New Marriage

New Marriage
Ingin bersama 3



Setelah Perbicangan yang canggung di rumah sakit, akhirnya aku dan suami ku pulang tetapi sepanjang perjalanan seperti sebelumnya hanya ada keheningan.


Tetapi setibanya di rumah...


klakkk....membuka kan pintu mobil


Pria ini tanpa sepatah kata langsung melepaskan seatbelt dan mengendong ku masuk kedalam rumah!


"Kamu tidak perlu sampai mengendong ku karena aku masih bisa berjalan sendiri Turun kan aku! ucapku dengan nada yang ketus.


"Diam la! mana mungkin seorang suami membiarkan istrinya berjalan sendiri!" berjalan terus menaiki tangga


"Dasar Pria dingin! lontar ku dalam hati"


setelah sampai kamar dia meletakkan ku dengan pelan di atas tempat tidur.


lalu......


"beristirahat la, aku masih ada kerjaan".


"Emm iya" sahutku dengan singkat


lalu dia meninggal kan kamar, akupun yang masih merasa pusing tertidur pulas


Entah berapa jam aku tertidur tanpa sadar ketika aku bangun orang tua ku dan Jeon sudah berkumpul di kamar dengan menatap ku.


Ah mama papa membuat terkejut saja sejak kapan disini kenapa tidak membangun kan lisa.


"Lisa anak mama,kok bisa kamu sampai begini siapa yang tega berbuat gini ke kamu? ucap mama sambil memeluk ku.


"iya Lisa mendengar kabar kamu dari jeon benar-benar membuat mama dan papa mertua terkejut" sahut mama kael dengan tatapan sedih.


Melihat mereka mengkhawatirkan ku membuat ku tidak tahan dan seketika menangis tersedu-sedu! tentu saja ini membuat mereka bingung.


"kenapa kamu menangis Lisa? tanya mama kebingungan


mendengar mama bertanya kenapa aku menangis,semakin membuat ku menangis entah kenapa rasanya semua beban di hatiku sedang meluap dengan kecepatan tinggi! mama pun langsung memeluk ku dengan lembut.


ketika aku melihat ke arah luar ternyata kael sedang berdiri disudut pintu, aku pun langsung berhenti menangis.


Papa jeon dan papaku tidak mengatakan apapun mereka hanya melihat ku tapi terlihat jelas dari raut wajah mereka yang begitu mencemaskan keadaan ku.


"Lisa tidak apa-apa ma,pa! lisa hanya merasa sedih melihat papa dan mama cemas karena Lisa" sahutku dengan pelan


"iya sudah kamu istirahat lagi, mama dan papa mau berbicara dengan suami kamu setelah itu pulang, kamu harus jaga kesehatan ya, mama akan sering berkunjung kemari"kata mama sambil mengelus rambut ku, begitu juga dengan mama nya kael".


mereka pun meninggalkan kamarku seketika aku langsung menangis kembali.


Disaat yang bersamaan


"Ruang Tamu"


"Jeon, bagaimana istri mu bisa terluka seperti ini?"tanya papa kael".


"ini karena aku kurang berhati-hati pa, sahutnya dengan pelan dan menundukkan kepalanya.


"Nak kalau begini papa dan mama tidak enak dengan mertua kamu, anak perempuan yang sudah mereka titipkan ke kamu untuk dijaga sampai terluka"sahut mama kael".


"sudah la besan tidak perlu memarahi nak jeon, ini juga kejadian tidak terduga dan memang sedikit di sayangkan! saya sebagai papa nya Lisa hanya berharap agar kedepannya tidak terulang kembali".


"Maaf kan saya pa,ma kedepan nya saya lebih berhati-hati'kataku pada mereka'.


"Iya sudah kalau begitu kami pulang dulu lain kali kita bertemu lagi''


"Tuan Yun , hati-hati dijalan , mohon dimaafkan kelalaian anak saya'' tutur ayah kael''


"Iya tidak masalah"


setelah orang tuaku Lisa pergi, papa kael langsung memberikan peringatan lagi ke kael.


"kael papa mau kamu meneruskan perusahaan papa dan ayah mertua kamu yang sudah bergabung, kamu sudah berjanji kan kalau mau meneruskan nya!"pungkas papa kael dengan tegas"


"Iya pa aku sudah suruh kak chan untuk mengurus kemunduran ku dari entertainment" sahutnya dengan tersenyum tipis".


"Bagus, papa tunggu kamu Minggu depan di rapat dewan direksi dan bersiap la untuk itu.


"Papa dan mama pulang dulu, jaga Istrimu dengan baik''berjalan ke arah pintu.


tap...tap..tap... tiba-tiba papa berhenti


setelah semuanya pergi kael yang duduk di ruang tamu dengan cahaya lampu yang redup.


malam itu pun saat aku turun kebawah untuk mengambil minum melihat dia yang melamun di ruangan yang redup.


tap...tap...tap.... suara langkah kaki ku yang turun dari tangga.


Kupikir dia akan melihat ku saat turun tapi dia terus melamun dan terhanyut dalam diam.


aku yang melihat terus berjalan dan mengambil minum.


Tapi seketika.....


sosok nya yang duduk di sana sudah berdiri dibelakang ku.


Brakkk.....suara punggung ku yang menabrak lemari belakang.


"kenapa kamu berdiri disini mau buat aku mati serangan jantung iya! kataku dengan keras.


"kenapa diam saja? tanya ku sekali lagi.


"Hah! menyingkir la kamu Menghalangi jalan ku


Entah apa yang ada dalam kepalanya sampai diam saja tanpa respon,membuat ku semakin kesal.


settt......tangan ku mendorong nya kebelakang! lalu aku membalikan badan.


Tetapi.....


"kenapa kamu menangis tadi? "ucapnya tiba-tiba''


"bukan urusan mu! kamu tidak perlu tau apa dan kenapa aku menangis!"sahutku dengan ketus.


drappp....drappp....suara langkah kakinya mendekat dan menarik tangan ku


"katakan kenapa!


"aku sudah bilang bukan urusan kamu!


"aku bilang kenapa!"teriak nya dengan keras".


"deg..deg..deg...sontak aku terkejut tatapan matanya yang kesal dan binggung itu sangat tajam.


"sakit! lepaskan tangan ku! aku bilang lepaskan tanganku "balas ku dengan teriakan'' dia pun melepaskan tanganku.


"aku sudah bilangkan ini bukan urusan mu!


"ini urusan ku!"sahutnya". katakan kenapa! Teriaknya sekali lagi.


"Ini semua karena kamu! kamu! kamu! hah..hah.."teriak ku dengan keras".


"dari awal aku sudah menolak menikah denganmu! tapi kenapa, kenapa kamu dengan tanpa berpikir panjang lagi setuju dengan pernikahan ini! kataku dengan pelan sambil melirik kearahnya.


"Jawab aku kael! dengan kamu yang diam dan setuju saat itu aku tidak bisa membantah orang tuaku! dan....


"karena menikah dengan mu aku yang tidak pernah pacaran dan mencintai pria mana pun harus menikah dengan mu yang dingin ini! "Teriakku dengan keras sambil menangis".


hiks...hiks...hiksss....


"karena menikah dengan mu aku harus melepas masa-masa dimana aku harus merasakan cinta dari pria yang Kusuka!


Tapi... hiks..hikksss


"Ta...tapi kamu dengan gampang nya saat dimalam pernikahan berkata kalau terpaksa menikah dengan ku!


"dan disaat beberapa waktu yang lalu kamu bersikap baik padaku dan berkata akan memulai kehidupan baru suami istri."


"saat itu aku mendengar itu aku mulai membuka hati ku untuk mu dan belajar mencintai mu! Tapi kenapa?!!


"setelah mengatakan itu semua kenapa dengan mudah kamu bilang Ingin BERCERAI!!! Kenapa Jawab aku hiksss...Hikss...Hikss...


"kenapa kamu diam saja, kamu tadi bertanya dan aku sudah menjawab! katakan la kenapa!


huhu...huhuu...huhuuuu.... aku yang berteriak keras dan menangis mengeluarkan semua nya dia hanya diam tanpa kata.


Next......


🥀