Neona

Neona
Bab 3



Ceklek


Bang Evan masuk ke kamar Nea, dilihatnya Nea masih tertidur dengan kaos kesayangannya. Bang Evan pun segera membangunkan Nea. Dengan jahilnya bang Evan mengubah jarum jam yang awalnya 05.30 menjadi 06.15.


" Nea Neo" membuka tirai kamar Nea.


" Dek, bangun woi, kagak sekolah lu? udah pukul 06.15 nih" langsung mendudukkan Nea dari tidurnya.


" Aishh abang, bentar 5 menit lagi" sudah memposisikan dirinya untuk tidur kembali. Belum sempat kepala Nea ke bantal, bang Evan segara menggendong Nea untuk ke kamar mandi.


Byurrr


" Anj*r si abang setan, keluar!" Nea berteriak sambil menatap marah ke arah bang Evan.


" Bodoh, cepetan mandi, lo telat nggak gue tebengin ke sekolah. Si SOG juga pada berangkat tadi" bang Evan keluar dari kamar mandi dan segera ke ruang makan.


10 menit kemudian, dengan kecepatan kilat Nea sudah keluar dari kamarnya. Saat turun tangga, dia melihat sesuatu yang..


" Anj*r kata bang Evan kalian udah pada berangkat? kalau kalian sarapan disini berarti masih jam 6 kurang dong?" menatap bang Evan bingung dan akhirnya...


" ****** lo ah bang, gue masih ngantuukk!!" berlari ke arah bang Evan dan memukuli punggung bang Evan secara brutal.


Dias, Ello, Fian, dan Yoga yang melihat tingkah kakak beradik itu dengan malas. Ribut terus kerjaannya, kalaupun serius pasti cuma 5 menit.


" Udah Ne, cepetan makan. Abis ini kita berangkat" Yoga memotong adegan perkelahian antara kakak beradik itu.


" Awas lo bang!" meninggalkan bang Evan dan menuju ke tempat makan. Nea pun segera menghabiskan sarapannya.


Mereka berlima pun segera berangkat ke sekolah.


15 menit lagi jam pelajaran di kelas akan dimulai.


" Tungguin Nea weee.." teriak Nea memanggil Fian dan Dias, berjalan sekencang mungkin untuk mengejar Fian dan Dias.


" Iye, cepetan Ne" Fian dan Dias berhenti di depan taman untuk menunggu Nea.


Tanpa melihat kanan kiri, Nea tetap berjalan dengan cepat.


Dan..


Brukkk..


Nea tidak sengaja menabrak badan Andre, Ketua Osis SMA 1 Nusa yang judes.


" Duh, maaf nggk sengaja" ucap Nea meminta maaf tanpa melihat orangnya dan ingin berjalan kembali. Tapi, sebelum Nea berjalan, Andre menarik tangan Nea.


" Minta maaf yang bener" ucap Andre dengan tatapan matanya yang tajam.


Nea menatap mata Andre sebentar, lalu..


" Gue minta maaf, nggak sengaja tadi" melepaskan tangannya dari Andre dan segera berjalan ke arah Dias dan Fian dengan wajah jengkelnya.


Ello dan Yoga sudah berada di dalam kelas. Dias, Fian, dan Nea segera menyusul.


" Masa gue udah minta maaf katanya kurang bener sih, udah gitu mukanya ngeselin ih. Pengen ku cubit aja tuh ginjalnya" gerutu Nea saat sudah mendudukkan dirinya di bangku kelasnya.


" Kenapa sih Ne? pagi-pagi kok udah ngomel aja" Ello yang di depannya pun langsung menoleh ke arah Nea.


" Tadi nabrak Andre di koridor, si Nea udah minta maaf, eh tapi disuruh minta maaf lagi yang bener katanya" Dias menjawabnya karena tahu Nea masih jengkel.


" Oh anak itu, udah nggak apa-apa Ne. Sabar ya" Ello mengelus pucuk kepala Nea.


Nea, duduk di bangkunya sendirian, karena dia tidak ingin duduk berdua dengan teman-temannya. Katanya lebih nyaman sendiri untuk merenung.


2 mata jam pelajaran sudah lewat, sekarang anak-anak waktunya untuk beristirahat.


" Ne.. Kalian ke kantin duluan ye, gue mau ke kelas si Sista dulu" Fian berbicara kepada Nea dan beranjak dari duduknya.


" Biarin dah Yas, dia mau ngasih sesuatu untuk yang terakhir" ucap Nea, lalu Nea pun beranjak untuk pergi ke kantin. " Yuk gengs, keburu masuk nyar nggak jadi makan kita" ajaknya pada Ello, Dias, dan Yoga.


" Yok" jawab mereka bertiga. Mereka berempat segera ke kantin. Nea ke kantin dengan semangat, apalagi kalau bukan soal makanan.


Sesampainya di kantin, Nea memilih tempat duduk paling pojok dekat taman. Karena menurut Nea itu adalah tempat ter segalanya baginya untuk bercerita.


" Yoga, tolong pesen kek biasanya aja ya, si Fian juga pesenin sekalian dah" Nea meminta tolong pada Yoga untuk membelikan mereka makanan.


" Oke, yuk El ikut" menarik tangan Ello yang sedang main game di hp nya.


" Anj*r, pelan-pelan ogeb" meletakkan hpnya dan segera mengantri membeli makan.


Nea duduk dengan menyangga tangannya sambil melihat sekitar kantin dengan acuh. Sedangkan, Dias masih asik memainkan game Barbie di hp Nea.


Saat Nea melihat-lihat sekitar, Nea tidak sengaja melihat Andre, mantan ketua osis yang judes. Nea pun langsung badmood dan mengomel tidak jelas.


" Kuping budek ya gitu, udah minta maaf disuruh minta maaf lagi, sok banget lagi.. euh" mengomel dengan ekspresi jijiknya yang berusaha menahan emosinya.


" Udah napa Ne, biarin aja" Dias mereda Nea yang sudah kelihatan jengkel melihat Andre.


Andre yang melihat itupun acuh tak acuh, dia asik mengobrol dengan teman-temannya.


tidak lama kemudian, Yoga dan Ello sudah datang membawa pesanan mereka, yaitu 5 bakso dan 5 es teh.


" Nih, pesenan kalian" Ello memberikannya satu-satu. Yoga yang melihat wajah Nea ditekuk segera bertanya.


" Kenapa Ne!? Lama ya? Maaf, antri banget tadi" ucap Yoga sambiil memakan makanannya.


" Iyoo, ndang mangan terus balek kelas" kalau Nea sudah memakai bahasa Jawa, berarti Nea sedang menahan emosi.


(ndang\=cepetan)


(balek\=kembali)


" Oke" mereka hanya pasrah saat Nea sudah bilang gitu. Tidak lama setelah itu, Fian datang dan langsung duduk untuk memakan baksonya. Belum sampai 5 menit, bakso Fian sudah habis.


Nea yang melihat itu sedikit ngeri, apalagi yang lainnya.


" Lo nggak apa-apa kan Yan?" tanya Dias.


" Nggaklah, yuk ke kelas. Udah selesai juga ini" Fian langsung berdiri dan meninggalkan mereka berempat.


Mereka yang ditinggal pun hanya melongo sambil terus berjalan ke kelas. Nea yang tidak sengaja melewati meja Andre pun langsung memasang wajah juteknya. Andre? jangan ditanya, dia lebih bodoh amat.


................


Nea yang melihat Yoga tertidur pun langsung membangunkannya karena guru Matematika sudah datang.


" Selamat siang anak-anak, untuk hari ini kalian mengerjakan buku paket halaman 70 ya" ucap Pak Deny, selaku guru matematika. " Istirahat jam kedua sudah harus selesai semua" lanjutnya.


" Oh no, oh no, oh no no no no, mantap bapak! Nggak kurang ini pak?" Ello berteriak kaget arah pak Deny.


" Anj*r diem lo ogeb, malah minta nambah, setan lo" segala umpatan anak kelas untuk Ello sudah terwakilkan oleh Aldo.


" Ahahah, dasar emang lo El" Nea langsung mengeluarkan bukunya. Seperti biasa, geng SOG langsung membentuk tim belajar. Tanpa menunggu lama, pekerjaan mereka sudah selesai.


" Nea, mau tanya ini gimana?" tanya Andin teman kelasnya.


" Oh ini tinggal dicoret aja kalau..


Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe


terimakasih