
kael yang merasa bersalah berjalan pelan mendekati Lisa, sang istri yang dinikahinya dengan kebencian.
krieeetttt....."suara tarikan kursi".
dengan wajah yang begitu cemas kael menatap Lisa yang lemah tak berdaya bagikan gumpalan pasir jika digenggam terlalu erat akan hilang...
"maafkan aku, sungguh aku minta maaf huhu huhu huhu"Isak tangisan kael yang samar ku dengar dari telinga ku".
"aku harus bagaimana lisa , aku benar-benar tidak bisa seperti ini"sambil memegang tanganku"
"baru saja aku ingin membangun hubungan yang layak sebagai suami istri tapi kenapa harus ada kejadian yang seperti ini "ucapnya dengan nada yang getir"
"aku ingin sekali menjawab semua ucapan yang diutarakan nya padaku, akan tapi aku sendiri tidak sanggup membuka mataku dan mengeluarkan suara"
begitulah malam itu juga berlalu dengan keheningan, dia yang memegang tangan ku sambil tertidur dan menjagaku, membuat hatiku semakin bertambah menyukai, jelas saja bohong kalau aku bilang tidak membencinya, karena awal Kemalang ku dimulai saat aku sudah menyandang status istri bersama nya
.
.
Pagi Hari🍂
saat aku membuka mata, sosok pertama yang ku lihat adalah dia, iyaa dia kael suamiku.
"Akhhhh"teriak ku merintih kesakitan".
sontak dia langsung terbangun dan terkejut bertanya aku kenapa".
"Lisa,ada apa? dimana yang sakit? katakan pada ku, tunggu sebentar aku akan. menelfon Jeff kemari "merabah saku mencari handphone".
"Aku tidak apa-apa, kamu tenang lah, aku sudah baik-baik saja, tadi aku ingin bangun pelan agar tidak membangun kan mu, tapi badan ku cukup sakit digerakkan "ucapku dengan pelan dan tersenyum kecil"
Hah! brukkkk"tersungkur dilantai"
"aku ini buruk sekali ya? "tanya nya dengan nada pelan"
"jelas-jelas semua ini terjadi karena aku, maafkan aku yang seperti ini Lisa."
"tenang lah, aku benar-benar tidak apa-apa kamu tidak perlu merasa bersalah" ucapku padanya"
seketika suasana hening, kael yang menunduk dengan kedua tangan yang memegang kepalanya, tidak tau apa yang sedang dipikirkan nya...
"Mari kita berpisah saja.. ucapnya padaku"
"Lebih baik begitu setelah kamu sembuh mari kita berpisah saja"
"Tapi kenapa? apa kamu serius dengan ucapan mu?"tanyaku dengan terkejut"
"Iya Lisa,aku serius dan sangat serius! aku benar-benar tidak bisa menepatkan mu dalam bahaya seperti ini, dan terus membuat mu menderita karena ku, aku harap kamu bisa setuju dengan saranku ini".
"Hah...Haha haha "sontak aku tertawa tapi juga menangis, tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan ku saat ini".
aku yang mendengar ucapan nya benar-benar merasakan jatuh dalam jurang yang sangat dalam, seharusnya aku senang atau aku bahagia dan bersyukur dengan perceraian yang dia ajukan padaku?
melihat awal pernikahan kami yang penuh penderita membuat ku ingin mempertimbangkan nya, akan tetapi....
"kenapa, kenapa disaat hubungan kami mulai membaik, hal ini terjadi , kenapa!
kapan ya kapan? perasaan ini muncul? dimulai dari kapan perasaan yang tidak tau tempat ini muncul, akhhhhhhhh". teriak ku dengan keras".
"Keluar! Kumohon Keluar dari ruangan ini" ucapku dengan suara yang bergetar padanya"
"Lisa....tenang la kamu baru saja sadar , aku tau kamu terkejut dengan ucapan ku aku tidak akan memaksa mu untuk setuju, tapi tolong pikirkan sekali lagi, apakah kamu merasa bisa bahagia kalau terus bersama ku."
"kalau kamu butuh sesuatu katakan saja, aku sudah memanggil perawat khusus untuk membantu kamu" melangkah keluar
aku yang terus menerus memikirkan kan ucap nya benar-benar menangis sampai kehilangan akal....
.
.
.
.
.
🥀