
Waktu terus berjalan namun Gavano tidak jua menemukan seseorang yang tepat untuk dirinya ajak bertemu orang tuanya. sedangkan waktu menuju ulang tahunnya tinggal 7 hari lagi, kini sang mama lebih sering meneror Gavano dengan menelponnya setiap saat hingga membuat Gavano semakin frustasi dengan permintaan mamanya itu.
Mama Elita Calling....
'Halo, ada apa mam?' tanya Gavano dengan nada yang sedikit malas.
'Vano, ingat ya sudah H-7. kalau belum juga ada yang kamu bawa kerumah. maka menikah saja dengan Sarah' ancam sang mama
'Mam, jangan seperti itu, nanti kalau Vano salah pilih bagaimana? menikah itu tidak mudah mama. mama kan sudah tahu akan hal itu'
'Setidaknya saat ulang tahun kamu ada yang mendampingi kamu. lagian kalian bisa bertunangan terlebih dahulu kok Vano'
'Hmm...Yasudah Vano tutup dulu ya mam, lagi banyak kerjaan. assalamualaikum' setelah mengatakannya Gavano langsung mematikan panggilan telepon tersebut.
Tak lama kemudian, datanglah Jody dengan tergopoh-gopoh ia masuk kedalam ruangan Gavano.
"Bos, ada hal penting" ucap Jody yang sedang terengah-engah.
"Ada apa sih? jangan bikin saya semakin pusing" kesal Gavano
"Maaf bos, saya baru dapat Informasi mengenai nona Leeyya" ujar Jody.
"Maksudnya?"
"Mahasiswa bos di universitas, ternyata bos nona Leeyya adalah anak dari pak Abdyan, pemilik L.A.B Company bos" mendengar penuturan sang asisten pribadinya itu, Gavano pun terkejut dan ia mulai mengepalkan tangannya, gurat kebencian kembali terlihat dari wajah tampannya.
"Jadi dia adiknya wanita sialan itu" gumam Gavano
Jody yang menyadari jika bosnya itu sudah mulai emosi kembali. Jody lagi-lagi mengucapkan sesuatu yang kembali membuat Gavano terkejut.
"Tapi bos, menurut informasi yang saya terima, Nona Leeyya merupakan anak tunggal dari pak Abdyan"
"Anak tunggal? tapi bukankah Lusi juga anak pak Abdyan?" tanya Gavano semakin penasaran dengan laporan lebih lanjut dari Jody.
"Iya bos, ternyata nona Lusi adalah anak dari pengasuh nona Leeyya. berhubung pak Abdyan melihat adanya potensi dalam diri nona Lusi, beliau pun membantu nona Lusi untuk masuk ke universitas tempat bos dulu berkuliah. dan semua biaya sekolah nona Lusi ditanggung oleh pak Abdyan bos. tapi semenjak nona Lusi mendapat beasiswa dan pergi ke prancis, mereka kehilangan kontak bahkan sang pengasuh atau ibunya nona Lusi itu juga pergi tanpa mengatakan apapun kepada pak Abdyan dan istrinya" terang Jody
"Sialan, berarti wanita itu sudah membodohiku habis-habisan. berani sekali dia menipu ku" geram Gavano.
"Jod, buat wanita itu hidup segan mati tak mau. buat dia menderita sepanjang hidupnya" ucap Gavano penuh penekanan.
"Siap bos. tapi bos..."
"Apa lagi?"
"Bagaimana bos akan menghadapi keluarga pak Abdyan? mengingat dulu bos pernah hampir membuat perusahaan pak Abdyan bangkrut. karena menarik semua investasi yang ada diperusahaan itu" Jody mengingatkan.
"Ck...bikin pusing saja. carikan wanita lain saja lah Jod" ucap Gavano kembali frustasi dengan kenyataan yang ada didepannya.
"Van, nona Leeyya ini sudah yang terbaik yang gue pilihin buat lo. jadi hanya dia kandidat terkuat untuk menjadi istri lo"
"Tapi dia sudah punya pacar" lirih Gavano sangat pelan.
"Besok kita akan keperusahaan L.A.B Company, gue dengar pak Abdyan sedang kena masalah yang memungkinkan perusahaannya akan bangkrut" tutur Jody
"Jody, kenapa hari ini semua laporan lo isinya bikin gue syok" keluh Gavano sambil menggelengkan kepalanya.
"Hehe...gue merasa terhormat dapat menyampaikan berita-berita ini bos"
"Jadi rencana lo adalah membuat gue berinvestasi diperusahaan itu lalu dengan jasa itu kita membuat Leeyya harus menikah dengan gue?"
"Yups...benar sekali"
"Tapi itu agak, memaksakan. gue kasihan sama wanita itu, dia tidak tahu apa-apa tapi harus berkorban"
"What??? come on Vano, sejak kapan elo perduli tentang nasib orang lain?" ucap Jody sembari tertawa.
"Biarpun gue kejam, tapi sama cewek gue gak akan tega. lo tahu itu"
"Hahaha iya iya gue paham. tapi hanya itu satu-satunya cara agar lo bisa bersama Leeyya"
"Baiklah lo atur saja" pungkas Gavano dan Jody pun pamit pergi dari ruangan bos sekaligus sahabatnya itu.
............
Apartemen Leeyya...
Kali ini Kania dan Delila menginap di apartemen milik Leeyya, mereka hendak mengerjakan tugas kelompok dan hendak membahas perihal Devo yang akan melamar kekasihnya itu.
"Hah....selesai juga" ucap Kania lega begitu pun dengan Delila dan Leeyya yang sedang meregangkan otot-ototnya.
"Eh Leey, waktu kalian berdiri dilapangan, Devo juga ngomong masalah melamar itu tidak?" tanya Delila.
"Hmm... ngomongin sih, gue bingung mau jawab apa, jadi gue iya-iya aja deh" jawab Leeyya
"Hmm...gimana ya ngasih tahu Devo kalau Fia itu bukan cewek baik-baik seperti yang dia banggakan selama ini" ucap Delila lagi.
"Kalau kita tidak memberitahu Devo, gue takut nanti dia akan kecewa sama kita dan gak mau lagi temenan sama kita" sahut Leeyya
"Lo bener Leey, ck....dasar cewek ****** itu bikin ribet saja" kesal Kania.
"Sebenarnya gue sempat videoin waktu gue ketemu sama Fia di club malam" celetuk Delila. kedua sahabatnya itu pun langsung menatap Delila dengan tatapan aneh.
Delila dengan segera mengeluarkan handphone-nya lalu membuka rekaman video, dimana didalam video itu terlihat ramainya muda mudi yang tengah berdansa dengan penuh suka cita. namun disamping itu, jika mereka zoom video tersebut maka terlihatlah sosok yang sangat tidak asing, siapa lagi kalau bukan Fia, kekasih dari sahabatnya.
Terlihat Fia yang bergelayutan di sisi pria yang berbadan besar, dia bermanja dan terus saja berbalasan lidah dengan pria itu. sungguh membuat Leeyya dan Kania jij*ik ketika melihatnya.
"Gila ya nih cewek, sudah dijaga jaga sama Devo. dijaga seperti berlian bahkan Devo sama sekali tidak berani menyentuh atau melecehkan Fia. eh malah dia yang melecehkan dirinya sendiri" ucap Kania tak habis pikir dengan kelakuan kekasih sahabatnya itu.
"Gue kira Fia selingkuh sama om-om yang waktu itu kita lihat di mall, eh tahu-nya sama semua pria begitu toh" ujar Leeyya yang juga tak menyangka Fia akan melakukan hal menj*jikan seperti itu.
Obrolan mereka pun terhenti tak kala cacing-cacing diperut mereka mulai protes meminta tuannya memberikan mereka makanan.
"Kita pesen makanan online aja kali ya" usul Delila yang sudah memegang handphone-nya hendak mencari makanan yang akan mereka santap.
"Eh jangan, gue sudah pesan makanan di temen gue, kayaknya dia juga sudah hampir tiba, kalau begitu gue turun dulu ya" ujar Leeyya
"Mau gue temanin gak Leey?" tawar Kania namun Leeyya langsung menggelengkan kepalanya,
"Tidak usah Kan, lo temani Delila saja disini" setelah itu, Leeyya pun berlalu meninggalkan ruang apartemennya.
Di Lobby apartemen.
Ketika tiba di lantai bawah atau lebih tepatnya di lobby apartemennya, Leeyya celingak-celinguk mencari keberadaan Ira. teman sekolahnya semasa SMA, kini temannya itu membuka bisnis antar makanan.
"Duh mana ya sih Ira, tadi katanya sudah hampir tiba" gumam Leeyya masih celingukan kesana-kemari.
Tanpa Leeyya sadari, dari belakangnya sudah berdiri seorang pria tampan dengan menggunakan setelan jas berwarna Navy yang menambah ketampanannya berkali lipat.
"Ehemm" pria itu berdehem hingga Leeyya pun terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya. ketika ia berbalik tanpa sengaja kaki Leeyya terbelit dengan kaki satunya dan membuatnya hampir saja terjatuh, namun dengan sigap pria itu membantunya hingga jarak mereka kini kurang dari 5 cm saja. hembusan nafas keduanya terasa seperti angin yang berhembus dengan lembut hingga membuat keduanya merasa tersihir dalam beberapa menit sebelum akhirnya mereka tersadar.
"Ah, maaf anda terlalu mengagetkan saya" ucap Leeyya terburu-buru.
"Tidak masalah, ayo ikut saya" ajak pria itu sembari menggandeng tangan Leeyya.
"Tunggu tunggu, lepasin tangan saya. anda gila ya? kenal enggak pernah ketemu juga enggak, main tarik-tarik saja" kesal Leeyya
"Saya tidak punya waktu untuk menjelaskannya. dan kita pernah bertemu di warung sate"
"Tetap saja saya tidak bisa ikut dengan orang yang tidak saya kenal. permisi" Leeyya yang hendak kembali ke apartemennya pun tiba-tiba merasakan tubuhnya kini tengah melayang.
Ya, pria itu dengan entengnya menggendong Leeyya seperti sedang mengangkat beras di bahunya. Leeyya terus memberontak, sampai tibalah mereka didepan sebuah mobil Koenigsegg CCXR Trevita berwarna silver.
"Masuk" titah pria tersebut sambil membukakan pintu mobilnya.
"Anda ini siapa sih? apa yang anda mau lakukan kepada saya ha?" tanya Leeyya sedikit ketakutan dengan mimik wajah pria itu yang seakan terus mengintimidasinya.
"Tidak perlu takut, saya Mr. G mungkin kamu sudah cukup mengenal saya..."
"What? mengenal anda? tentu saja tidak sama sekali tuan G" potong Leeyya menyindir.
Srrreettt.....
Gavano yang geram dengan ucapan Leeyya pun langsung mengerem mobilnya hingga membuat kepala Leeyya yang belum melakukan persiapan itu pun terbentur di dashboard.
"Awwwss... ck..." kesal Leeyya.
Melihat Leeyya yang kesakitan, Gavano malah nampak menahan tawanya ketika melihat mimik wajah Leeyya yang begitu lucu baginya.
"Makanya seat belt nya dipakai" ucap Gavano dengan santainya.
"Anda tidak lihat ini seat belt sudah terpasang sangat rapi disini? dasar anda saja yang tidak benar membawa mobilnya" gerutunya seraya memegangi jidatnya yang masih terasa nyeri.
"Tidak disangka nona Leeyya cukup cerewet juga ternyata"
"Dari mana anda tahu nama saya? saya tidak pernah menyebut nama saya sedari tadi"
"Cukup dengarkan saya baik-baik, saya akan melamar kamu besok. jadi persiapkan diri anda baik-baik, sekarang saya akan menghantarkan anda kerumah pak Abdyan" ucap Gavano
"Hei hei hei...jangan asal ngomong ngelamar aja, saya..."
"Aduh gak usah formal formal banget deh sama orang begini" gumamnya
"Jangan asal ngelamar saja, gue gak kenal elo dan elo gak enak gue. jadi berhenti bermain-main seperti ini" tambah Leeyya dan ia langsung keluar dari mobil tersebut.
Braakkkk.....
"Wooiii...bisa kali nutup pintu pelan-pelan, ini mobil kesayangan gue"
"Emang lo doang yang bisa ngomong lo lo gue gue. aaayyss...sialan" gerutu Gavano sangat kesal bukan saja karena Leeyya tadi membanting pintu mobilnya dengan cukup keras, namun juga karena hanya Leeyya yang menolak Gavano secara terang-terangan. ia adalah wanita satu-satunya yang berani menolak pesona dari Mr. G alias Gavano Galaksa Zergio.