
Hanya senja yang tau cara berpamitan dengan indah.
Setelah di rawat di rumah sakit beberapa bulan kini syeera sudah keluar dari rumah sakit sebulan yang lalu dan masih harus di kontrol setiap bulannya. Ryuu selalu memanjakan sang istri dengan makanan ataupun dengan perhatian, dan janngan lupa ryuu juga membawa sang istri untuk jalan jalan di akhir pekan atas usul dari orang tuanya. Dan kini ryuu dengan menemani sang istri menonton acara komedi yang ada di televisi mereka berdua duduk di sofa depan televisi dengan tubuh yang saling merangkul, syeera yang dengan serius menonton acara yang ada di televisi itu dengan sekali kali ia akan makan cemilan yang ada di meja. Dan ryuu hanya sekali-kali melihat acara di layar kaca itu dengan tidak minat, fokusnya hanya pada rambut sang istri sekali-kali ia mengelus rambut syeera dan menciumnya, pasangan yang sedang di mabuk asmara yaa bisa disebut begitulah.
Kegiatan yang mereka lakukan memang kegiatan yang lumrah bagi suami-istri tapi bagi syeera yang mengalami langsung itu benar-benar memacu degup jantungnya dua kali lebih cepat sedangkan ryuu dengan santainya ia menggoda sang istri dengan memeluk,mengelus rambutnya atau pun dengan mencium wajah dan rambut sang istri
yang sedang menonton.
Ya mungkin ini balasan dari beberapa bulan yang lalu saat tidak bisa bermesraan dengan
sang istri. Dan ryuu membalas dengan tindakan yang memacu degup jantung sang istri ryuu sesekali tersenyum melihat sang istri yang sedang gugup, mungkin bermanja-manja dengan sang istri di waktu luang atau pun saat ia sedang lelah adalah obat mujarap bagi tubuhnya dan janggan lupakan dengan aroma tubuh sang istri yang memabukan.
“sayang,kau tau kapan terakhir kali aku bermanja-manja denganmu. Saat di rumah sakit pun ibu dan ummi selalu memonopolimu begitu pula dengan ayah,abi dan kakak kakak aneh itu.” Ujarnya ryuu dengan manja.
“ Ya mungkin karna aku sakit mereka memanjakanku dan memonopoliku, jadi kenapa? Apakah suamiku yang tampan ini sedang cemburu hemm.”
“ehh sudahlah”
Melihat sang suami yang sedang cemburu membuatnya gemas sendiri, ryuu yang sedang memainkan anak-anak rambutnya dan sesekali ia mencium rambutnya. Dan hembusan nafasnya yang mengenai lehernya membuat ia geli.
Melihat suaminya yang (ehemm kalian tau lah) ingin meminta jatah membuatnya malu. Dan ia hanya membalas dengan anggukan dan dibalas lagi dengan senyum yang yang kentar dengan nafsu.
Ryuu pun menggendong sang istri menuju kamar. Dan jangan lupa ia mematikan televisi.
Dulu aku pernah menyukai seseorang yang ku tuangkan ke sebuah buku yang bertulis:
Semua orang yang pernah gagal, berhak untuk memperbaiki bahkan memulai lagi.
…………….
Pagi yang baru
Ya pagi yang baru, bagi mereka yang masih terbaring di kasur yang berencana memulai kehidupan yang baru demi masa depan yang lebih cerah. Mungkin banyak yang bermimpi ingin mendapatkan suami/istri yang cantik/tampan, yang selalu menemani kita dimanapun, bermimpi memiliki kehidupan yang cerah dan sempurna layaknya seperti cerita-cerita novel romantis. Padahal kisah dari orang yang terkenal dengan kebahagiaanya pun mengalami goncanangan dalam berumah tangga. Mereka mengalami ujian dalam merintangi cobaan di jembatan berduri, entah kehilangan harta,jabatan,ataupun anak. Mereka hanya memiliki dua pilihan: yang pertama ikhlas dengan semua ujian, atau yang kedua memberontak dan mengumpat. Tapi bagi pasangan yang baru di landa ujian yang berat ini lebih memilih pilihan yang pertama.
Yaitu ikhlas dengan segala ujian yang telah di gariskan untuk keluarga kecil mereka. Terlalu egois bukan saat kita memilih pilihan yang kedua, padahal kita telah di berikan semua yang kita butuhkan dari dalam kandungan sampai kita menikah atau mungkin sampai kita meninggal nanti, masa di beri ujian sedikit saja langsung memberontak dan memaki. Sayang, ingat bukannya ia yang menyembuhkan,bukannya ia yang memberi rezeki kepada hambanya dan bukankah ia yang mempertemukan kamu dengan jodohmu. Masa di beri ujian sedikit yang padahal ingin menyadarkan mu kau memakinya.
Dia tuan mu dan kau memaki tuanmu?