
Beginilah hidup, mungkin sesuatu yang kita tidak suka itu adalah sesuatu yang kita harapkan kemudian hari. Dan mungkin salah sesuatu yang kita anggap itu baik,adalah yang akan balik menikam kita dan mencelakai kita.
Hari- hari di kampus memang sangat sulit bagiku, kehidupannya sangat berbeda dengan
kehidupanku di Indonesia, aku harus berbahasa asing yang sungguh membuatku
sangat kaku di sini, dan juga karna pernikahan mendadak ini.
Aku merasa ingin menolak, tapi aku sangat ingin membahagiakan kakek dan orang tuaku,
kehidupan ini benar benar rumit.
Karna asik melamun syeera tidak sadar bahwa kelasnya sudah selesai. Dan itu membuatnya tertinggal di kelas, dan saat ia sadar bahwa ia sudah tidak ada orang lagi di
kelas ia pun keluar dengan tergesa gesa.
"Huff… untung saja! Dimana Ryuu? “ dan Syeera pun menelpon Ryuu dan beberapa saat panggilan itu di angkat.
"Maaf Ryuu, apakah anda masih lama, kalau misalnya masih lama, saya akan pulang
sendiri.”Kata syeera yang dibalas dengan tolakan dari Ryuu
"Hn aku sudah selesai tunggu aku di parkiran, aku akan segera kesana” jawab Ryuu di Sebrang sana
Dan panggilan itu pun berakhir, dan di iringi dengan langkah syeera yang menuju
parkiran, gadis cantik ini begitu mengesankan dengan aura yang berbeda saat ia berjalan menyusuri koridor kampus menuju parkiran. Dengan balutan gamis abaya hitam dengan hijab hitam membuat gadis belasteran ini terlihat aneh, bahkan sangat cantik dan terkesan elegan.
Sesampainya di sana syeera menuju mobil calon suaminya dan disana ia melihat Ryuu berdiri di samping mobil layaknya model pria dengan postur tubuh yang besar dan
tinggi, lagi pula kenapa wajahnya seperti oppa oppa korea, padahal ia benci
sekali dengan pria korea, menurutnya pria yang pupur dan lipstick terlihat menjijikan, ia bahkan sangat mendambakan pria yang berdarah timur tengah, tapi sungguh ia malah mendapat jodoh yang sangat ia hindari.
"Maaf,lama menunggu ya?" Ujar syeera pada ryuu dengan senyum yang sangat manis menurut ryuu”
"Hn ayo cepat kita akan pulang dan mendiskusikan acara pernikahan kita, orang tuamu sudah datang.” Ujar Ryuu
"Benarkah, saya tidak tau apakah kakek yang menghubungi anda?” kata syeera dan dihadiahkan tatapan tidak suka dari Ryuu
"Berhenti memanggilku dengan sebutan Anda, tidak perlu terlalu formal.”jengah Ryuu
Ehh maaf Ryuu,An- Ehh...maaf maksud saya kamu pasti merasa tidak suka dengan panggilan itu, saya kira kamu akan risih dengan panggilan saya seperti ini.ujar syeera”
"Tidak aku tidak akan merasa risih apabila yang memanggil itu adalah calon istriku sendiri.”ujar Ryuu dengan santai, dan syeera menunduk karna pipinya merona saat mendengar perkataan ryuu, dan itu tak luput dari pandangan Ryuu dan ia hanya tersenyum tipis.
27 menit kemudian.
"Hn, lusa adalah tanggal penentuan pernikahan kita, dan jangan lupa berdandang yang cantik” ujar Ryuu dan ia pun pergi dengan terus tersenyum di balik kemudi,
sungguh ini bukan seperti Ryuu yang biasanya, Ryuu yang dingin dan tak mudah senyum, ohhh ternyata kehadiran muslimah cantik ini membuat Ryuu berubah
Syeera pun memasuki rumah yang besar ini, dan ia melihat ummi dan abinya di ruang makan, Bersanda gurau.
"Assalamuallaikum, ternyata ummi dan abi datang juga. Kenapa syeera tidak di hubungi”Tanya syeera pada orang tuanya yang di hadiahan senyum tanpa rasa bersalah.
Waallaikumsalam, ohh putri cantikku ternyata sudah besar, abi sangat merindukanmu nak” ujar abi syeera dengan langkah yang mendekati syeera lalu ia memeluk syeera dan mencium putri kecilnya.
'Ehh abi!! Syeera pun rindu dengan abi, syeera sangat ingin abi di sini lama.Dan karna keinginan kakek yang aneh aneh syeera harus menikah secepat ini dan tak bisa bermanja ria
dengan abii” jawab syeera dengan balas memeluk tubuh abinya yang sangat ia sayang ini, mendengar perkataan cucunya ia pun memanyunkan bibirnya seakan ngambek kepada cucu cantiknya ini.
Setelah melepas pelukan itu,Syeera dan abinya pun pergi keruang tamu seperti sepasang kekasih yang saling melepas rindu, dan ummi hanya tersenyum melihat interaksi sang ayah dan anak, yang sebentar lagi yang akan menikah dan beralih pertanggung
jawaban pengasuhan anaknya.
"Lihat suamimu dengan anakmu itu, kenapa ia berinteraksi seperti sepasang kekasih yang
saling merindukan,itu membuatku cemburu”ujar sang kakek dengan nada merajuk
"Mereka memang seperti itu, syeera bahkan pernah bercerita bahwa ia sangat tidak rela
berpisah dengan abinya, Dia sangat mencintai syeera begitu pula syeera yang
mencintai abinya. “ jawab ummi syeera
"Tapi ia semenjak datang tak pernah selengket itu denganku” keluh kakek
"Jangan seperti itu ayah, ayah hanya perlu lebih keras untuk mendekati putriku, ia bahkan pernah berkata padaku bahwa, Cinta pertamaku dari kalangan laki-laki adalah
Ayahku dan cinta keduaku adalah rasulullah dan yang terakhir adalah kakak laki
lakiku.” Ujar ummi keniru suara sang putri dengan senyum yang masih merekah di
bibirnya yang di hadiahkan tatapan merajuk dari sang kakek.
.
.
Revisi terosss