
" Nggak tahu, ntar dah coba gue tanyain" jawab Ello. Ello dan yang lain sudah kenyang karena makan tadi, mereka pun pamit.
" Kita pulang ya, Ne. Mau mandi, gerah" ucap Yoga mewakili semua.
" Iya, terima kasih ahihi" cengir Nea tanpa dosa.
" Dih, sama-sama" balas mereka bersama.
Malam hari, Nea menghampiri Bang Satria yang kebetulan berada di kamar Bang Evan.
Ceklekk..
" Bang Sat, jadi keluar tak?" duduk di atas kasur dan melihat Bang Satria dan Bang Evan sedang bermain PS.
" Jadi, ntaran aja jam jam 8 lah" jawabnya sambil terus memainkan stik PS yang di tangannya.
" Dih, ya gue belajar lah, Bang" protes Nea, karena waktu tenang buat belajar bagi Nea ada sebelum tidur.
" Belajar aja sekarang" balasnya enteng.
" Dih, yaudah nggak usah keluar" ucap Nea kemudian keluar dari kamar Bang Evan.
" Wah parah, Nea tambah besar malah suka ngambek" ucap Bang Satria, kemudian nyusul Nea, " Bentar, Van" pamitnya pada Bang Evan.
Ceklekk..
" Keluar yok, Ne" menghampiri Nea yang saat itu sedang menonton film kesukaannya.
" Katanya nanti jam 8, Bang?" tanya Nea.
" Sekarang aja, yok" ajak Bang Satria.
" Oke", kemudian mereka berdua keluar rumah.
" Ke cafe aja yuk, Bang" ajak Nea saat mereka sudah di perjalanan.
" Cafe mana?" tanya Bang Satria.
" Terserah, abang" kemudian Nea diam.
Sesampainya di Black Cafe, mereka berdua masuk. Dan memesan apa yang seharusnya di pesan.
" Emm... Bang, gue mau tanya" Nea berbicara serius.
" Tanya apa?" Bang Satria mengerutkan keningnya.
" Emm.. abang kapan nikah?.. Jomblo mulu heran dah" Nea berbicara sedikit mengejek.
" Sabar dong, Ne. Kemarin abang punya, udah serius malah. Eh diselingkuhi" jawab Bang Satria sok melas.
" Ahahaha, kapok. Makannya cari itu modelan yang alim gitu" bukannya prihatin malah diketawain sama Nea.
" Dih, padahal di awal dia kek pendiem gitu. Ternyata diem-diem menghanyutkan" jelas Bang Satria sok melas. Nea hanya tertawa.
Di sisi lain, Kivan juga berada di Black Cafe bersama teman-teman SMP nya. Dia tidak sengaja melihat Nea juga berada di sana.
Nea kebetulan sendiri, karena Bang Satria pamit ke toilet. Kivan sudah ingin menghampiri Nea, tetapi Bang Satria sudah kembali.
" Mau pulang apa masih mau disini, Ne?" tanya Bang Satria.
" Pulang aja dah bang, udah waktunya belajar" jawab Nea sambil mengajak Bang Satria keluar dengan menggenggam tangannya.
" Oh ini toh, gue ajak keluar nggak mau. Malah keluar sama laki-laki lain" batin Kivan kemudian dia hanya memainkan HP nya sepanjang di cafe.
................
Nea turun tergopoh-gopoh, dia langsung menyambar tangan Mama dan Papanya.
" Nea berangkat duluan, Ma Pa" ucap Nea sambil berlari ke arah luar.
" Neaaa, sarapan dulu" teriak Mama Nita.
" Di sekolah, Ma" balasnya berteriak juga.
" Untung sudah dikeluarkan nih motor" gumam Nea, kemudian menaiki motor klx kesayangannya.
Saat melewati rumah sahabatnya, Nea hanya mengklaksonnya. Kemudian Nea melajukan motornya dengan kecepatan setengah tinggi.
Sesampainya di sekolah, Nea langsung ke kelasnya. Tanpa memperdulikan anak-anak yang terus menggibahnya.
'Beneran Nea itu tadi?'
'Dih, sok laki'
'Keren njir'
'Mantep dah tuh cewek'
'Cuit-cuit'
'Wih kak Nea keren'
Suara-suara orang iri tanpa dengki ahaha.
" Maaf, Ndin. Gue telat, Mau ajarin yang mana?" tanya Nea. Ya, dia berangkat dulu karena Andin meminta untuk mengajari Matematika. Karena hari ini ulangan.
" Yang ini, Ne" tunjuk Andin pada soal yang dirasanya cukup sulit.
" Oh ini, langsung aja ya, gue juga ribet ngejelasinnya. Ini Rp.2.400.000/n, nanti jadinya (n-2) dan ongkosnya berkurang per orang itu 2000. Maka biaya setiap orang: 2000×(n-2)/2\= 1000(n-2)..." Nea menjelaskan panjang lebar pada Andin.
" Emm paham tak, Ndin?" Tanyanya pada Andin yang hanya diam.
" Iya sama-sama" balas Nea.
Braaaakkkk, suara pintu terbuka.
" ANJIR, PAGI-PAGI JAN BIKIN GUE EMOSI YA, EL" teriak Nea ngegas sambil menunjuk Ello.
" Elaaa, iya iya maaf" jawab Ello, kemudian Ello diikuti lainnya duduk.
" Tumben udah datang?" Tanya Kivan setelah mendudukkan diri.
" Oh, itu tadi si Andin minta ajar soal sulit" jawab Nea tanpa mengalihkan pandangannya dari HP.
" Lihatin apa sih, diajak ngomong bukannya natap malah sibuk sendiri" protes Kivan karena Nea tidak mempedulikan dirinya.
Nea pun meletakkan HP nya, kemudian menoleh ke arah Kivan.
" Apa?" Tanya Nea sambil memiringkan kepalanya.
" Kamu nolak ajakan aku kemarin karena lagi jalan sama laki-laki lain?" Tanya Kivan menginterogasi.
" Dih, kenapa emang?" Balas Nea yang tidak mengetahui bahwa Kivan cemburu.
Ello, Fian, Yoga, dan Dias hanya memperhatikan.
" Siapa dia? Pacar kamu?" Tanya Kivan lagi.
" Kalau iya kenapa?" Tanya Nea sambil bercanda.
" Aku nggak suka" jawab Kivan to the point.
" Lah? Kenapa lo nggak suka?" Nea pura-pura tidak tahu atau memang bodoh ya?.
" Kivan cemburu, Ne" sahut Dias.
" Emang kemarin lo keluar sama siapa?" Tanya Fian mengompori, padahal dia tahu kalau Nea keluar sama Bang Satria.
" Aku suka sama kamu, Ne" ucap Kivan sedikit lantang. Jangan ditanya Nea seperti apa. Jantungnya berdegup kencang, kemudian dia menoleh kearah Kivan dengan tatapan kosong.
" Ne, si Kivan nyatain perasaan weee" heboh Yoga.
" Hah? Lo ngomong apa tadi, Van?" Tanya Nea cengo.
" Aku suka sama kamu" ucap Kivan kedua kalinya.
" Jangan berjanda elaaa, Van" ucap Nea.
" Candaaa Nea, candaaa bukan janda" koreksi Dias.
" Mana ada bercanda, aku serius Ne" ucap Kivan sambil mengambil tangan Nea.
" Pokoknya, sekarang lo milik gue" ucap Kivan lagi tanpa boleh dibantah.
" Dih, kok gitu sih" protes Nea.
" Nggak ada penolakan!" Ucap Kivan tegas.
" Asiiik traktiran.." ucap Fian dan Yoga bersamaan.
Nea masih mengerjap-ngerjapkan matanya.
" Mimpi apa gue semalam?" Batin Nea.
" Siapa laki-laki itu, Ne?" Tanya Kivan lagi.
" Abang gue" jawab Nea.
" Dih, kok masih gue gue sih, Ne" sahut Yoga.
" Yang romantis dong" ucap Fian.
Tak lama kemudian, pelajaran pertama dimulai. Yaps mereka ada ulangan harian hari ini, untung belajar, batin Dias.
" Yang sudah selesai, boleh keluar" ucap Bu Nanik.
Nea dan sahabat-sahabatnya pun segera mengumpulkan, oh tentu diikuti oleh Kivan.
Di luar kelas
" Gue ke toilet bentar" Nea pergi meninggalkan mereka. Setelah dari toilet, Nea tidak langsung kembali ke kelas, dia pergi ke kantin untuk sarapan.
" Bukannya masuk malah makan, mau bolos?" Tanya Andre yang kebetulan patroli mengecek anak yang bolos pelajaran. Yaps, meskipun dia mantan ketua osis, tapi dia kerap kali membantu adik kelasnya.
" Ngaca, bukannya situ masuk kelas malah keluyuran" jawab Nea sewot.
" Gue bebas dong, napa? Iri lo" jawab Andre.
" Dih, sombong" Nea melanjutkan makan nya.
" Cepet ke kelas, awas aja lo bolos lagi" ucap Andre.
" Dih, siapa yang bolos sih. Nggak usah ngerusak mood deh" Nea membanting sendoknya kemudian pergi, mumpung lewat depan ketos. Nea pun menginjak kaki Andre.
" Dasar anak annn.. Astaghfirullah" Andre hanya mengelus dadanya.
Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe
terimakasih