
"Terkadang mereka hanya membutuhkan sebuah perhatian lebih dari orang orang di sekitarnya."
Setelah aku melihat calon suamiku, sungguh aku sangat terkejut. Bagaimana tidak, dia adalah orang yang sering di bicarakan di kampus, ya aku akui bahwa wajahnya sangat rupawan, rahangnya tegas,kulitnya putih,hidungnya mancung,matanya sipit Ala-ala artis korea.
"Perkenalkan nama saya Ryuu takashi, Salam kenal " kata Ryuu kepada orang orang yang ada di meja makan dan setelah itu di iringi dengan bungkukan badan.
"Ohhh, syeera perkenalkan nama bibi Atumi takashi, bibi adalah ibu dari ryuu dan ini suami bibi namanya Arata takashi. dan juga anak sulung bibi yang tidak bisa hadir karna sedang di luar negeri." sanggah bibi itu
Kami pun makan dengan tenang....sampai satu persatu di antara kami selesai dan sungguh ini sangat membuatku gugup, kami berdua seakan bergantian mencuri-curi pandang bedanya dia dengan gaya cool dan aku dengan gaya malu-malu kucing.
"Jadi kapan acaranya akan di laksanakan, aku sungguh tidak sabar untuk menimang cucu,"kata bibi atumi yang sangat riang
"Ehhh maaf karna tidak sopan, maksudnya cucu apa ya dan juga siapa yang akan menikah kek. kenapa kakek tidak memberitahuku ada acara pernikahan dengan waktu dekat ini." kata syeera polos yang membuat sang kakek menepuk jidat, kadang cucu kesayangannya ini sangat sangat kelewatan polos dan sangat mengerikan saat marah.
"Tentu saja kamu syeera gak mungkin kakek. kakek juga sudah meminta izin dengan orang tua mu di Indonesia, lusa mereka akan ke jepang untuk mendiskusikan acara pernikahanmu dengan calon suamimu Ryuu" jawab kakek yang sangat membuat syeera kaget, apakah ini yang di maksud oleh kakeknya kenapa juga harus secepat ini.
"Tapi kek syeera baru kuliah, apakah bisa di undur saja"mohon syeera yang di balas gelengan semua kepala di sana kecuali Ryuu.
"Baiklah takashi kita akan mendiskusikannya lusa nanti, saat orang tua syeera datang kejepang." ujar kakek
Dan obrolan mereka di isi dengan obrolan seputar bisnis dan pertanyaan kecil yang di lemparkan kepada Ryuu dan Syeera, merekapun pamit, Dan syeera pamit juga untuk tidur karna ia esok ada jam kuliah. Syeera pun menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya yang langsing itu.
Alaram berbunyi sangat nyaring di kamar yang berhias sangat mewah dan luas ini. disanalah gadis manis dan cantik itu bangun dari kasurnya menuju kamar mandi untuk bersiap.
15 menit
Seorang gadis keluar dari kamar mandi dengan balutan baju mandi dan handuk yang ada di kepalanya, penampilannya sungguh berbeda dengan yang tadi, dan sekarang jauh lebih segar. ia pun memilih pakaian yang akan ia pakai, dan pilihannya jatuh pada Abaya hitam dan jilbab hitam. gadis ini seperti gadis arab dengan mata yang besar bulumata dan alis yang tebal dan panjang.
ia pun membuaka pintu kamarnya dan menuju ruang makan yang sudah tersedia makanan, yang telah di siapkan oleh maid di rumah ini. setelah ia sarapan, ia menuju luar. anehnya terparkir mobil mewah dengan warna hitam di halaman rumah sang kkek ini. dan keluarlah Ryuu dari mobil itu dengan penampilan yang sangat keren.
"Assalamuallaikum, selamat pagi ryuu. maaf anda sedang apa di sini " tanya syeera denga wajah bingung yang terkesan imut di mata ryuu
"Menjemputmu, ayo cepat masuk " jawabnya dengan datar
Syeera pun hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil mewah itu, dan di dalam mobil hanya di isi dengan kecanggungan dan kesunyian dari kedua cucu anak adam ini. dan sampailah mereka di halaman parkir kampus yang luas. syeera pun keluar dan mengucapkan terima kasih, tapi ucapan Ryuu membuatnya menghentikan langkahnya.
"Pulang nanti akan ku jemput, maka tunggu aku setelah selesai latihan basket, dan masukan nomor whatsapp mu ke hp ku"beri ryuu hpnya kepada syeera dan syeera hanya mengangguk dan memberikan nomor Wa nya kepada ryuu.
Kalau begitu terima kasih, saya pamit,hati hati " ujar syeera denga wajah yang sudah memerah, yang membuat ryuu tersenyum.
ia pun keluar dan menuju kawannya. sedangkan syeera sedang di dalam kelas dan mendengarkan apa yang di bicarakan dosennya. tapi kejadian tadi membuat ia tersenyum sendiri.