New Marriage

New Marriage
Hari ketiga



Setelah malam berlalu akhirnya aku mulai mengerti roda takdir....


"Menggigil"


"Uuuhhh sudah pagi aku harus menyiapkan makanan untuk kael dan bekerja ah badanku kedinginan "pucat"


"Tidak boleh lemah lisa kamu harus berjuang untuk kebahagian mu di masa mendatang"


"Berjalan turun"


Tringgg....Tringggg... Tringgg....


"suara pengorengan"


"aku tidak tau dia suka atau tidak, makan atau tidak tapi sebagai seorang istri ini sudah kewajiban untuk melayani nya "pungkas ku"


.


.


.


satu jam berlalu menyiapkan segala sesuatu nya


"Ahh! Akhirnya siap"


"kalau begini aku mau bersiap-siap untuk pergi ke kantor tapi kok kepala ini pusing sekali ya


Apa aku izin kerja aja ya?"


"Tapi ini hari kedua pemotretan dan lagi aku sudah merepotkan suji dan vian tidak bisa seperti ini terus aku harus kerja "berjalan ke atas"


"Membuka pintu pelan-pelan"


"Huuufff! Untung saja dia belum bangun, kalau tidak akan sulit untuk ku bersiap-siap kerja"


"aku bukan menghindar tapi mengingat kejadian belakangan ini sangat tidak nyaman! sebelum dia bangun aku harus cepat mandi dulu! "Berlari kekamar mandi"


.


.


Di saat yang bersamaan lisa tidak sadar kalau Jeon sudah bangun


"Akhh..... "Menarik napas panjang"


"kringgg... kringgg...."


"Jeon, satu jam lagi aku tunggu di bawah Besiap lah! "Ucap manager chandra"


"Cerewet sekali tiap hari selalu begini "berjalan ke kamar mandi"


Membuka pintu


"Aaaahh.....''Teriak Jeon'' alih-alih menutup mata sedang apa kamu! ''tanya kael"


"Menarik handuk!"


"Ah Maaf aku tidak izin masuk sebelum nya ke dalam aku tidak bermaksud macam-macam aku hanya bersiap untuk ke kantor, maaf kan aku maaf kan aku "sambil menundukan kepala"


"Kenapa respon nya seperti orang yang akan menangis hmmm apa aku semalam terlihat mengerikan? "bergumam dihati"


"di lihat-lihat kasihan juga tapi aku tidak punya rasa apa-apa tuh untuk nya"


"sudah la kamu terus kan mandi nya biar aku mandi di sebelah "ketus nya"


Berjalan keluar....


Sekitar lima belas menit kemudian...


"untung saja dia tidak marah, kalau tidak aku tidak tau harus apa lagi.


"Kringgg... Kringgg...."


"Eeehh ada apa vian menelfon ku? "Mengangkat telfon"


"Hallo vian ada apa kamu menelfon ku? "tanyaku"


"Iya aku hari ini kerja"


"kalau gitu aku tunggu kamu di halte deket kantor ya ada yang ingin ku berikan untukmu "ucapnya dengan senang"


"Oh oke, aku kesana sekarang! Menutup telfon.


Di balik pintu ka mendengar kan percakapan lisa dengan vian...


"Ternyata dia berani main di belakang ku! lihat saja nanti ''senyum sinis"


Lisa dan kael menuju meja makan....


Tidak berbicara apapun saat di meja makan, suasana yang begitu canggung aku hampir kehilangan nyawaku jika begini terus ''gumamnya"


Tapi tiba-tiba....


"Aku ingat kan pada mu jangan terlalu sering bermain dengan pria lain! Karena akibatnya tidak akan sanggup kamu terima! "Dingin''


"Apa yang kamu maksud kan? Aku sedang tidak bermain dengan pria lain aku rasa kamu salah menilai ku "Jawab langsung"


"Menatap dengan sinis dan dingin ini terakhir kali ku katakan Jaga sikapmu!" "Menyudahi makan"


.


.


Berfikir sepanjang jalan🍂


"Apa maksud perkataan dia tadi, apa dia mengira aku bermain dengan pria lain? Tapi siapa? Hmhmmm ''bergumam dan berpikir keras"


.


.


"Oh apa dia mungkin mendengar percakapan ku tadi dengan vian? Tapi atas dasar apa dia berkata begitu! Jelas-jelas dia berkata tidak "mencintaiku!" Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan nya"


"Lisaaa....."


"hai vian kamu sudah lama menunggu?


"ah tidak kok hanya beberapa menit saja tapi tidak apa-apa"☺️


"Ini untuk mu ''mengulurkan paperback"


"Ini apaan vi? kebingungan "


"Ini hadiah tanda pertemanan kita anggap saja begitu!"


"Tapi vi aku...."


"Sudah lah lis kamu tidak usah sungkan oke "senyum nya"


"Kalau begitu Terima kasih vi "senyum imut"😊


Deg... deg... deg.... "Detak jantung vian".


"Lisa aku tidak tau sejak kapan sudah mulai menyukaimu, tapi selagi kamu bahagia aku akan terus buat kamu bahagia "gumam nya dihati"


"Ayo kita ke kantor sudah hampir telat....."


"Ayo....."


.


.


.


.


.


🥀


(Berjalan bersama)