
Nea pun langsung pergi ke kamarnya. Setelah bersih-bersih, Nea merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menyalakan laptopnya.
" Habis ini lulus, gue kuliah dimana njir" gumamnya.
" Apa ngikut Bang Sat aja kuliah di Singapura?" Gumamnya lagi.
Ceklekk...
Bang Evan dan Bang Satria masuk ke dalam kamar Nea.
" Ada apa?" Tanya Nea langsung.
" Minggu depan kita nanjak, yok" ajak bang Evan.
" Beneran?" Nea memastikan dengan mata berbinar.
" Iya, ajak Dias dan sebangsanya ya" ucap Bang Satria dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk milik Nea.
" Njir, Abang kira apaan mereka.. Weee" Nea tidak terima sahabatnya digitukan ahihi.
" Bener ya, awas aja bohong" ucap Nea memastikan lagi.
" Iya yaampun" Ucap Bang Satria, " Tadi siapa, Ne?" Tanya Bang Satria tiba-tiba.
" Temen doang, kenapa?" Jawab Nea dengan ekspresi dibuat biasa saja.
" Yakin temen nih? Kok panggil sayang sih" ledek Bang Satria.
" Dek, Lo pacaran?" Kaget Bang Evan, " Putusin dek, nggak suka abang kamu pacaran-pacaran" Bang Evan berbicara dengan nada nyolot.
" Dih, gue juga pingin tahu rasanya.. " Sewot Nea.
" Iya, nanti tapi. Jangan sekarang" ucap Bang Evan memaksa.
" Terserah gue, keluar kalian" usir Nea pada dua makhluk yang ada di kamarnya. Mereka berdua pun keluar dari kamar Nea.
GRUP WA SOG
💬Nea
Minggu depan nanjak
💬Dias
Bener, Ne?
💬Fian
Lihat nanti gaes
💬Nea
Dih, kudu ikut semua
💬Ello
Sama siapa aja?
💬Yoga
Andin ikut kah?
💬Nea
Cieeee, nanyain Andin sekarang
👤Andin
Nuh kontaknya, gue tau lo. Nomer orang kelas cuma kita-kita yang disave
💬Ello
Aseeeekkkk.. 2 orang udah nggak jomblo, tinggal kita prend🤧
💬Dias
Dih, lo kan juga otw. Nggak usah ngadi-ngadi deh, El
💬Yoga
Kok malah bahas pasangan sih😒
💬Fian
Tau ih
💬Nea
Udeh ye, besok kita beli sepatu nya, soalnya punya kita jebol semua🤣
💬Fian, Dias, Ello, Yoga
Okeeee, Ne.
Percakapan berakhir. Tiba-tiba, Yoga menelpon Nea.
📞Nea
Ape?
📞Yoga
Beneran tuh anak suka sama gue?
📞Nea
Dih, beneran lah. Kalau emang lo mau serius sama dia, sok aja. Dia baik kok, dari kelas 10 kalau gue teliti dia nggak pernah neko-neko. Kalau udah sama dia, jangan disia-siain. Kalau emang nggak suka, bilang dari sekarang. Biar dia nggak ngerasa ada harapan sama lo.
*ucap Nea panjang lebar*
📞Yoga
Astaghfirullah, iya iya. Satu-satu napa ngomongnya, Ne. Gue takut, Ne.
📞Nea
Takut apa?
📞Yoga
Emm.. takut ngecewain dia
📞Nea
Ya lo berusaha ogeb jan sampe ngecewain dia. Walaupun masa itu akan datang haha
Dah lah, selamat berjuang kawan. Doa ini selalu menyertaimu.
📞Yoga
Dih apaan sih, yowislah aku ya tak bubuk.
📞Nea
Sooooook, bye
Nea mematikan panggilannya.
" Waktunya tidur cantik" Nea pun terlelap dalam tidurnya.
..........
Nea segera turun setelah menyelesaikan keperluannya.
" Kak Sal percuma deh kesini. Cuma mampir doang, nggak ada waktu buat aku" Nea duduk di samping Bang Evan dengan muka ditekuk.
" Kan emang kakak kesini buat kerja, Ne" jelas Kak Salma.
" Iya sih, yaudin ah" Nea mengambil makanannya.
" Non, Ne. Itu ada temennya di depan" ucap Mang Rudi.
" Siapa, Mang?" tanyanya.
" Nggak tahu, Non. Tapi pake baju sekolah kok" jelas Mang Rudi. Dari situ, Nea teringat akan ucapan Kivan yang akan menjemputnya saat berangkat sekolah.
" Duh, yaudah Mang terima kasih" ucap Nea kemudian buru-buru menghabiskan makanannya, " Aku duluan ya semua, byeee" Nea melambaikan tangannya kepada semuanya setelah menyalimi orang satu persatu.
" Hati-hati" teriak Mama Nita.
..........
" Dih, napa dijemput sih" protes Nea pada Kivan.
" Nggak apa-apa, pacar sendiri juga" ucap Kivan.
" Lah? tapi aku bawa motor sendiri ya" tawar Nea.
" Nggak, cepet naik" ucap Kivan tegas. Dengan sangat terpaksa, Nea menaiki motornya Kivan. Kivan pun melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata. Tak lama, mereka berdua telah sampai di sekolah.
" Kivan harus jadi milik gue" smirk seseorang saat melihat Kivan membonceng Nea.
Di kelas.
" Ne, nanti jadi nggak?" tanya Ello setelah mendudukkan dirinya di samping Fian.
" Jadi dong, tapi gue nggak bawa motor. Ntar pulang dulu" ucap Nea.
" Mau kemana kamu?" tanya Kivan dengan kening mengkerut.
" Mau beli sepatu" jawab Nea.
" Sepatu?" tanya Kivan lagi.
" Iya sepatu buat nanjak nanti" terang Nea.
" Kalian mau nanjak?" tanya Kivan pada yang lain juga.
" Iya, kenapa? Mau ikut?" tanya Dias.
" Nggak dulu, aku ada janji juga" jawab Kivan.
" Beneran kamu nggak mau ikut?" tanya Nea sekali lagi.
" Iya, nggak. Kamu hati-hati aja" ucap Kivan sambil mengelus kepala Nea. Nea hanya tersenyum manis.
" Nanti biar sekalian aja aku anter belinya" tawar Kivan.
" Eh? Kalau kamu nggak keberatan boleh kok" ucap Nea sambil nyengir.
" Enggak, santai aja" jawab Kivan.
" Terima kasih" ucap Nea.
" Assalamualaikum anak-anak, ujian akan dilaksanakan minggu depan. Jadi dipersiapkan ya, belajar yang matang. Kalian sudah kelas 12, habis ini mau kuliah. Supaya nggak susah nanti kalian masuk kuliahnya. Dilatih dari sekarang buat ngerjain soal-soal, ya" wejengan dari Bu Nanik yang saat itu sedang mengajar di kelas 12 IPA 2.
" Iya buuu. Baik, Terima kasih" jawab anak-anak kelas.
" Baik, Ibu keluar dulu. Jangan lupa dipelajari apa yang ibu share di grup WA ya" ucap Bu Nanik dan Beliau pun keluar kelas.
" Iya buuu" jawab Sam.
" Gue ke toilet dulu" pamit Nea, padahal dia ingin pergi ke rooftop. Sesampainya di rooftop Nea langsung duduk sambil menikmati hembusan angin.
" Eh kok mendung?" gumam Nea.
" Minggu depan ujian kan ya? terus nanjaknya? Ah gue minta majuin aja besok jumat pulang sekolah" gumam Nea lagi kemudian mengambil HP nya untuk menghubungi abangnya.
📞Nea
Bang, mingdep gue ujian, nanjaknya diganti jumat besok sepulang sekolah ya
📞Bang Evan
Kok? kalau gitu kalian nggak usah ikut, gue berdua aja sama Satria.
📞Nea
Oh abang tega, iya?
*Nea berbicara dengan nada menahan tangis*
📞Bang Evan
Nggak usah cengeng deh lu, iye iye jumat besok nanjaknya.
📞Nea
Asiiikkk, makasih abang.. ummmmaaaah😘
📞Bang Evan
Dih, iyuuuuh.. Bye
Bang Evan pun langsung mematikan panggilannya.
" Napa Van?" tanya Bang Satria yang saat itu berada di ruangan Bang Evan.
" Nanjaknya ganti jumat besok, Nea minggu depan ujian" jawab Bang Evan sambil menanda tangani beberapa berkas.
" Oh, gaskeun lah" jawab Bang Satria. Bang Evan hanya memutar bola matanya.
Di sisi lain, di kelas. Fian heran, Nea belum juga kembali ke kelas padahal sudah 30 menit yang lalu.
" Nea kok belum balek juga?" tanya Fian pada orang disekitarnya.
" Emm, jangan-jangan tuh anak udah ke kantin aja" tebak Dias.
" Kesana aja yok" ajak Kivan.
" Oke"
Sesampainya di kantin, mereka semua sudah melihat beberapa sudut tapi tidak menemukan Nea.
" Kemana dah tuh anak" Ello menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Paling juga ke rooftop tuh anak" ucap Yoga yang sejak tadi diam.
" Goo kesana" ucap Ello.
Di rooftop, seorang perempuan mendudukkan dirinya sambil menutup matanya, sepertinya tertidur.
" Kan? bisa-bisanya dia tidur sendiri disini" heran Kivan.
" Udah biasa sih, Van. Kalau kelas lagi rame, Nea pasti kesini buat tidur" ucap Yoga.
" Oohh, begitu. Yaudah yok kesono" Kivan pun langsung mendudukkan dirinya di samping Nea.
Nea yang merasa ada pergerakan di sampingnya pun langsung terbangun.
" Lah? ngapain kalian kesini?" tanya Nea dengan mata yang masih mengantuk.
" Ya lo juga, tadi pamit ke toilet taunya kesini. Udah dicari-cari juga ke kantin nggak ada" terang Ello kesal.
" Dih santai napa, El" ucap Nea menahan tawanya.
" Oh ya, karena ujian juga minggu depan, nanjaknya diganti jumat besok rek" ucap Nea pada sahabatnya.
" Nah, Van? Nggak ikut? Udah ganti Jumat besok lo" tawar Fian lagi.
" Emmm.. bisa dipikirkan nanti. Gue kasih kabar pulang sekolah" jawab Kivan kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Nea.
" Oke, Van" balas Fian.
Jangan lupa, Read, like, komen, rate hehe
terimakasih