Mysterious Lecturers

Mysterious Lecturers
Chapter 1. Awal Mula



Waktu telah menunjukkan pukul 07.30 Wib. Gavano yang telah rapi dengan setelan kemejanya itu pun melangkahkan kakinya. berjalan dengan tegas, seraya menenteng tas kulitnya berpadu dengan wajah datar tak tersentuh, ia pun terus berjalan menuruni anak tangga.


"Selamat pagi tuan Vano" sapa pak Joko seorang kepala pelayan dikediaman Gavano.


Tanpa menjawab sapaan dari para pelayannya, Gavano terus berjalan menuju meja makan.


"Morning Mam, Pa, Oma" sapanya dengan senyuman manisnya, sangat jauh berbeda saat ia disapa oleh orang lain.


"Morning to sayang" balas mamanya disertai senyuman dari oma dan papanya.


"Zita mana Mam?" Vano menanyakan adik kesayangannya.


"Seperti tidak tahu saja kelakuan adikmu itu Van, paling juga kesiangan lagi" jawab papanya


Mereka pun akhirnya memulai sarapannya tanpa sang adik.


"Vano, kapan kamu akan membawa menantu kami hm?" tanya Papanya setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka.


"Vano sudah telat, Vano berangkat dulu ya mam, pa, oma" pamitnya ingin menghindari topik yang amat Gavano benci.


"Dasar anak itu, selalu saja menghindar kalau ditanya soal jodoh" kesal papa Zergio.


"Sabar Yo, namanya pernah tersakiti pasti butuh waktu, kita berdoa saja semoga Vano dapat segera menemukan obatnya" sahut oma Venna.


..........


Universitas Vanca...


Disebuah parkiran, Leeyya tengah menanti para sahabatnya, mereka telah janjian untuk datang ke kampus lebih awal. namun, hingga pukul 07.45 wib para sahabatnya itu pun belum juga terlihat batang hidungnya, membuat Leeyya yang amat menghargai waktu itupun kesal. akhirnya Leeyya pun memutuskan untuk keperpustakaan terlebih dahulu.


Saking asiknya membaca buku, ia sampai lupa jika ia ada kelas pada pukul 9. Untung saja Leeyya melihat ponselnya, ternyata sudah ada 15 kali panggilan tak terjawab dari para sahabatnya. Leeyya langsung bergegas meninggalkan perpustakaan, ia berlari menyusuri koridor hingga ia menabrak mahasiswa lainnya beberapa kali.


Hosh...hoshh...


Tiba di depan kelasnya, ternyata dosen mata kuliah itu telah memulai mata kuliahnya.


"Astaga gue telat 10 menit" resahnya, lalu ia memberanikan diri mengetuk pintu ruang kelasnya.


tok..tok..tok...


Mendengar ketukan dari balik pintu, semua mata pun langsung menoleh kearah sumber suara.


"Maaf pak saya...."


"Pukul berapa sekarang?" tanya Vano tanpa melihat kearah Leeyya.


"Pukul 9 lewat 10 menit pak" jawab Leeyya seraya menundukkan kepalanya.


"Baru hari pertama masuk kuliah sudah terlambat, kamu berdiri menghadap tembok sampai jam saya selesai" ucapnya ketus lalu kembali melanjutkan pelajarannya.


Leeyya pun menuruti ucapan dosennya itu dan mulai menghadap tembok sesuai dengan perintah dari pak Gavano tadi.


"Wah gila nih pak tompel, ga ada ampun" Devo berbisik pada teman sebelahnya.


"Jika masih mau berbisik silahkan temani teman kalian itu" sindir Vano tanpa melihat kearah Devo.


Seketika kelas pun menjadi hening, hanya ada suara Gavano yang tengah menerangkan mata kuliah hari ini. hingga tanpa sadar waktu belajar mereka pun telah usai. Gavano menutup mata kuliahnya lalu pergi begitu saja melewati Leeyya yang masih berdiri menghadap tembok didekat pintu ruang kelasnya.


"Pak..." lirih Leeyya lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Leey, lo dari mana aja ? tumben bisa telat begini?" tanya Devo heboh.


Leeyya pun langsung menatap ketiga sahabatnya itu dengan tatapan sinis dan berlalu begitu saja. sebenarnya ia tidak marah dengan para sahabatnya itu, namun ia hanya ingin menjahili mereka saja.


"Eh lekong, kok jadi gue sih, itu sih Dalila noh lama banget makannya" kini gantian Kania yang menyalahkan Dalila.


"Lah kok gue, tadi kan sih Leeyy...a....ah iya Leeyya udah duluan hehe..." Dalila seketika menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hahaha muka lo jelek banget Lil" akhirnya Leeyya tak mampu menahan tawanya akibat melihat wajah bersalah dari ketiga sahabatnya itu.


"Ah rese lo Leey, tapi syukurlah kalau lo ga marah sama kita, gue jadi lega" ungkap Kania dan disetujui oleh Devo dan Dalila.


"Hemm... gue kesel sih tapi bukan karena kalian tapi pak Gavano. padahal kan baru pertama masuk ya, masa ga ada peringatan dulu gitu, ini gue langsung dihukum dong" keluhnya.


"Iya gue aja ngomong udah sekecil semut masih bisa dong dia mendengarnya" sambung Devo.


"Kalau lo mah mungkin pak Gavano sudah tahu kalau lo rajanya gosip Dev...hahaha" canda Dalila disambut dengan tawa dari Leeyya dan juga Kania.


"Sialan lo Lil" kesal Devo.


"Sudahlah Leey, pak Gavano itu mirip lo juga kan, harus on time mungkin dia juga kelewat disiplin makanya lo jadi dihukum supaya jadi pelajaran juga buat yang lain" ujar Kania.


"Wehh tumben lo Kan, ngomongnya bener" Devo menyeletuk.


"Iya sih, salah gue juga karena terlambat, padahal baru mulai perkuliahan semester ini" sesal Leeyya.


"Yasudah lah tidak usah difikirin lagi, mending kita kekantin yuk laper banget gue" ajak Dalila.


"Lo mah emang laper mulu bu gendut" sindir Devo.


Dan akhirnya keempat sekawan itu pun melangkahkan kakinya menuju kantin kampus.


Dikantin cukup ramai, banyak mahasiswa dari jurusan lain yang juga makan disana.


"Eh penuh guys, apa kita makan diluar kampus aja?" tanya Kania.


"Kalau makan diluar waktu yang kita butuhkan untuk perjalanan sampai selesai makan dan kembali lagi kesini itu 1 jam sangat tidak efisien kalau kita masuk kelas lagi pukul 1 nanti" ucap Leeyya.


"Astagaa...ibu waktu jam 1 itu masih lama, lagian itukan jamnya ibu Leli, dia kan biasanya telat masuk kekelas itu setengah jam jadi kita memulai mata kuliah pada pukul setengah dua nanti apakah anda lupa ibu waktu?" terang Devo dengan gaya gemulainya.


"Udah yuk capcuss, gak usah kebanyakan mikir nanti botak" Devo akhirnya menggeret Leeyya dan kedua sahabatnya yang lain.


Di tengah perjalanan, tanpa sengaja Leeyya melihat seseorang yang tak asing baginya sedang berbincang dengan beberapa pria berbadan tegap dengan setelan jas berwarna hitam ditambah dengan kaca mata hitam bertengger dihidung mancung mereka.


"Pak Gavano" lirihnya dari balik kaca mobil.


.................................................................



Gavano Galaksa Zergio ( 27 th )


Memiliki tinggi 170 cm, berkulit sawo matang.


Sangat disiplin dan bertanggung jawab.


Pernah tersakiti sehingga membuatnya menjauh dari para wanita.



Leeyya Faleesha Ablia ( 19 th )


Memiliki tinggi 159 cm, memiliki kulit putih cerah, termasuk mahasiswi yang cerdas, dan selalu disiplin akan waktu dan memiliki sifat yang ceria.


Belum pernah menjalin hubungan karena fokusnya adalah menjadi wanita muda yang sukses.