Neona

Neona
Bab 15



Hari jumat.


" Kita berangkat habis sholat jumat aja, ntar trekking nya sore, enak" ucap Bang Evan pada orang-orang yang akan ikut mendaki. Tidak jauh, hanya di kota M. Jaraknya dari kota S ke M juga 4 jam. Jadi selow.


" Abang astaghfirullah, kenapa nggak bilang dari kemarin kalau berangkatnya habis sholat jumat" ucap Nea dengan wajah datarnya.


" Kenapa sih" Bang Satria menyahuti, antara nggak tahu atau pura-pura nggak tahu.


" Dih, kan enak tadi sekolah dulu bentar. Toh pulangnya kita jam 2" ucap Nea.


" Bolos sehari nggak apa-apa kali, Ne" sahut Fian.


" Dih, kalian ya" Nea pun kembali memainkan HP nya.


" Ke sananya motoran apa pake mobil?" tanya Nea, " motor aja ye bang, biar nggak sesek dalem mobil" pinta Nea sambil bergelayut di lengan Bang Evan.


" Iya, motoran. Tapi kamu sama abang" ucap Bang Evan tegas.


" Iya, terserah aku mah" jawab Nea pasrah.


" Lah terus gue sama siapa njir" batin Kivan.


" Lo sama gue" sahut Dias mengerti apa yang ada dalam pikiran Kivan.


" oke" timpal Kivan.


Ya, mereka sudah berkumpul di rumah Nea. Mereka sudah mempersiapkan semuanya. Dan sudah dibagi mereka membawa apa saja. Karena mereka di gunung selama 2 hari 1 malam. Jadi harus dipersiapkan segala keperluannya.


" Bang, udah bawa mentega kan?" tanya Nea memastikan, karena saat pendakian dulu. Bang Sat, Bang Evan, dan Nea lupa membawa mentega, alhasil mereka memasak tempe menggunakan air.


" Ahaha, beres udah masuk semua" sahut Bang Satria, " Bikin ngakak aja tuh momen" lanjut Bang Satria.


" Ahaha, Alhamdulillah kalau udah" ucap Nea, " Tidur dulu, ntar kalau mau berangkat bangunin" lanjutnya kemudian pergi menuju kamarnya.


" Molor mulu tuh anak" ucap Ello.


" Biarin daripada rese" sahut Yoga.


" Baru nanjak apa udah pernah sebelumnya?" tanya Bang Evan pada Kivan.


" Emm.. pernah dulu. Sekali bang" jawab Kivan dan meletakkan hpnya.


" Kemana?" tanya Bang Evan lagi.


" Gunung P, Bang" jawab Kivan, " Masih yang bawah-bawah sih, baru ini agak tinggian" lanjutnya sambil nyengir.


" Tek tok apa nge camp?" tanya Bang Satria.


" Tek tok bang, entar kalau agak tinggi nge camp lah. Ini termasuk" jawab Kivan.


" Ahaha ini juga masih bawah, ntar lah kalau udah ada waktu semua kita nanjak ke gunung S" ucap Bang Satria.


" Boleh Bang, 4-5 hari kan ke gunung itu?" tanya Kivan.


" Iya sekisaran segitu lah" jawab Bang Satria.


" Udah, istirahat dulu. Ntar biar nggak ngantuk habis sholat nya" ucap Bang Evan.


Mereka pun merebahkan dirinya di atas karpet yang berada di ruang keluarga. Ada yang masih pegang hp, ada yang sudah molor, ada yang cuma rebahan. Bang Evan? dia menemui adiknya di kamar.


Ceklekk..


" Dek, ntar tidurnya bareng ana ye" ucap Bang Evan sambil merebahkan tubuhnya di samping Nea.


" Hmm" jawab Nea masih setengah sadar.


Bang Evan menelpon Mama nya, meminta untuk membangunkannya pukul 11.15.


📞Bang Evan


Ma, minta tolong. Ntar bangunin aku ya jam 11. 15


📞Mama Nita


Iya bang


📞Bang Evan


Oke, Ma. Makasih


📞Mama Nita


Iya.


*Mama Nita mematikan panggilannya.*


Sesuai yang diminta Bang Evan, Mama Nita pun membangunkan Bang Evan pukul 11.00, biasalah mak-mak suka ngurangin waktu haha.


Ceklekk..


" Lah dimana ini anak?" ucap Mama Nita saat menghampiri kamar Bang Evan, " Ck, pasti di kamar Nea" lanjutnya, kemudian Mama Nita pergi ke kamar Nea.


Ceklekk..


" Tuh kan," Mama Nita duduk di samping Bang Evan, " Bang, bangun. Udah jam 11.30 nih, bangunin yang lain terus mandi berangkat sholat jumat" Mama Nita menggoyang-goyangkan lengan Bang Evan.


" Emm, iya Ma" jawab Bang Evan kemudian bangun. Bang Evan pun turun dan membangunkan yang lainnya.


Para lelaki pun segera mandi dan berangkat sholat jumat. Sedangkan, Nea mengecek semua perlengkapan nya lagi, takut-takut ada yang tertinggal. Tiba-tiba, Andin menelpon Nea.


📞Andin


Ne


📞Nea


📞Andin


Jagain Yoga ya, jagain biar nggak lirik-lirik cewek lain gitu


📞Nea


Lah? bilang sendiri napa. Ada nomernya kan?


📞Andin


Ada sih, cuma kan aku belum terlalu deket sama dia. Takutnya ilfil. Mintol deh, awasin dari jauh hehe


📞Nea


Gampang mah, pokoknya pas sekolah bakso 1 oke


📞Andin


Iya iya gampang, terima kasih


📞Nea


Iya sama-sama


*Nea mematikan panggilannya*


" Nak, nanti disana hati-hati loh. Jaga sikap, jaga bicara ya" peringatan dari Mama Nita.


" Iya, Ma. Minta doanya aja" jawab Nea.


" Pasti Mama doain" ucap Mama Nita.


" Terima kasih, Ma" Nea memeluk Mamanya.


Nea pun segera melaksanakan kewajibannya sebelum para lelaki pulang. Tak lama kemudian, para lelaki sudah pulang, sebelum berangkat mereka menyempatkan untuk makan dahulu.


" Sudah siap semua kan? Nggak ada yang tinggal?" Tanya Bang Satria.


" Insyaa Allah sudah bang" jawab Nea dan Dias bersamaan.


" Oke kita berangkat" ucap Bang Evan. Setelah berpamitan pada Mama Nita, mereka pun berangkat menuju kota M. Sekitar pukul 13.00 mereka memulai perjalanan.


Nea yang dibonceng Bang Evan hanya diam sambil menikmati jalanan sekitar. Setibanya di tengah-tengah kota M setelah sekitar 2 jam melewati kota S, mereka akhirnya melewati jalanan yang kebanyakan disampingnya sudah banyak pohon-pohon besar.


" Bang, kapan-kapan nanjak berdua yok" ajak Nea pada Bang Evan, " atau nggak kita jalan-jalan kesini, ngapain gitu" lanjutnya.


" Boleh sih, ntar lah lihat libur kantor dulu" jawab Bang Evan.


" Digantiin bentaran lah sama Papa, Bang" tawar Nea.


" Iya iya, lihat ntar" jawab Bang Evan.


30 kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mereka pun memesan ojek untuk naik ke loket pendaftaran atau basecamp gunung P. Sampai di basecamp rumah P, Bang Evan pun lapor diri, dan membayar simaksi sebesar sepuluh ribu rupiah. Ya, kita akan nanjak ke gunung B dengan jalur yang sama dengan gunung P.


" Karena kita cepet nyampenya, ntar kita maghrib di sekitar pos 2 kayaknya" ucap Bang Evan.


" Oke bang, kalau gitu kita pergi sekarang lah" ucap Ello.


" Oke, kita berdoa dulu" Bang Evan pun memimpin doanya, supaya diberi kelancaran saat naik maupun turun, tidak kurang satu apapun.


" Jangan misah loh ya" peringat Bang Satria.


" Iya bang" jawab anak dibawah umur ahaha.


Mereka pun memulai pendakian dengan start waktu pukul 16.00. Dengan Bang Evan sebagai Leader dan Bang Satria sebagai


" Banyakin sholawat loh gaes, sore ini" peringat Nea pada teman-temannya.


" Iya, Ne" jawab Kivan yang kebetulan di belakang Nea.


" Ne, kalau capek bawa carrier nya, gantian ama gue" ucap Yoga yang posisinya nomer 2 dari belakang.


" Aman, nanti aja" sahut Nea. Ya, mereka hanya membawa 5 carrier.


Dalam perjalanan, banyak juga para pendaki yang sudah turun. Para pendaki pun saling sapa.


" Mari mas, mbak" sapa salah satu pendaki yang melakukan perjalanan turun.


" Iya mas, mariii" seru Bang Evan dan yang lainnya.


" Bang, pos 1 lama kah?" Tanya Nea.


" Kenapa? Capek? Istirahat aja kalau capek" ucap Bang Evan sambil menoleh ke arah Nea.


" Nggak sih, cuma keknya maghrib di pos 2 deh" jawab Nea dan melanjutkan perjalanan.


" Nggak apa-apa sih, kata temen abang pos 2 luas" ucap Bang Evan.


" Yaudin, disitu berarti bang" Nea menoleh ke belakang, mereka semua hanya diam. Fian dengan mulut yang menghisap madu, Dias memakan coklatnya, dan Ello yang memutar musik sedikit lebih kecil.


Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe


terimakasih