
Andre pun melanjutkan untuk mencari anak-anak yang bolos. Saat melewati ruang kelas 12 IPA 2, Andre melihat banyak anak yang di luar kelas. Dan ada juga yang masih di dalam kelas.
" Oh lagi ulangan toh, pantes Nea di luar" batin Andre. Nea yang melihat itupun memberi tatapan tajam.
" Kenapa sih, Ne?" Tanya Fian.
" Nggak ada" jawab Nea, kemudian membuka bukunya kembali.
" Ntar pulang gue mau ke toko buku, mau ikut?" Tawarnya pada Andin.
" Emm.. boleh" setuju Andin.
" Tapi lo bawa kendaraan sendiri ya, rumah kita nggak searah" ucap Nea pada Andin.
" Gampang itu mah" Andin menjentikkan jarinya.
" Eh? Kamu bawa motor sendiri, Ne?" Tanya Kivan, " Aku kira dianter tadi" lanjutnya.
" Iya, kenapa?" Jawab Nea.
" Nggak apa-apa sih, cuma jangan ngebut-ngebut aja"..." Emm, mulai besok gue jemput ke sekolahnya" ucap Kivan.
" Dih, nggak usah" jawab Nea cepat.
" Nggak ada bantahan, Ne" ucapnya tegas.
Tiba-tiba..
" Yang di luar masuk, Bu Nanik mau ngasih pengumuman" teriak Sam dari dalam kelas.
Anak-anak yang berada di luar pun segera masuk.
" Sudah masuk semua ya? Dengerin ibu baik-baik. Kalian habis ini kan ujian, nah kalian mau tour sebelum ujian apa sesudah ujian?" Tanya Bu Nanik pada anak-anak.
" Sesudah buuuu" jawab serempak kelas 12 IPA 2.
" Deal ya, karena kebanyakan dari kelas-kelas lainnya memilih sesudah ujian juga" jelas Bu Nanik.
" Iya buuu" jawab mereka lagi.
" Ya udah, kalian belajar yang rajin. Biar ujiannya bisa" peringat Bu Nanik, " Ibu keluar dulu, Assalamualaikum" lanjutnya.
" Wa'alaikumussalaam" jawab anak kelas.
" Ke kantin yuk, gue laper" Dias mengajak sahabatnya.
" Lah, gue baru makan tadi di kantin" jawab Nea.
" Lah? Lo sekalian tadi, Ne?" tanya Yoga.
" Iya, soalnya gue tadi nggak sarapan" jawab Nea, " Kalau mau ke kantin, ayok dah" lanjutnya, kemudian Nea berdiri.
" Yaudah yok, gooo" Fian pun berjalan bersama Nea di depan. Nea melupakan Kivan ahaha.
" Dih, gue dilupain" protes Kivan.
Sesampainya di kantin.
" Bener nggak mau makan lagi, Ne?" tawar Dias pada Nea yang hanya memainkan HP nya.
" Iya, udah kalian makan aja" jawab Nea.
" Oke" ucap Dias kemudian dia memesan makanan.
" Yog, kalau dilihat-lihat nih ya" ucap Nea sambil menatap Yoga dengan serius.
" Apaan?" tanya Yoga.
" Keknya Andin suka deh sama Lo" ucap Nea sedikit berpikir.
" Dih apaan sih, nggak mau gue" jawab Yoga sok nggak mau.
" Jangan gitu dikau wahai sahabat, nanti ditinggal dikau menangis" ejek Nea, karena dulu waktu SMP, Yoga mengalami hal itu.
" Heleh, diam kau Ne" ucap Yoga jengah.
" Mumpung si Andin jomblo, Yog" Nea masih berusaha.
" Terus?" balas Yoga.
" Dih, terserah lo" Nea sudah malas, dia pun hanya memainkan HP nya.
Tak lama kemudian, mereka kembali ke kelas. Mereka anak yang rajin gais, nggak pernah bolos hehe.
" Nanti malem jalan ya, Ne?" aja Kivan pada Nea.
" Mau ngapain?" tanya Nea.
" Kencan lah" jawab Kivan enteng.
" Dih emang kita jadian?" tanya Nea lagi.
" Iya, dan lo nggak boleh nolak" ucap Kivan tegas.
" Dih, nggak bisa ya. Maksa banget, kita kenal aja baru beberapa apa ini" jawab Nea sewot.
" Biarin, daripada lama-lama PDKT terus kamu diambil orang gimana?" ucap Kivan sedikit kecewa karena ditolak Nea.
" Nggak, kasih waktu kek.. Nggak langsung gini, heran" ucap Nea kemudian pergi ke bangku Andin.
" Lo kalau suka Yoga, ntar deh datang ke rumah gue. Yoga ntar ke rumah" bisik Nea pada Andin.
" Pulang sekolah?" tanya Andin juga setengah berbisik.
" Pulang dari toko buku" jawab Nea kemudian meninggalkan Andin.
" Oke, makasih Nea" teriak Andin.
" Berisik, Ndin" ucap Sam yang kebetulan lagi asik tidur.
................
Pulang sekolah.
" Kalian pulang dulu, gue mau ke toko buku dulu" ucap Nea. Mereka sudah berada di parkiran motor. Andin di jemput sopirnya.
" Hemm, hati-hati. Awas aja lu ngebut, tak kandakno mak mu" ancam Fian.
" Ahaha, iya-iya" Nea tertawa kemudian memakai helmnya.
"Anjir, dia pake gituan makin cakep. Nggak bisa ini, dia harus jadi milik gue apapun caranya" batin Kivan.
" Gue duluan, bye" Nea mengemudikan motornya dengan kecepatan rata-rata, kemudian disusul mobil Andin dari belakang.
Toko buku.
" Masa gue beli buku matematika terus sih" gumam Nea saat tak sengaja mengambil buku matematika.
" Sejarah aja dah" Nea mengembalikan buku matematika nya, kemudian dia berjalan ke arah rak buku yang menyimpan banyak buku sejarah.
Saat ingin mengambil buku yang menurutnya menarik, ada tangan lain yang ingin mengambil buku itu juga.
" Gue dulu" ucap Nea masih memegang buku tersebut.
" Jelas-jelas tangan gue duluan yang disini" pria itu kekeh.
" Yang kesini duluan kan gue" ucap Nea sengit.
" Yang megang buku ini gue dulu, jadi ini hak gue" ucap pria itu sambil membawa bukunya.
" Dasar Andre anyink" umpat Nea, Nea pun berjalan ke arah Andin yang masih asik memilih buku. " Gue duluan, Ndin. Ntar gue sharelok" ucap Nea berpamitan pada Andin.
................
Di rumah Nea.
💬Nea
📌Sharelok
Cepet, Ndin. Keburu pulang nih si Yoga.
💬Andin
Otw ngeng, tunggu.
💬Nea
Oke.
Di rumah Nea, Bang Evan, Bang Satria, dan Bangsa SOG berkumpul. Tumben. Mereka bermain PS di ruang tengah.
" Ntar temen gue kesini, kita main TOD ya" ucap Nea pada orang-orang yang sedang bermain PS.
" Iya, Gampang" jawab mereka.
Nea pun melanjutkan makan kacangnya, sambil melihat orang toxic main PS.
" Anjir, harusnya lo ke sana ogeb!" Bang Evan ngegas.
" Ck, tuh kan kebobolan" sahut Ello.
Ting tong ting tong
" Buka dek" pinta Bang Satria.
" Dih" Nea bangun dan berjalan untuk membuka pintu.
Ceklekk..
" Yok masuk, Ndin" ajak Nea.
Andin yang baru pertama kali datang, merasa cukup wah melihat rumah Nea.
" Mau makan dulu?" tawar Nea pada Andin.
" Eh, enggak usah. Kesini kan cuma main" Andin mendudukkan dirinya di sofa, matanya terus menatap Yoga yang sedang tiduran.
" Akheeem" goda Nea.
" Yok, main TOD" ajak Nea pada mereka semua, " harus ikut semua" lanjutnya.
" Iya iya, yok" ucap Bang Evan.
Diam-diam, Bang Satria selalu curi pandang pada Andin.
" Siap yaaa, putaran pertama" Nea pun memutar botolnya.
" Ahihi, Lo kena El, mau jujur apa tantangan?" tanya Nea.
" Jujur aja dah" jawab El pasrah.
" Gue yang kasih pertanyaan" sahut Dias cepat.
" Oke" ucap Nea.
" Kemarin, Lo jalan sama siapa? Jujur, gue tau lo nggak ada sepupu perempuan" tanya Dias berturut.
" Bukan siapa-siapa sih" jawab Ello.
" Bohong nih pasti" Fian tidak percaya.
Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe
terimakasih