
40 Menit setelah kepergian pak Gavano, para sahabat Leeyya pun tiba.
"Leeyyaaaa...." pekiknya ketika pintu ruangan Leeyya terbuka.
"Ssssttt...." tegur perawat yang kebetulan lewat didepan ruangan Leeyya.
"Ups maaf sus.. hehe" Devo pun menutup pintu kamar rawat itu perlahan.
"Xixixi....dasar ya kalian ini, sangat tidak tahu tempat dan kondisi" sindir Leeyya.
"Ah dasar suster itu saja lewat tidak pada waktu yang tepat" seru Kania.
"Eh gimana keadaan lo Leey? kok bisa sampai dibawa kerumah sakit? sama dosen kejam itu pula" tanya Devo beruntun sambil menatap wajah Leeyya dari dekat.
Delila dan Kania yang juga penasaran pun ikut mendekat hingga membuat Leeyya harus memundurkan tubuhnya kebelakang.
"Hey, lama-lama gue jungkir balik kebelakang ini" tegur Leeyya yang tubuhnya sudah mentok kebelakang.
Ketiganya pun langsung kembali menormalkan posisi,
"Cepat jawab Leeyya" desak Kania yang makin penasaran.
"Hmm... gue juga gak tahu sih kenapa bisa ada disini dan kenapa bisa ada pak Gavano tadi di ruang kesehatan. gue sempat tidak sadarkan diri pas sadar eh sudah ada di rumah sakit" jelas Leeyya
"Oh gitu toh, ternyata pak tompel msh punya hati juga" ucap Devo
"Hei Devo, dosen itu punya nama dan namanya adalah pak Gavano bukan pak tompel tahu" ucap Leeyya tanpa sadar membela Gavano.
Devo, Delila dan Kania yang sedang menggigit snack pun tak dapat melanjutkannya, bahkan Devo sampai tersedak dibuatnya.
"Mulai membela nih" ledek Delila.
"Hoaammm....duh obat ini sungguh membuat gue ngantuk" ucap Leeyya sambil membaringkan tubuhnya di bankar.
"Mencurigakan" bisik Kania dan disetujui oleh Devo dan juga Delila.
"Leey, gue gak setuju kalau lo sama sih pak tompel" tiba-tiba Devo menyeletuk.
"Kenapa?" tanya Leeyya langsung berbalik badan.
"Benar ya lo suka pak Tompel?" selidik para sahabatnya.
"Eh enggak, gue menghargai beliau saja tahu. mana dia sudah membawa gue kerumah sakit yah gue harus tahu balas budi dong" elak Leeyya.
"Heleh, alasan. pokoknya gue gak suka sama tuh dosen. lihat ini Leey, tugas kita dibalikin" Devo mengadu
"Loh kenapa?" tanyanya.
"Halah itumah salah dia sendiri Leey, tidak bisa menjelaskan tugas yang dia bikin" sahut Kania
"Orang kerjanya copy paste punya orang mulu sih, terus gak dipelajari ya gitu deh" tambah Delila.
"Ays kalian ini bisa berhenti tidak ha" kesal Devo sambil mengerucutkan bibirnya.
"Terus kenapa punya gue dibalikin juga?" tanya Leeyya
"Yah karena lo gak ada" jawab Kania
"Kan gue sakit, jangan-jangan tadi lo gak izinin gue ya Kan?" tuduh Leeyya
"Uhhukk....duh ampe keselek gue Leey, sumpah sudah gue bilang ke Pak tom..." karena melihat Leeyya yang memelototinya Kania pun langsung mengubah panggilannya
"Gue bilang ke Pak Gavano kalau lo sakit. ini dua orang saksi masih hidup nih" ucap Leeyya sambil menunjuk Devo dan Delila.
Leeyya nampak terdiam setelah mendengarkan keluhan dari para sahabatnya itu.
"Ternyata pak Gavano memang kejam, duh Leeyya singkirkan perasaan itu, jangan sampai lo suka sama dosen itu. bisa-bisa setiap hari gue kena mental karena sering diomelin sama mulut kejamnya itu" gumam Leeyya dalam hati.
.............
G'GaZe Ventures...
Keesokan harinya, Gavano harus menghadiri sebuah rapat penting di perusahaannya. ditemani oleh Jody sebagai asisten pribadinya, Gavano atau yang lebih dikenal sebagai Mr. G itu pun berjalan menyusuri lobby menuju lift khusus presdir dengan wajah datarnya yang menyeramkan.
"Maaf Mr. G, ini berkas yang diberikan oleh perusahaan Trybhi" ujar Abi, sekretaris Gavano.
"Apakah mereka sudah datang?" tanya Gavano sambil mengambil berkas yang Abi serahkan barusan.
"10 menit lagi beliau akan tiba Mister" jawabnya.
"Oke" Gavano kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya. setelah mengambil sesuatu yang ia butuhkan, Gavano dan Jody pun menuju ruang rapat.
11 menit sudah mereka menunggu kliennya namun yang dinanti tak juga datang,
"Batalkan pertemuan ini, saya tidak akan berinvestasi diperusahaan Trybhi" Gavano berdiri lalu meninggalkan ruangan.
Ia amat membenci orang yang tidak menghargai waktu, jika kamu tidak bisa menepati janji maka semuanya akan selesai, karena Gavano tidak akan menunggu seseorang maupun memberi kesempatan.
"Tapi Mister ini baru lewat 1 menit" cegah sang sekretaris.
"1 detik pun sangat berharga untuk saya" ucapnya dengan tatapan dinginnya.
Abi pun hanya menundukkan kepalanya,
"Baik Mister, akan segera saya batalkan pertemuan ini" pasrahnya.
Telah lewat 20 menit dari waktu perjanjian, perwakilan dari Trybhi pun tiba.
"Maaf pak, tapi Mr. G sudah tidak ingin membicarakan proyek ini. kalian sudah telat 20 menit dari waktu yang telah kalian janjikan, dan saya sudah pernah bilang Mr. G tidak akan mentolerir masalah waktu. saya mohon maaf tidak bisa membantu kalian" ujar Abi
"Tunggu pak Abi, saya mohon beri kami kesempatan. Mr. G pasti suka dengan proyek ini, kami memang salah karena terlambat 10 menit, tapi kami punya alasannya pak Abi" mohon pria dari perusahaan Trybhi.
"Maaf saya tidak bisa berbuat apa-apa" setelah mengatakan yang bosnya perintahkan tadi, Abi pun langsung meninggalkan kedua perwakilan dari Trybhi.
Diruang Presdir...
Gavano kini tengah memeriksa beberapa berkas laporan dari beberapa perusahaan yang ia pegang.
"Jody, keruangan saya sekarang" titahnya
Detik berikutnya, Jody pun datang,
"Ada apa bos?" tanya Jody yang baru saja masuk keruangan Gavano
"Periksa apakah murid saya sudah pulang dari rumah sakit atau belum"
"Weesstt....tumben perduli sama cewek" ledek Jody, langsung mendapat tatapan tajam dari Gavano.
"Oke oke akan saya kerjakan bos" setelah itu Jody permisi keluar dan mulai menghubungi anak buahnya.
Tringg...
'Bos, gadis itu sudah keluar dari rumah sakit sejak pukul 7 tadi' isi pesan text dari Jody.
"Baguslah" gumam Gavano lalu ia kembali fokus pada pekerjaannya.