MyHusband

MyHusband
Chapter 13



Aku...


Kehidupan yang tak lekang dari air mata.


Setapak jalan pulang yang telah hilang.


Yang dibunuh mati,yang bangkit lalu terbunuh kembali.


.


.


.


Menghabiskan malam dengan bercanda tawa, mengisahkan setiap kejadian yang pernah di alami oleh sepasang insan. Kini mereka telah terlelap di kamar di atas kasur, saling berpelukan menyalurkan kehangatan dari tubuh


mereka berdua. Pasangan yang beberapa bulan lalu men”sah” kan hubungan dengan janji suci, dan sumpah saling setia di hadapan Allaah.


Syeera yang terbangun karna mual di perutnya, sungguh menganggu tidurnya. Ia berlari menuju kamar mandi yang ada di kamarnya dan memuntahkan isi perutnya, aneh. Itulah yang di rasakan syeera dan setelah merasa lebih baik ia kembali untuk tidur. Dan ia merasa bersyukur suaminya masih terlelap tidur dan tak merasa terganggu dengan acara mualnya tadi, sehingga ia bisa merebahkan tubuhnya di samping suaminya dengan tenang.


Pagi:


Pagipun telah tiba, matahari dengan malu-malu menampakan sinarnya.


Kini syeera baru selesai mandi dan melihat ryuu masih bergulat dengan kasur dan selimut, syeera hanya tersenyum melihat ryuu yang tidur seperti anak kecil, beberapa bulan telah ia lalui, dan ia sudah menyelesaikan kuliahnya begitu pula dengan sang suami. Dan minggu depan ia akan ke Indonesia mengunjungi sang ummi,abi dan semua kerabatnya, tak sabar itulah yang syeera rasakan. Tak terasa ia telah selesai bersiap siap. Tapi pandangannya mengarah pada sang suami yang masih tertidur pulas, syeera merasa jenggah dengan suaminya ini.


Kakak bangun, sudah pagi. Jangan mentang mentang libur kakak mau malas malasan, ayooo kakak bangun.” Ujar syeera”


Ehh, ya sayang.”jawab ryuu dengan serak.”


Bangun ya ka, syeera akan siapkan sarapan dulu.”kata syeera”


Setelah ryuu masuk ke dalam kamar mandi, ia menyiapkan baju sang suami dan membersihkan ranjang mereka lalu keluar menuju dapur untuk membuat sarapan. 10 menit pun ryuu keluar dari kamar mandi dengan balutan


handuk yang melilit pinggangnya. Melihat hasil kerja sang istri yang dengan cekatan melayaninya, ranjang yang ia tinggalkan tadi masih berantakaan setelah keluar sudah tertata rapi dengan baju yang sudah istrinya siapkan.


Kini syeera masih berkutik di dapur, menyajikan makanan yang akan ia makan dengan sang suami. Tak berapa lama pun, makanan tersaji rapi di meja makan. Syeera bersiap siap memanggil sang suami, tapi saat ia ingin


memanggil suaminya, sang suami turun dari tangga dengan pakaian santai yang melekat di tubuh atletisnya.


Ka, ayo sarapan dulu?


Iya sayang.” Jawab ryuu dan ia duduk di meja yang telah tersaji makanan buatan istrinya,sungguh istri yang ia nikahi tanpa mengenal dulu bahkan tanpa pacaran yang menurut orang-orang awal dari keseriusan. Ia memandang wajah sang istri yang manis itu, kulit putih, hidung yang mancung mata yang besar. Gadis yang bellasteran Indonesia jepang  bahkan kakeknya adalah seorang keturunan arab turkey. Sungguh Ia sangat beruntung mendapatkan istri yang sangat cantik dan solehah.


Mereka pun makan dengan tenang.” Kakak kita ke rumah kakek ya, beliau mencari kita katanya rindu, apakah kakak bisa? beliau pun merindukan kakak.


Insya allah kakak bisa, habis sarapan ini kita pergi nanti biar kakak yang bersihkan meja makan dan mencuci piringnya, ade siap siap saja biar cepat.”ujar ryuu”


Kegiatan mereka itu sangat mencerminkan pasangan yang sedang di mabuk cinta, tak apalah mereka menyalurkannya setelah sah.


Kini mereka sedang berada di dalam mobil yang menuju ke rumah kakeknya yang sedikit jauh dari Apartemen mereka. Di mobil hanya di isi selingan pembicaraan dari mereka, karna syeera sedang terfokus menghafal Al


qur’an, 30 menit pun mereka sampai di rumah sang kakek yang megah dan tentu saja luas itu. Ryuu dan syeera keluar dari mobil.


Tadaima, ucap syeera dan ryuu


Melihat hanya para maid yang ada di dalam rumah itu membuat syeera heran di mana kakeknya.


Bi, dimana kakek?”ujar syeera dengan sopan”


Kakek di taman belakang nona.”ujar salah satu maid itu”


Syeera mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi, tapi di tengah perjalanan sang suami harus pergi karna ada telpon masuk dari sekertarisnya. Syeera hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan sang suami yang sedang menerima telpon. Ia menuju taman belakang untuk menemui kakeknya itu.


Kakek, bagaimana kabar kakek?”sapa syeera dengan ceria”


Kakek baik-baik saja, kau bersama siapa ke sini sayang.”Tanya kakek”


Ka ryuu, tapi sedang menerima telpon dari sekertarisnya, jadi syeera duluan kesini.”jelasnya”


Kakek, syeera sangat rindu dengan kakek, kakek baik baik saja kan kumohon jaga kesehatan kan sebentar lagi syeera akan ke Indonesia pasti tidak ada yang memperhatikan kakek seperti seperhatian syeera pada kakek.” Curhatnya”


Kakek hanya tersenyum melihat kemanjaan sang cucu, ia tahu dari sang anak bahwa cucunya ini sangatlah manja, tapi saat pertemuan pertama mereka syeera sangat terlihat cuek dan pendiam. Tapi tak  berapa lama pun sifat asli sang cucu pun terbongkar, buktinya ia sangat cerewet dan manja. Ia merasa menyesal dulu sempat tak menerima kehadiran sang cucu karna terlalu mengidamkan cucu laki-laki dari anaknya padahal anak pertama dari anaknya itu adalah laki laki, tapi ia masih tak bersyukur atas pemberian dari tuhan sehingga pernah mencoba menculik cucunya dan membunuhnya. Mengingat perbuatannya di masa lalu membuatnya menyesal tanpa sadar ia menangis.


Syeera yang melihat kakeknya menaangis mengira bahwa sang kakek menangis karna ia akan berangkat ke Indonesia.” Kakek jangan menangis syeera akan cepat pulang, syeera akan merawat kakek dan menjaga kakek nanti. Kakek jangan menangis.”kata syeera dengan menghibur sambil memeluk tubuh sang kakek dan menghapus air mata sang kakek.


Sang kakek membalas erat pelukan sang cucu, sungguh penyesalan ini sangat menyiksa. Ryuu yang baru datang pun melihat kakek dan cucu yang sedang berpelukan itu hanya tersenyum, ia tau kenapa sang kakek menangis. Ia baru mendengar cerita dari sang ibu mertua bahwa syeera pernah ingin di bunuh oleh sang kakek, sebenarnya ia terpaksa berbohong pada istrinya bahwa yang menelpon tadi adalah sekertaris padahal itu sang ibu mertua.


.


.


.


Hidup bukanlah hanya mencari harta dan mengumpulkannya.


Berpamer ria dengan sesama orang kaya dan merendahkan yang tak berada.


Hari ini akan di minta pertanggung jawaban, atas apa yang kita lakukan.


Dan jangan menyesal, apabila ada penyesalan di kemudian hari.


Perbuatanmu sekarang adalah jawaban dari masa depanmu kelak.