
Lanjutan kemarin malam...
Suasana hening yang begitu ambigu sangat membuatku gila!
Dia bertanya aku kenapa! setelah menggila dengan menjawab semua pertanyaan nya dia malah diam tanpa kata!
.
.
Baiklah! "ucapku tegas"
"Aku rasa semua sudah jelas aku katakan, dengan hanya melihat respon mu yang begitu sangat menjengkelkan" ketus ku dengan nyaring"
"Tadi saat di rumah sakit kamu bilang sebaiknya kita bercerai? setelah semua yang aku lalui dengan berpikir kalau kamu mungkin saja sedang kebingungan sampai berpikir harus bercerai! "menangis pelan"
"Tapi ternyata aku yang salah! dengan berpikir mengabaikan kalimat cerai tadi bisa membuat hubungan kita kedepan baik, ternyata salah!
"Baiklah, silahkan kita sudahi saja pernikahan sial ini"teriak ku keras"
berjalan menuju naik ke atas
tiba-tiba
Lisa, tunggu! teriak kael berjalan mendekat kearah ku
"kami bertanya kenapa aku terima pernikahan ini?"sahutnya
"aku pikir jawaban untuk pertanyaan ini sudah aku katakan di awal, aku hanya ingin menuruti keinginan orang tuaku! dan aku rasa kamu juga tau".
"kenapa aku tiba-tiba baik, mengatakan ingin memulai hubungan baru suami istri? untuk pernyataan ini aku tidak bohong sama sekali"sahutnya dengan pelan"
"hah"menghela nafas panjang
"maafkan aku lisa"
"aku benar-benar minta maaf"
"aku pikir dengan kita bercerai kamu bisa hidup dengan normal, mencintai pria dengan normal tanpa harus merasa seperti ini"
"Mungkin dengan berpisah kamu pasti tidak akan merasakan ketakutan atau bahkan sampai mengalami kejadian kemarin"
memandang lisa dengan rasa ketakutan yang dalam, seolah-olah kedua matanya mengatakan aku melakukan ini untuk kebaikan mu....
"melihat mu menderita karena aku, sungguh bukan keinginan ku lisa"berkata dengan mata berkaca-kaca"
"baiklah aku tidak akan memaksa mu untuk bercerai tapi kalau kamu mau kapan pun itu , aku siap kalau kamu tinggalkan"
melihat kael mengatakan semua isi hatinya sangat membuat ku merasa bersalah, aku pun menangis dengan sangat keras, kael dengan rasa bersalah yang dalam memeluk ku dengan gemetar....
"maafkan aku membuat mu menangis"ucapnya dengan menepuk pelan pundak ku.
.
.
setelah 2 jam aku menangis akhirnya jeon mengangkat ku kembali ke kamar
tanpa mengatakan sepatah kata dia duduk diam disamping kasur dengan tatapan kosong
.
.
"aku tidak mau bercerai!!"ketus ku dengan nya"
"aku ngantuk kamu bisa pergi"ucapku sambil membalikkan badan
seketika membelai kepalaku "iya aku harap kamu tidak menyesal" sahutnya pelan.
"aku tidak menyesal" jawabku sambil melihat nya.
sambil tersenyum kael berkata "hmm aku suka kamu lisa"
"kenapa tiba-tiba?"tanyaku dengan binggung"
"aku suka kamu karena aku mau" katanya dengan mencium kening ku
"maaf sudah membuat mu menangis bahkan mengajukan cerai setelah kejadian yang menimpamu, sungguh aku minta maaf lisa"
"kamu bilang menyukai ku kan? jauh sebelum kamu menyukai ku, aku sudah dulu menyukai mu kae" kataku dengan pelan.
"hm iya lisa aku tau itu"sahutnya"
"sekarang kamu tidur aku tau kamu pasti lelah nangis cukup lama, kalau ada yang ingin kamu bahas, katakan lah besok! Pasien tidak baik tidur terlalu lama"
"balasku dengan senyum".
.
.
setelah itu aku tertidur dengan lelap tidak tau apa yang akan terjadi kalau aku terlelap tanpa sadar.
.
.
🍂