MyHusband

MyHusband
Chapter 4



Terkadang mereka hanya membutuhkan sebuah perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya.


Terbangun, di pagi hari dengan fikiran yang memusingkan,terkadang aku merasa ingin lari dari ini semua,tapi aku tak ingin, terus lari dari masalah, karna itu sungguh melelahkan.


Buktinya? inilah hasil aku lari dari masalah,dan kini aku sampai ke jepang karna tak tahan, setiap tuduhan tuduhan yang orang tua ku lemparkan kepada diriku.


Aku sungguh lelah,kuliah pun ini karna di paksa kakek,dan tanpa sepengetahuan orang tuaku, sungguh fikiran dan jiwaku rasanya rapuh.Kini aku sungguh tak bisa berbuat apa apa. Mungkin inilah jalan yang Allah berikan padaku......Akan ku putuskan! Akan kuterima Perjodohan ini.


Kini aku sedang menyisir rambutku,dan mengoleskan krim wajar,ke wajah putih ku.semua dekorasi kamar ini adalah hasil kreasi kakek,sungguh aku menolak karna menurutku ini terlalu mewah. dan hasilnya kakek tetap bersikeras.


aku pun turun,menuju meja makan, yang sudah ada kakek, membaca koran di meja,dan juga para maid yang berdiri di dekat meja makan.


"Pagi!!"sapaku


"Pagi cucuku."jawab dengan senyum


Kami pun memulai ritual makan lagi,yang hanya di isi dengan suara sendok dan piring.


Aku mulai tak nyaman,mulai tadi dia selalu saja melihatku,Ku putar bola mataku jengkel.


"Ada apa kek,bicaralah jangan menatapku seakan akan aku adalah mangsamu."tuturku


ia pun hanya tertawa,"ohhh cucuku. hari ini kakek akan mengadakan makan malam bersama dengan calon suamimu,kakek ingin mempercepat pernikahan kalian,dan menghubungi orang tuamu.


"Terserah kakek,tapi maaf aku ingin berhenti kuliah"kataku yang di balas dengan pelototannya


"Tidak,kau harus kuliah. kakek ingin kamu kuliah. jangan membatah."jawabnya dan kakek pun pergi, Sungguh perintah oranh tua tidak boleh di bantah.


Aku pun hanya melanjutkan sarapan ku dan bersiap siap untuk kuliah.Seperti biasa aku di antar oleh supir, sungguh aku ingin menolak ini semua tapi kakek tetap keras kepala dan seenak dengkulnya saja.


Dia bahkan lebih cerewet dari pada orang tua ku.Selama perjalanan aku terus melihat ke arah luar, melihat sibuknya kota Tokyo di pagi hari. sampai pandanganku terarah kepada mobil mewah berwarna hitam yang di dalamnya ada seorang pemuda yang kutabrak tempo hari.


aku hanya memandangnya dari balik kaca mobil, Ia pun memandang ke arahku dan pandangan kami bertemu, ia seakan-akan mengisyaratkan untuk tak memandangnya. tapi sungguh mulai tadi pandanganku ku tak mengarah kepadanya tapi mengarah kepada perempuan yang duduk di kursi penumpang.


dia cantik tapi sungguh dia menjijikan pakaiannya seperti wanita kurang bahan, Ya mungkin inilah penampilan di kota kota maju di dunia. tak lama mobil pun berjalan menuju kampus yang aku tuju mulai tadi.


aku pun keluar dengan setelan gamis berwarna ungu dengan jilbab warna hitam, yang menampilkan kesan elegan dan cantik.


"Selamat pagi Syeera?"sapa yuki


"Pagi," lengkap dengan senyumku


aku pun berjalan ke arah meja yang berada di dekat Yuki di samping jendela, di Jepang, kini masuk musim dingin yang artinya sebentar lagi salju akan turun. dan itu pasti membuatku tambah mengantuk dengan Suasana dingin.


mata pelajaran pun telah selesai, dan kami menuju ke arah kantin.itu sungguh membuatku jenggah.


bodo tentang keinginan yuki,aku malah lari meninggalkannya menuju atap sekolah,


dan sampai di sana aku pun terkejut melihat suasana kampus dari atas.


dan saat aku melihat kearah samping ada seorang pemuda yang masuk keatap juga, tersentak, sungguh itu membuatku kaget dan ia pun juga kaget karna melihat aku ada di sini.


aku pun berdiri dan sontak pergi dari atap. menuju supir yang sudah menunggu.dan sungguh malam ini ada pertemuan dengan yang, katanya calon suamiku itu, aku ingin istirahat tapi karna permintaan kakek aku harus siap siap.


maid pun datang mengabarkan,bahwa kakek dan tamu sudah menunggu di bawah.aku pun turun dengan menyusuri tangga.


"Perkenalkan ini cucuku,Syeera Al Qodri"kata kakek kepada keluarga itu


Aku pun berdiri dan memberi salam.


"Perkenalkan nama saya Syeera Al Qodri"sapaku


Dan mataku pun bertemu pandang dengan laki laki yang tadi siang berada di atap bersamaku.


Syeera Ini calon suamimu.


Sontak aku kaget dan.....