Mysterious Lecturers

Mysterious Lecturers
Chapter 20. Pertarungan



Universitas Vanca...


Seusai sarapan dan berbincang sebentar dengan keluarga Gavano, Leeyya pun kini sudah kembali keaktivitasnya sebagai mahasiswi di universitas Vanca. siang ini kembali ia akan bertemu dengan dosen tompelnya.


Sambil menunggu waktu mata kuliahnya, Leeyya bertolak dulu menuju perpustakaan. ia hendak mencari buku referensi untuk tugasnya. ditengah pencariannya itu tak sengaja ia melihat dua orang mahasiswa yang tengah berci*man disudut perpustakaan, sungguh membuat Leeyya ji*jk.


Saat hendak berbalik badan, Leeyya justru menabrak seseorang. otot-otot tubuhnya terasa keras, hingga Leeyya merasakan sedikit sakit dikepalanya akibat terbentur tubuh orang itu.


"Anda tidak apa-apa?" tanyanya


"Eh pak tom...emm maaf pak saya tidak sengaja"


"Apa yang anda lihat sampai tidak lihat jalan lagi?"


"Hah! tidak pak, saya tidak lihat apa-apa, sungguh. kalau begitu saya permisi pak" pamit Leeyya


"Gilaa ototnya pak tompel keras banget, berarti dia suka berolahraga dong. aaa andai gue bisa pegang ototnya" gumam Leeyya seraya menghayal


"Astaga Leey, tidak tidak.. jangan berfikiran aneh-aneh. ingat sekarang lo sudah punya suami" gumamnya kembali tersadar dengan realita hidupnya kini.


Disaat Leeyya berjalan, tanpa sadar dibelakangnya sudah ada trio usil. yah siapa lagi kalau bukan Devo, Kania dan Delila. ketiganya mengendap tanpa suara dan.....


"Woooiiii" seketika membuat Leeyya terkejut hingga tubuhnya terhuyung beberapa langkah ke belakang.


"Astaga....kalian ini. untung gue gak punya riwayat penyakit jantung. kalau tidak bisa mati ditempat gue" kesal Leeyya seraya mengelus-elus dadanya.


"Hahahahaa....habis elo sih serius amat tuh muka kayak beban hidup lo keberatan" ujar Devo membuat semuanya tertawa.


"Hidup lo tuh yang keberatan, kan habis ditinggal pacar menikah hahahhaa"


"Iisss...gak asik lo Leey" kesal Devo lalu pergi meninggalkan semuanya


"Dih ngambek dia?" tanya Leeyya.


"Biarin Leey, biar cepat move on nya. kita ungkit aja terus haha" tambah Kania namun tidak dengan Delila yang nampaknya tidak senang mendengar ide kedua sahabatnya ini


"Kalian jangan gitu dong, kasihan Devo. coba kalau kalian diposisinya apakah akan semudah itu melupakan seseorang?" kesal Delila lalu ikut pergi dan kini hanya menyisahkan Kania dan Leeyya yang masih kebingungan dengan kondisi ini.


"Kan, lo sepemikiran gak sama gue?" tanya Leeyya


"Sepertinya sama Leey" jawab Kania, kini mereka saling bertatapan dan tertawa.


"Tinggal tunggu saja kita Leey, akan ada kabar gembira nih"


"Hahaha betul betul betul" kemudian keduanya pun menyusul kedua sahabatnya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


.............


Ruangan Dosen....


Didalam ruangan, terlihat Gavano yang sedang memeriksa tugas mahasiswanya. namun tiba-tiba ia kefikiran sesuatu.


Drrtt....drrrtt....


Jody Call...


'Halo bos'


'Ada apa?'


'Gawat bos, golden fire akan menyerang markas sepertinya pimpinannya yang psikopat itu turun tangan saya khawatir anggota kita tidak mampu menghadapi ketua golden fire bos'


'Ck...sia*ln berani sekali mereka menyerang GZor Black. saya akan kesana dalam 30 menit. semua anggota suruh bersembunyi sampai saya tiba'


'Baik bos'


Gavano keluar dari ruangannya dengan terburu-buru, tak sengaja ia melihat Leeyya bersama sahabat-sahabatnya.


"Kalian, bilang sama teman-teman kalian yang mengambil mata kuliah saya, hari ini saya tidak bisa masuk, karena ada urusan mendesak. jadi tidak perlu menunggu saya. terimakasih" ucapnya lalu melenggang pergi.


"Pak Gavano kenapa terburu-buru sekali ya?" batin Leeyya sedikit merasa cemas.


"Yess.... Alhamdulillah pak tompel tidak masuk. akhirnya tidak perlu tegang hari ini haha" Ucap Devo kesenangan.


"Dasar lo Dev, paling senang sekali kalau dosen tidak masuk" sindir Kania


"Yaiyalah, memangnya kalian tidak senang ha?"


"Biasa saja sih, kami kan anak cerdas jadi malah sayang kalau dosennya gak masuk, yakan Lil, Kan" ledek Leeyya


"Cih, siiiooombong amat" kesal Devo


"Hah!"


"Waduh gawat, bagaimana ini. mana mungkin gue keapart bisa-bisa gue digolok Mr. G nih" batinnya


"Emm....gue sudah gak tinggal diapart Guys"


"Lah kenapa Leey?" tanya Delila


"Hemm...papi pengen gue tinggal dirumah saja, terus mami juga minta gue gak tinggal di apart lagi yaudah gue bisa apa" jawab Leeyya meyakinkan.


"Yaahh sayang banget dong. padahal apart lo kan markas kita yang paling nyaman" ucap Devo sedih.


"Iya Leey, gue nyaman banget di apart lo itu, gak bisa apa lo bujuk bokap nyokap lo" tambah Kania


"Sudah gue coba tapi tetap gak merubah hasil" pungkasnya dan akhirnya mereka pun mengerti dan tak lagi mempermasalahkannya.


..............


Kembali ke markas besar GZor Black.


Seperti yang telah Gavano janjikan, dalam waktu 30 menit ia benar-benar tiba di markas besar GZor Black. seperti arahannya sebelumnya, semua anggota benar-benar telah bersembunyi. kini Gavano berdiri tepat di depan pintu markas, lengkap dengan topeng yang biasa ia kenakan. seperti panglima perang Gavano berdiri tegap, menantikan kedatangan anggota golden fire dimarkasnya itu.


"Kalian ingat, jangan keluar sampai situasi mendesak. lihat lawan jika mereka merasa sudah menang dan merasa tak ada ancaman maka kita langsung bergerak. karena otomatis mereka akan lengah dan pertahanannya akan kendor" ucap Jody memberikan arahan kepada para anggotanya.


"Siap tuan" jawab semua anggota serentak.


15 menit kemudian, anggota golden fire benar-benar datang. dari kejauhan terlihat bendera berlambangkan api itu berkibaran. memperlihatkan betapa membaranya semangat mereka untuk menghabisi GZor Black. tapi selama pemimpinnya Gavano maka tidak akan ada yang bisa menyentuh ujung pintu pun dari markas GZor Black.


"Hahahaha lihat lah semuanya, siapa yang menyambut kita ini" ucap ketua golden fire.


"Tidak disangka, kehadiran golden fire sangat dinantikan oleh Mr. G yang sangat terkenal ini" tambahnya lagi.


Gavano tersenyum, lantas berkata.


"Selalu banyak omong, ada apa kau datang kemarkas GZor Black? sudah tidak sabar kah menantikan malaikat maut mencabut nyawamu?"


"Kurang ajar. kau hanya sendiri mana anggota mu? takutkah mereka? hingga meninggalkan kau seorang diri hahahaha sangat disayangkan ya Mr. G"


"Tidak perlu banyak bicara, majulah" Gavano dengan lantangnya.


"cih, serang" titah ketua golden fire itu.


Seketika pertempuran ratusan anggota golden fire melawan satu orang yaitu Gavano pun dimulai. sangat mudah bagi Gavano mengalahkan semua anggota golden fire. namun ia tak ingin tenaganya habis sebelum melawan ketuanya. jadi ia memberikan kode untuk para anggotanya keluar dari persembunyian.


Pertempuran antar kelompok mafia itu pun tak terelakkan, kini Gavano tengah melawan tangan kanan golden fire. hanya dalam waktu 5 menit saja, Gavano sudah bisa mengalahkan 3 orang kepercayaan ketua golden fire.


"Kurang ajarrr...." geram ketua golden fire kini dendamnya semakin memuncak.


"Turunlah, jangan jadi pengecut yang hanya bisa beromong kosong dari sana" teriak Gavano.


Mendengar tantangan dari ketua GZor Black itu, membuat ketua golden fire semakin murka. ia turun dari mobilnya dengan membawa samurai panjang ditangan kanannya.


Lantas Gavano pun mengambil kayu yang ada disana, dan pertarungan mereka pun dimulai.


Tinggg....bugghh...tiingg...tingg....


"Hahaha hanya segitu kemampuanmu, tapi bernyali besar untuk menyerang GZor Black. sungguh bosan hidup" Ucap Gavano dengan smirknya yang menyeramkan.


Melihat tatapan seram Gavano, Ketua golden fire mulai gugup dan merasa takut. auranya terasa lebih kejam dari iblis.


Benar saja sekali langkah, kini samurai itu sudah berpindah ketangan Gavano. dan .....


Srriinnng....


tukk....tukk...tuukk...


Kepala ketua golden fire putus dan menggelinding ketanah. semua anggota yang tengah bertarung itu pun seketika menghentikan pertarungannya.


Mereka menelan salivanya dengan susah payah, sungguh mengerikan sekali Mr. G ini, fikir semua anggota golden fire dan juga GZor Black. mereka sangat ketakutan melihat ketua dan orang-orang kepercayaan golden fire mati dengan tragis ditangan ketua GZor Black. seketika semua anggota golden fire bertekuk lutut, memohon agar Gavano mau mengampuni mereka dan membebaskan mereka.


"Bawa mereka" titahnya


"Siap Mr. G" semua anggota golden fire pun dibawa masuk kedalam markas. setelah pertempuran ini, semua anggota golden fire pun resmi masuk menjadi anggota GZor Black. itu atas permintaan mereka sendiri dan tentunya sudah melewati uji coba yang diberikan oleh Jody dan anggota lainnya.


"Jod, urus semua mayat yang ada di luar. saya akan kembali sekarang" titah Gavano


"Oh ya satu lagi, perintahkan orang untuk selalu mengawasi Leeyya. bila perlu 24 jam, laporkan kepada saya apapun itu" tambahnya lalu meninggalkan markas GZor Black.


Jody menunduk memberi hormat, ia paham dengan semua titah yang Gavano berikan kepadanya. lalu ia mengerahkan semua anggota untuk membereskan kekacauan yang disebabkan oleh golden fire tadi. semua orang pun bergegas menguburkan mayat-mayat anggota beserta ketua golden fire itu.