Neona

Neona
Bab 13



" Jujur we, waaah bahaya nih Ello. Diam-diam bawa cewek" Nea mengompori.


" Calon, udah lanjut" jawab Ello dengan pipi yang terasa panas.


" Ahahaha, ngaku kan" tawa mereka semua.


" Lanjuuuuuutttttt" ucap Bang Satria. Bang Satria pun memutar lagi botolnya.


" Ndin, mau jujur apa tantangan?" tanya Nea.


" Tantangan aja dah" jawab Andin.


" Gue yang ngasih" sahut Fian, " Bilang ke Yoga, mau nggak jadi pacar gue? Gitu.. buru, Ndin" tantang Fian. Yoga dan Andin sama-sama melongo, " Sambil pegang tangannya ya" sahut Ello.


Andin pun beringsut duduk disebelah Yoga. Tanpa banya bicara, Andin mengambil tangan Yoga dan menggenggamnya erat.


" Yog, Lu mau jadi pacar Gue?" tanya Andin dengan muka serius. Jantung keduanya sama-sama berdetak kencang.


" Enggak" jawab Yoga buru-buru melepaskan tangannya yang digenggam Andin.


" Dih, tolol anyink bego banget lo setan" sumpah serapah keluar dari mulut Dias.


" Duh, Nggak apa-apa, kan cuma TOD" ucap Andin, " Tapi yang gue bilang beneran Yog, andai aja lo tau, gue sayang banget sama lo" batin Andin. Andin pun berusaha mengontrol mimik wajahnya. Nea tahu Andin kecewa, tapi itu urusan belakangan.


" Lanjuuuuuutttttt" ucap Bang Evan, Bang Evan pun memutar botolnya.


" Lah kok gue sih, anyink muter sendiri kena sendiri" protes Bang Evan.


" Jujur apa tantangan, Bang?" tanya Yoga.


" Jujur aja" jawab Bang Evan.


" Bang, Lo sayang nggak sama Nea?" tanya Fian mengada-ada.


" Enggak, tapi karena tekanan Nea, gue jadi sayang" jawab Bang Evan.


" Waaaah, abang laknat lo. Awas aja ntar" ancam Nea kemudian memukuli Bang Evan.


" Iya iya gue sayang banget sama Lo, udah berhenti" ucap Bang Evan menghentikan pukulan Nea, kemudian memeluknya.


Permainan pun masih berlanjut, dan tidak terasa waktu sudah semakin sore.


" Gimana, Ndin? sopir lo udah jemput?" tanya Nea.


" Emm udah otw sih, tapi katanya tadi bannya bocor, jadi nunggu bentar" kata Andin.


" Bentar" Nea pun keluar dan memanggil Yoga.


" Yog, eeeh kebetulan lo mau keluar, gue titip" teriak Nea melihat Yoga yang sudah nangkring di atas motornya.


" Nitip apaan?" tanya Yoga.


" Lo anterin Andin pulang sekalian, tanpa ada penolakan" ucap Nea kemudian menyusul Andin.


" Hati-hati ya, awas lo ngebut Yog" ucap Nea mewanti-wanti.


" Iyeee, byee" Yoga pun melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata.


" Rumah lo mana?" tanya Yoga setengah berteriak.


" Jalan Anyar, Perumahan Mawar nomer 20" jawab Andin. Tak lama kemudian, Yoga sudah sampai di alamat rumah Andin.


" Gue balik dulu" ucap Yoga meninggalkan Andin.


" Terima kasih, Hati-hati" teriak Andin kemudian dia masuk ke dalam rumah.


Di sisi lain.


💬Kivan


Pokoknya ntar malam jalan, atau nggak aku yang ke rumah kamu


💬Nea


Dih, iya iya astaga. Dasar pemaksa.


💬Kivan


Bodoh amat. Dah, sampai ketemu nanti


💬Nea


Hmm


" Dih, nih anak maksa banget. Heran" Nea berguling-guling di atas kasur.


Ceklekk..


" Nape bang?" tanya Nea saat dia tahu kalau Bang Satria yang masuk kamarnya.


" Temen lo cantik juga, jomblo kan?" tanya Bang Satria kemudian merebahkan dirinya di atas kasur Nea.


" Iya jomblo, cuma dia lagi suka sama seseorang, dan seseorang itu bodoh sekali" terang Nea berusaha meredam emosi.


" Lah? kalau gitu gue ada kesempatan dong, Ne?" tanya Bang Satria dengan mata berbinar.


" Nggak ada bang, Andin itu tipe orang yang sulit jatuh cinta.. itu suka seseorang aja untuk pertama kalinya" terang Nea lagi.


" Kau mematahkan semangat ku, Ne" ucap Bang Satria kemudian keluar dari kamar Nea.


................


Malam hari, sesuai janji. Nea keluar bersama Kivan.


" Mau kemana, Yang?" tanya Kivan pertama kalinya memanggil sebutan horor itu pada Nea.


" Terserah aja" ucap Nea.


" Ke mall aja yuk" ajak Kivan.


" Ngapain?" tanya Nea.


" Terserah aku" jawab Kivan.


Sesampainya di mall, keduanya memasuki toko buku, itu karena permintaan Nea.


" Van, menurutmu lebih baik buku ini apa ini?" tanya Nea pada Kivan yang sudah kelihatan bosan di toko buku.


" Emm, yang ini aja keknya menarik" jawab Kivan menunjuk buku yang ada ditangan kanan Nea.


" Oke, bentar" saat di depan kasir, tiba-tiba Kivan mengeluarkan kartu geseknya.


" Eh? makasih, Van" ucap Nea tidak enak.


" Udah, yok. Mau cari apalagi?" tanya Kivan sambil merangkul pinggang Nea.


" Van, jangan gini ela" melepaskan tangan Kivan dan menggenggamnya.


" Dih, kenapa sih, terserah aku lah" memeluk pinggang Nea lagi dengan posesif.


" Ck, dasar" ucap Nea.


" Aku ke toilet bentar, kamu tunggu sini" ucap Kivan saat mereka memasuki food court.


" Iya" Nea pun memilih tempat duduk, dimana lagi? jelas di pojok.


Setelah dari toilet, tiba-tiba Kivan kedatangan seseorang.


" Hai, Van?. Apa kabar?" sapa Laura, sahabat kecil Kivan. Kivan pun dulu pernah memiliki rasa kepada Laura.


" Lala?" kaget Kivan dan hanya bengong menatap Salma. Sudah 3 tahun mereka lost contact.


" Hai, aku kembali" sapa Laura dengan senyum manisnya.


" Laura, kembali juga kamuuu, La" Kivan pun langsung memeluk Laura dengan erat.


Nea yang melihat itupun seperti ingin marah tapi tertahan.


" Dih, dasar buaya" gumam Nea.


" Mau gabung nggak? Mumpung tadi belum pesen makan nih" tawar Kivan pada Laura.


" Yaudah yuk" Laura mengiyakan ajakan Kivan.


" Nah itu, yok" mereka pun duduk, " La, kenalin ini pacar aku, dan Yang, ini Laura sahabat kecil aku" ucap Kivan memperkenalkan satu sama lain.


" Nea" mengulurkan tangannya pada Laura, " Laura" jawab Laura.


Wajah Laura terlihat kecewa saat Kivan mengucapkan kata 'pacar' pada Nea.


Mereka bertiga pun memesan makanan, dan tak lama kemudian makanan mereka datang. Mereka makan dengan diiringi canda tawa.


" Kita pulang dulu ya, La" pamit Kivan pada Laura.


" See youu" ucap Laura sambil melambaikan tangannya.


" Too" jawab Nea.


" Mau langsung pulang apa mau keliling bentar?" tawar Kivan pada Nea.


" Emm..


📞Tring tring tring, telolet..


" Bentar, Bang Sat telepon" ucap Nea, kemudian mengangkat panggilan.


📞Bang Satria


"Cepat pulang! Jam berapa ini"


📞Nea


"Iya iya ini otw, santai aja dong nggak usah ngegas"


📞Bang Satria


"Jan banyak omong, cepeet pulang"


📞Nea


"Iya, bye"


Nea mematikan panggilan secara sepihak.


" Napa, Yang?" tanya Kivan.


" Pulang, abang gue ngamuk" ucap Nea, kemudian Nea menarik tangan Kivan.


" Yaudah" jawab Kivan pasrah.


Mereka berdua pun meninggalkan tempatnya.


Kivan mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata. Entah Nea sadar atau tidak, dia sudah memeluk Kivan.


" Dingin nggak, Van?" Tanya Nea pada Kivan yang hanya memakai kaos oblong.


" Kamu gituin aja udah cukup" jawab Kivan cengengesan.


" Dih" Nea mencubit perut Kivan.


" Aduh, sakit dong Yang" keluh Kivan sok manja.


" Heleh" ucap Nea.


Tak lama kemudian, keduanya sudah sampai di rumah Nea. Ternyata Bang Satria sudah berdiri di depan gerbang kayak orang gabut.


" Aku pulang dulu ya, Yang" pamit Kivan, kemudian menoleh ke arah Bang Satria, " Duluan, Bang" ucapnya sambil menundukkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan Nea.


" Nape lo bang?" Tanya Nea heran, " Mau gantiin Mang Rudi?" Lanjutnya kemudian pergi.


" Lah, gue ditinggal" Bang Satria pun mengikuti Nea dari belakang.


Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe


terimakasih