MyHusband

MyHusband
Chapter 24



“Duhai perasaan yang di penuhi kerinduan dan nostalgia.


 Wahai nostalgia.


 Yang membawaku kembali pada tahun-tahun berlalu.


 Aku tersiksa oleh perhatian dan dinginnya musim dingin.


 Duhai kehangatan hatiku kemanakah engkau?


 Aku sungguh kehilanganmu….


 Wahai impianku… mengapa kerinduan ini semakin bersuara


 Dan mengapa hidup ini memisahkan kebersamaan kita.


Wahai cinta apakah sesulit ini mencintai seseorang. Apakah harus pengorbanan untuk para peserta cinta, dan apakah sesesak ini saat ujian cinta menghampiri para insan dan harus mengobankan salah satu dalam hidupnnya.


Ohh tuan…. Rasanya sangat sakit ya tuan rasanya seperti tertikam saat ujian cinta menghampiri. Apa lagi harus kehilangan sang matahari…..Nafas ini seperti tertahan,mata ini seperti melihat kegelapan,dan berat sekali melangkah..... Matahari kau adalah sumber cahaya yang menerangi jalan cinta ku, Matahari kau adalah sumber semangat bagi ku.. ku mohon tetaplah di sini bersamaku dan di pelukanku.


Ryuu sedang duduk di kursi di dekat ranjang istrinya, sambil menggenggam tangan sang istri dan menciumnya.istri yang sangat ia sayangi meski pertemuannya sangat singkat dengan syeera membuatnya bisa dengan cepat


mencintainya,entah kenapa tapi ia merasa ada sesuatu dari diri sang istri yang membuatnya dengan cepat mencintainya dan menerima kehadirannya.


“syeera kenapa kamu belum membuka mata,aku menunggumu sayang ku mohon jangan tinggalkan aku.”kata ryuu dengan menangis.”sayang, ku mohon tetaplah bersamaku,ku mohon jangan pergi meninggalkanku…”


Ryuu terus menangis,mengeluarkan air mata dari mata indahnya menangisi keadaan sang istri.sosok yang dingin dan tak berperasaan dengan wajah tembok ini sedang menangis. Pria yang sangat sulit untuk di taklukan dengan


sifat yang kelewatan dingin kepada orang-orang kini menangis. Menangisi ketidak becusannya yang tak bisa menjaga sang istri tidak bisa menjaga titipan dari sang Raab. Dan tiba-tiba hp nya berbunyi menandaan ada panggilan.


“ya ada apa kakak.”


“sekarang ke rumah, ada yang ingin kami bicarakan.”


“baiklah, tunggu aku di rumah 30 menit lagi.”


Setelah mengakhiri panggilan dari sang kakak,ryuu menatap lama istrinya dan mencium dahi sang istri.”sayang aku pergi  sebentar, kamu jaga diri baik baik aku akan kembali dan akan ku usahakan cepat untuk cepat menemanimu. Ryuu pun pergi dari kamar rawat sang istri menuju rumah keluarga besar.


Tapi saat ryuu keluar ia tak sadar ada yang mengintipnya dari koridor, dengan wajah yang tertutup masker dan memakai jaket yang menutupi rambutnya. Orang asing itu terus mengintai ryuu dengan berjalan kecil di belakangnya.


Ryuu sedang menuju ke rumah keluarga besar dengan menggunakan mobil.dan tak berapa lama kemudian dia sampai dan memarkirkan mobilnya di garasi rumah dan setelah memarkirkan ia pun masuk ke rumah menuju ruang keluarga..


“ada apa kakak memanggilku?” Tanya ryuu.


“ini soal Karin, dia kabur darp penjara dan pihak polisi masih mencari di mana dia berada tapi masih belum ada informasi.”


“bagaimana bisa dia kabur dan bagaimana bisa polisi seceroboh itu sampai kehilangan tahanan.”


“aku pun tidak tau, tapi aku minta kepadamu untuk menjaga syeera karna karin mengincar syeera. Dan mungkin saja ia akan membunuhnya.”


“kalaiu begitu aku akan kembali ke rumah sakit. Karna syeera tidak ada yang menjaga, kalau begitu aku pergi kak.”


Ryuu pun pergi keluar rumah menuju rumah sakit, tapi suara panggilan dari  hp membuatnya menghentikan langkar. Dan saat ia melihat siapa yang menelpon adalah dari pihak rumah sakit.


“halo”


“Selamat sore, apakah ini suami nyonya syeera?


“Ya benar, ada apa?


Sontak perkataan suster tadi membuatnya kaget ia pun bergegas masuk kembali ke rumah memberitau sang kakak dan anggota keluarga lainnya dan setelah selesai ia bergegas pergi ke rumah sakit, ryuu pergi dengan keadaan


kacau memikir kan sang istri, bagaimana bisa ke adaan sang istri memburuk.


Tak berapa lama kemudian ryuu sudah sampai di rumah sakit, memarkirkan mobil dan bergegas keluar menuju kamar rawat syeera.


Brak, ryuu langsung masuk ke kamar rawat sang istri dan melihat dokter yang memeriksa sang istri.”ada apa dengan istri ku dok?”


“bisakah tuan ikut saya ke ruangan karna ada yang ingin saya bicarakan.”


Merekapun pergi ke ruang dokter.”Sebelumnya saya mohon maaf, karna keteledoran kami dari pihak rumah sakit keadaan nona syeera memburuk, karna ada yang mencabut alat yang terpasang di tubuhnya. Dan dugaan sementara adalah pencobaan pembunuhan.”


“maksudnya, ada yang mencoba membunuh istri saya?”


“Benar sekali tuan, dan kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian.”


Ryuu pun pamit keluar,dengan kacau memikirkan sang istri yang Ia cintai. Saat ia keluar sudah ada orang tuanya dan mertuannya di luar.


“bagaimana keadaan syeera nak, bagaimana ke adaan anak ku. Kenapa kondisinya memburuk.” Tanya ummi dengan air mata yang terus mengeluar, menangisi ketidak berdayaannya.”


“Alat bantu kehidpan yang terpasang di tubuh syeera ada yang melepas dugaan sementara ada yang ingin membunuhnya.”


“bagaimana bisa menantuku ada yang ingin membunuh.”teriak ibu ryuu.


“aku yang akan mengusut kasus ini ibu bibi tenang saja, dalam 24 jam orang yang berani mengusik kedamaian keluarga kita akan segera tertangkap.”kata tomo dengan yakin”


“terima kasih ka.”kata ryuu”


“sama-sama, kita sudara dan sepantasnya seorang saudara membantu saudaranya yang lain, kau adik ku dan syeera pun begitu kalian berdua adalah adik-adik kecilku.” Kata tomo dengan menepuk tubuh sang adik dengan


sayang”


“ Tak mungkin aku aku berkata aku tak mampu hidup tanpamu. Aku mampu,Cuma aku tak mau.”


“Jika menikah hanya di landasi oleh rasa saling mencintai,”


“lalu di mana kedudukan iman?”ujar umar Al Khattab.


Betapa banyak yang katanya saling mencintai,tapi pernikahan mereka justru tidak berkah. Bahkan berakhir dengan masalah maupun perceraian.


Karna iman, Rasulullah sabar ketika di rumah hanya tersedia cuka lalu memakannya.


Karna iman, Ali bin Thalib sabar menjadi kuli menimba air dengan upah segenggam kurma.


Karna iman Fatimah, sabar menggiling gandum hingga tangannya melepuh.


Pernikahan, sungguh tak seindah apa yang di katakana para motivator atau pun buku-buku pernikahan.


Akan banyak cobaan dan ujian. Maka fahamilah, rasa cinta kadang tak bisa ikut berperang. Hanya Iman yang dengan pedang kesabaran di kala susah, dan senjata syukur di kala senang, yang mampu menghadapi bala ujian dan cobaan itu.


Oleh karna itu, bisa saja menikah karna saling mencintai. Namun pastkan, perasaan itu hanya menjadi makmum, imannya lah yang menjadi imamnya.


Fahamilah….. tak semua cinta melahirkan iman. Tak semua iman, In’sya Allah akan melahirkan cinta.


Subhanaallah.


Maaf ya gyus, aku lagi gak enak badan beberapa hari ini jadi gk bisa update dan baru ada kesempatan hari ini baru bisa update. Do'a kan ya untu ke adaan aku supaya bisa update lebih sering.. jangan lupa komen saran dan keritik ok.