
Seperti yang sudah Gavano perintahkan kemarin, kini Jody telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. sebuah paket telah ia kirimkan dan diperuntukkan untuk tuan Wilson di Will Production.
Tuan Wilson yang masih berada diruang rapat itu pun merasa keheranan, mengapa bisa ada seorang kurir yang menyelonong masuk hingga keruang rapat diperusahaannya itu.
Dia tidak tahu saja jika kurir tersebut merupakan anggota dari GZor Black yang menyamar demi misi yang telah Gavano berikan.
"Tunggu, siapa yang menyuruh kamu untuk masuk keruang rapat perusahaan saya?" tanya tuan Wilson dengan wajah kesalnya.
Tanpa menjawab pertanyaan yang tuan Wilson ajukan, kurir itu langsung meletakkan sebuah kotak berukuran sedang di hadapannya dan kurir tersebut pun berlalu tanpa mengindahkan teriakan tuan Wilson yang kini tengah mengamuk.
"Sialan, dari jasa kirim mana orang itu? cepat cari tahu dan perintahkan mereka memecat orang itu" teriak tuan Wilson kepada para karyawannya yang masih berada diruangan itu.
"Nia, cepat buka paket itu" titahnya seraya menunjuk paket yang kurir tadi berikan.
"Baik tuan" Nia selaku sekretaris tuan Wilson pun beranjak dari kursinya dan mulai membuka kotak tersebut.
"Aaaaakkkhhh..." pekiknya yang melengking memekakkan telinga.
"Ada ap...haaahhhh" tuan Wilson ikut terkejut setelah melihat isi dari kota tersebut.
Di dalam kotak itu terdapat sepasang mata dan tangan yang masih dibasahi oleh darah segar. juga terdapat sepucuk surat yang sudah dipenuhi bercak berwarna merah.
~ Hello Loser...
Bagaimana ini anak buahmu sungguh lemah, untuk menyentuh ujung bajuku pun ia tak mampu. ohhh ya, saya lupa. bosnya saja pecundang bagaimana anak buahnya tidak pecundang?
Saya ingatkan sekali lagi, jangan buat masalah selagi saya masih diam. Mengerti tuan Wilson?
Mr. G
"Sia*lan...." geramnya sambil meremas kertas itu dengan kuat.
"Tunda rapat hari ini" tuan Wilson langsung pergi meninggalkan ruangan dengan amarah yang memuncak. membuat semua karyawannya semakin gemetar ketakutan, mereka semua tahu jika tuan Wilson sangatlah arogan ia tidak akan segan-segan untuk menghabisi siapa saja yang berani melawannya.
"Haduh siapa orang malang yang berani menentang tuan Wilson ya?" bisik para karyawan yang kini berita tersebut telah menyebar diseluruh perusahaan.
"Tadi sih gue sempat mengintip, ada tulisan Mr. G di surat itu"
"Mr. G yang saya tahu adalah pemilik perusahaan investasi terbesar di Asia, G'GaZe Ventures bukan?" tebak salah satu karyawati disana.
"Yups, G'GaZe Ventures" sahut yang lainnya.
"OMG !!! itukan bebebnya aku, Mr. G CEO terganteng sepanjang masa" puji rekan lainnya.
............
Di sebuah apartement, Leeyya dan teman-temannya kini asik menonton film yang mereka semua sangat gemari, apalagi kalau bukan sebuah film yang bergenre horor.
"Aaaaakkkhhh..." teriak mereka serentak.
"Awas mbak di belakang lo itu wooii" pekik mereka dengan hebohnya hingga akhirnya film pun berakhir.
"Yaahh ... habiss" keluh mereka.
"Eh kalian gak laper?" tanya Leeyya kepada para sahabatnya.
"Pakai acara nanya pula kau Leeyya, jelaslah abangmu ini lapar" sahut Devo sambil menirukan logat orang yang difilm tadi.
"Sok bisa bahasa Medan segala lo Dev Dev, gak cocok tahu" ledek Delila.
"Syirik aja deh lo" timpalnya.
"Udah ah ribut mulu kalian berdua, ayo Leey kita cari makan sekitar apartemen lo aja. sate didepan apartemen lo kan enak" ajak Kania lalu Leeyya dan kedua temannya itu pun setujuh.
"Kalian berdua aja ya yang keluar, gue mau rebahan dulu" Devo langsung merebahkan tubuhnya disofa milik Leeyya.
"Susah emang kalau punya teman kaum rebahan kayak dia" sindir Kania sontak membuat Leeyya dan Delila tertawa.
"Gue disini ya Kan, Leey, gue siapin untuk makan kita nanti" ucap Delila, Leeyya dan Kania mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Devo dan Delila diapartemen Leeyya.
Di luar apartemen, Leeyya dan Kania kini sudah berada di sebuah warung sate yang Kania sebutkan tadi.
"Sudah gue bilang kan, sate disini selalu antri panjang" timpal Leeyya.
"Yah, terus gimana dong Leey, gue pengen banget sate nih" keluhnya.
"Hemm...sekitar 100 Meter dari sini ada sih sate juga, gimana kalau kita beli disana saja, kasihan juga Delila dan Devo nanti kelamaan lagi nunggu kita" ajak Leeyya dan Kania pun menyetujuinya.
Benar saja 100 meter dari sana, ada warung sate lagi. namun kali ini ada yang mengetuk hati Leeyya, pedagang sate itu merupakan seorang wanita dan pria paruh baya, mereka berjualan sate dengan seorang anak perempuan, setelah mereka sedikit mengobrol, ternyata anak perempuan itu adalah cucu dari mereka. orang tuanya telah bercerai dan ibu dari sang anak perempuan itu pergi menjadi TKI di arab.
Saat mereka masih merasa terharu dengan cerita dari kedua orang tua ini, tiba-tiba ada seorang pria tampan datang kewarung itu.
"OMG!!! Mr. G, Leey,, Leey,, itu Mr. G Leey ya ampun lebih tampan aslinya dari pada yang ada di layar tv" puji Kania ketika pria tampan itu hendak memesan sate disana.
"Siapa itu Mr. G?" gumam Leeyya yang memang tidak mengenal Gavano tanpa menggunakan tompelnya.
"Gilaa Leey, pria miliarder seperti dia makan di pinggir jalan Leey. ya ampun sungguh pria kaya yang tidak sombong, paket komplit banget" lagi-lagi Leeyya harus mendengar sahabatnya itu memuji pria yang tidak dikenalnya.
"Ini kak satenya sudah jadi, totalnya 80 ribu kak" kata anak perempuan itu seraya menyerahkan pesanan Leeyya dan Kania.
"Oh ya, ini dek uangnya, kembaliannya disimpan saja ya. terimakasih" ucap Leeyya sedangkan Kania masih saja sibuk menatap pria idamannya itu.
"Terimakasih kak, semoga Allah membalas kebaikan kakak" balas gadis perempuan itu seraga tersenyum senang.
Gavano melihat semua interaksi yang Leeyya dan temannya lakukan sedari tadi, lewat ekor matanya, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana sosok wanita cantik tersebut. kebaikan dan kepolosan Leeyya berhasil membuat kedua sudut bibirnya terangkat walaupun hanya terangkat sedikit.
"Udah jauh woii...masih aja senyam senyum sendiri" ledek Leeyya
"Ah Leey, kayaknya gue gak bisa tidur deh malam ini. sungguh indah sekali ciptaan yang maha kuasa" lagi-lagi Kania menggila membuat Leeyya hanya menggelengkan kepalanya.
"Lebay banget lo Kan"
Mereka pun kembali ke apartemen Leeyya,
"Lama banget sih kalian, untung gue gak mati kelaparan disini" gerutu Devo
"Nih anak kesambet hantu tadi ya Leey? senyam senyum sendiri begitu" heran Delila begitupun Devo yang juga menyadari keanehan sahabatnya itu.
Leeyya hanya tersenyum melihat kebingungan Delila dan Devo,
"Dari di jalan tadi tuh anak begitu" timpal Leeyya, seraya menyiapkan makanan mereka.
"Woi Kania, sadar... jangan sampai jurus ruqyah gue keluar" bisik Devo sontak Kania langsung memukul Devo hingga Devo terpental kebelakang.
"Awwws...busyet nih cewek tenaganya melebihi chris john" keluh Devo
"Hahaha....Dev lo laki, bisa-bisanya mental didorong Kania" ledek Delila.
"Kalian harus tahu, gue tadi...ketemu Mr.G dong" hebohnya sembari tersenyum senang.
"Hah serius? Leey ini beneran kalian bertemu Mr.G?" kini Devo amat terkejut setelah mendengar penuturan Kania.
"Gue gak tahu, Mr. G siapa aja gue gak kenal" jawab Leeyya dengan polosnya.
"Whattt???" pekik ketiganya serentak.
"Wooo....kompaknya sahabat-sahabat ku ini" canda Leeyya.
"Kita serius Leey, lo gak tahu siapa itu Mr.G?" tanya Delila diikuti Devo dan Kania yang sudah menatap Leeyya dengan heran.
Leeyya mengangguk seraya menggigit sate yang ada ditangannya,
"Leeyya Faleesha Ablia, Dengarkan baik-baik ya, Mr. G itu adalah CEO dari perusahaan investasi terbesar di Asia apalagi kalau bukan G'GaZe Ventures" jelas Delila penuh semangat.
"Ohh begitu" jawaban Leeyya lagi-lagi membuat para sahabatnya itu melongo tak percaya.
"Duh Leey, Leey, andai gue secantik lo ya, pasti udah gue ajakin kencan tuh Mr. G" ucap Kania yang gemas melihat kepolosan Leeyya.
Namun Leeyya tetap cuek, dan tetap melanjutkan makannya yang tertunda karena obrolan yang tidak ia mengerti.