aku ucapkan terima kasih telah meninggal kan nya karena aku rasa kamu tidak pantas untuk suami ku"
"dasar jalanng, ingat aku meninggalkan nya makanya dia bisa menikah dengan mu!" teriak wanita itu tertawa sinis
"Tutup mulut mu sera!" bentak kael yang berdiri di belakang lisa
"kamu benar tapi juga salah, kalau pun kamu tidak meninggalkan nya, aku tetap akan menikah dengan nya! karena konglomerat hanya bisa menikah dengan sejenis nya! ucap pedas lisa menarik tangan kael dan berjalan kearah mobil.
kael dan lisa sudah masuk kedalam mobil sedangkan wanita itu teriak memaki dan memanggil nama kael terus menerus....
ctakk...brummmmmm....brummmmm ....
mobil melaju dengan cepat, mereka berdua pergi meninggalkan wanita itu sendiri....
~
sementara itu suasana di dalam mobil
"kamu jangan salah paham" ucap kael
"tidak kok, aku bisa mengerti" jawab lisa melamun
"aku benar-benar sudah melupakan nya, dan tidak sengaja tadi bertemu di parkiran" jelaskan kael lagi
"hmm iya kael, aku tidak apa-apa" sahut lisa
suasana sepanjang perjalanan pulang terasa dingin, jarak yang mulai di bangun itu tiba-tiba menjauh lagi..
.
.
Next