
Rumah suji
Tok... tok... tok... "Mengetuk pintu"
Tidak lama kemudian suji membuka pintu, dengan sedih dan hati hancur aku spontan memeluk suji...
"lisa kamu kenapa? malam-malam begini kamu dari mana aja dan lagi kenapa kamu menangis "sudah masuk dulu"
Masuk kedalam...
Beberapa menit kemudian, setelah amarah di hati ini redah aku langsung menceritakan semua nya kesuji.
Aku menceritakan aku menikah dan kejadian malam ini.
"suji sebenarnya ada hal yang ingin aku cerita kan ke kamu! Tapi aku mau kamu merahasia kan ini "memegang tangan suji"
"Lisa kamu tenang aja,aku pasti merahasiakan semua nya asal kamu tidak sedih lagi"
"sebenar nya sudah menikah! "Ucapkuu"
"What! "Suji terkejut"
"Kamu kapan menikahnya?"
"Iya, sebelum aku kerja di perusahaan aku udah menikah dan mungkin kamu juga lebih tidak percaya kalau aku di jodohkan dengan kael!"
"Kamu serius? Kamu benar-benar istri Jeon yang di rahasia kan di publik? "Tanya suji"
"Iya, aku juga sebenarnya sebelum menikah merasa tidak percaya, tapi orang tua aku dan dia sudah lama berteman dan memutuskan untuk menikahkan kami berdua."
Memeluk lisa dengan cepat!
"Kamu kenapa gak cerita dari awal ke aku, kalau begini kamu jadi merasa tertekan sendiri mulai sekarang kamu harus cerita ke aku!"
"Lalu kenapa kamu bekerja di agensi yang di mana kael bekerja? "Tanya suji"
"Aku juga di awal tidak tau kalau dia artis dari perusahaan kita, semenjak bekerja di hari pertama saat kita turun ke lokasi syuting disitu aku baru tau kalau dia bergabung di agensi kita "pungkaskuu"
"Semenjak hari itu, setiba di rumah kael marah ke aku karena merasa cemas kalau aku bahkal hancurkan reputasi nya dan merasa terganggu"
"dia juga bilang kalau di lokasi syuting kita harus berpura-pura tidak mengenal satu sama lain sementara itu kak chan yang menjadi manager nya tidak setujuh tapi mau gimana lagi, aku juga tidak mau melibatkan dia dalam masalah dan menjadi sorotan banyak orang "tiba-tiba sedih"
"Yaampun! Lisa hati kamu ini terbuat dari apa sampai sesabar ini? Dan di lokasi syuting kemarin Jessi terlihat menggoda Jeon kamu juga gak merasa sakit hati? "Marahh"
"Hah! Mau marah juga sama saja kan dan kejadian hari ini aku udah ceritakan ke kamu, Jadi aku merasa canggung untuk pulang kerumah"
"Kalau gitu kamu menginap saja disini jangan terlalu kamu pikirkan lagi. Oke!
.
.
Disisi lain aku merasa lega karena suji sudah tau dan disisi lain aku juga menghawatir kan Jeon, haiss sudah la aku merasa pusing memikirkan nya "tertidur"
.
.
Keesokan hari nya..
Kringgg... Kringgg... Kringgg "tebak ini kali pertama dia menelfon ku begitu banyak"
Tapi aku lagi gak mood hari ini bicara dengan dia.
"Lisaa.. cepatannnn! Nanti kita telat ke kantor "teriak suji"
"Tapi gimana dengan mobil ini? "Tanya kuu"
"Iya kita naik ini saja kerja "ucap suji"
"Tapi kan aku biasanya naik bus ke kantor dan lagi orang-orang kantor tau nya aku orang biasa tidak punya mobil "merasa binggung"
"Oh iya dan satu lagi"
"Mereka juga belum tau kalo kamu anak salah satu pengusaha kaya di kota ini kan! Seorang anak konglomerat, apa yang harus di cemaskan ! Berhenti merasa tidak enak! Udah ayok nanti kita telat! "Menarik dan masuk ke mobil"
Menghela nafas"haisss"
"mau bagaimana lagi sudah terjadi"
Sekita dua puluh menit perjalanan dari rumah suji ke kantor akhirnya sampai juga.
Ckitt.... "Berhenti di parkiran"
"Wah.. Wah... "Suara seseorang"
"Mobil pria kaya mana ini yang kamu pinjam? "Ledek riani"
"Iya nih betul kata riani! Orang kampung kok punya mobil sebagus ini! Hahaha"tertawa"
"DIAM! "Teriak suji"
"Udah kita pergi aja..! menerik tangan suji"
"Hei! B*ngs*t!! Berani nya kalian pergi! Awas aja yaa! Aku kasih perhitungan buat kalian berdua "marah-marah"
.
.
Sementara itu
"Kamu sudah hubungin lisa belum? tanya kak chandra"
"Iyaa sudah! Tapi tidak di angkat. ucap kael"
"kamu tau kalau kelakuan kamu semalam itu benar-benar di luar dugaan kan"
"aku tau kamu tidak suka lisa tapi bagaimana pun dia itu udah jadi istri kamu! Sebaiknya kamu temui dia langsung dan berbicara sebelum orang tua kalian tau kejadian semalam! "Pungkas kak chan"
"Iya aku tau! tidak usah bawel "ketus kael"
.
.
"Lisa kamu kenapa gak melawan sih! Mereka itu udah kelewatan banget! "Ketus suji"
Sambil berjalan ke ruangan kerja
"Males, kamu tau kan, aku gak suka hal semacam ini, ribut juga cuma membuang-buang tenaga! Orang seperti mereka lebih bagus tidak di tanggapin "merangkul bahu suji"
Hufff.. "Menghela nafas"
"Aku tau kamu itu pasti rengkarnasi dewi kebaikan "ledek suji"
Ih apaan si ngaco kamu "respon ku sambil tertawa"
.
.
.
.
.
🥀