
Bukannya tidak bisa move on kesalahan-kesalahan yang lalu, menghapus kenangan buruk tak semudah membalikan telapak tangan. Jadi jangan menuntut aku melupakan, aku telah memafkan tapi tak untuk melupakan kesalahan itu karna hati masih tergores akan sikap itu.
Flashbach onn
Terlihat Karin sedang mengintip dari koridor rumah sakit, mencari keadaan aman. Untuk melakukan sesuatu, meliahat ryuu yang baru keluar dari ruangan lantas tubuh itu langsung bersembunyi dan saat melihat keadaan sudah aman ia masuk.
“hai teroris, kita bertemu lagi kau tau saat menembak mu itu aku merasa ada kepuasan dalam diriku sama saat aku membunuh orang-orang sebelum kamu. Tapi kamu sangat beruntung bisa selamat dari tembakanku, sangat
beruntung. Rasanya aku ingin mengulangi waktu-waktu yang menyenangkan itu. Kalau perlu aku ingin sekali memotong-motong tubuhmu tapi sayangnya itu akan mengotori tanganku dan aku tak suka.” Katanya.
Karin terus berbicara sampai tanggannya mendekat kearah alat bantu pernafasan syeera.” Bagaimana kalau kita lepas alat ini, apakah kamu masih bisa bernafas dan kalau aku cabut yang ini dari tubuhmu( kantung darah) apakah kamu akan mati dengan cepat. Tapi sayangnya aku ingin kamu mati secara perlahan melihatmu sekarat adalah kesenangan ku, kau tau aku sangat membenci dirimu karna dirimu aku tidak bisa bersama dengan ryuu tapi tak papa aku sudah membunuh anak kalian hahahaha…..
Karin melakukan tindakannya dengan perlahan dan saat melihat syeera kesulitan untuk bernafas dia tertawa kencang. Dan di saat bersamaan ada perawat yang melewati lorong itu seperti mendengar kejanggalan dari kamar yang ia lewati, setaunya kamar ini di tempati oleh menantu orang yang paling berpengaruh di jepang dan mereka sedang berduka karna menantu mereka sedang sekarat. Dan saat ia ingin mengecek siapa yang ada di dalam alangkah terkejutnya perawat itu saat melihat orang asing sedang melepas alat bantu kehiduupan di tubuh sang pasien. karna panik ia pun berteriak.
“tolongggg ada pembunuh, tolongg.”
mendengar aksinya ada yang melihat membuatnya panik, “kurang ajar, kau sangat beruntung sayang tapi kita lihat di lain kesempatan apakah kau akan beruntung.”
Karin kabur dengan terburu-buru. Dan sesaat setelah Karin kabur para perawat dan dokter pun datang. Menyelamatkan nyawa pasien.
Flashbach Off
Tomo and Reva POV
Melihat wajah serius dari kakak ryuu dan kakak syeera ini seperti melihat dua orang tampan berkumpul. Seakan kepunahan orang- orang tampan tak terjadi di belahan dunia ini. Mereka berdua berkutit di depan leptop dengan muka serius memecahkan siapa gerangan yang berani mengusik keluarga mereka. Dua orang yang ahli sadap menyadap dan mengkuak informasi ini terlihat sangat sibuk.
“bagaimana kau sudah mendapatkan informasi yang lebih lengkap?” Tanya tomo.
“Hn, mereka orang yang sama yang menebak syeera di bandara tapi yang melakukannya hanya sang wanita.”
“Melihat dari motifnya dan membuka catatan kriminalnya ia seperti pesikopat.”
“dia memang pesikopat yang terobsesi dengan adikmu, kurasa ia tidak terima jika adikmu menikah dengan adikku.”
“Huff perempuan menjijikan.”
“jangan berbicara seperti itu, agama kita tidak menggajarkan berbicara seperti itu, sebaiknya kita do’a kan saja.” Ujar reva
“bicara apa kau tentu saja aku sangat sedih dia adikku, darahku mengalir di tubuhnya dia adik kecilku yang ku sayang. Kalau aku mengandalkan dan mengikuti hawa nafsuku aku akan terkendali oleh setan, nabi kita mengajarkan untuk berpikir tenang sebelum bertindak.”
Sontak perkataan reva membuatnya kaget, sungguh ia bisa berkerja seprovesional ini demi mengkuak siapa yang menggangu adik kecilnya. Dan melihat wajahnya yang tenang membuat orang seperti dirinya berfikir bahwa ia tak mengkawatirkan adiknya tapi dia ternyata salah dia sangat menyayangi adiknya.
“kau hebat, aku kagum padamu.”
“jangan kagum padaku tapi kagumlah dengan siapa yang memberikan kesabaran ini.”
“tentu saja.”
Setelah pembicaraan itu mereka kembali berkutik dengan leptop mereka masing masing.
“ Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai pedomanmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Qur’an Surah Al-Baqarah,Ayat 153)
Duduk menatap istrinya yang sedang terbaring lemah membuat hatinya merasa sedih. Ryuu mencium tangan sang istri dan beralih ke wajah mulai dari dahi,pipi,puncak hidung,dagu sampai ke bibir tak luput dari ciumannya. Seandainya sang istri sadar maka bisa di pastikan wajah sang istri sudah merona. Tapi kini istrinya sedang terbaring lemah memikirkannya membuat hatinya kembali sedih dan menangisi ketidak mampuanya. Sampai ia tertidur di samping sang istri dengan keadaan terduduk dan menggenggam tangan sang istri.
Jari itu bergerak dan di lanjutkan dengan mata yang terbuka, matanya masih menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke matanya dari celah kamar rumah sakit ini. Pandangannya mengarah pada laki-laki yang menggenggam
tangannya. Syeera tersenyum melihat sang suami yang sedang tertidur dan bisa terlihat dari wajah lelahnya.
"Terima kasih sudah setia dan menungguku."
“ Terima kasih sudah setia dengan diriku, padahal aku hanya perempuan yang lemah tapi tapi engkau tetap memilih setia dan menungguku.
Bahagia tentu saja saat aku membuka mata kau sudah menggenggam tanganku dan dengan wajah letihmu membuat aku merasa bahagia.
Seakan semesta memberitahuku seberapa beruntungnya aku berada di sisimu.
Terima kasih telang dengan sabar menungguku dan terima kasih dengan kesetiaaamu.
(Bay : syeera To Ryuu)