
“Jadilah kamu penawar racun,Racun yang selama ini telah menggerogoti jiwaku.
Racun yang hampir mematikan seluruh sel hidupku.
Jadi lah kamu….
Jadi lah kamu penawarku…
Pemawar segala ketidak pastian di hidupku."
.
.
.
“Kakak….. hentikan aku sudah kenyang.”
“kamu baru makan dua suapan sayang.”
“tapi aku sudah kenyang, nanti aku tambah sakit kalau makan terlalu banyak.” Keluhnya
“tapi kamu butuh asupan gizi,sayang.”
Syeera terus merengek kepada Ryuu bahwa ia sudah kenyang, tapi Ryuu terus bersikeras bahwa syeera harus makan. Sampai syeera menangis dan ryuu tak bisa lagi memaksa.” Baiklah aku menyerah”ucap ryuu dengan mengangkat tangan tanda dahwa ia menyerah.
“hehehe, sayang deh sama suami ku ini,”kata syeera dengan mencubit pipi sang suami dengan gemas.
“puas mengerjaiku!!!
“puas dong hehehe.”
“kamu harus di beri hukuman.” Mendengar perkataan suaminya ia merasakan firasat yang tidak enak, dan benar saja suaminya menyerangnya dengan gelitikan dan ruangan itu langsung penuh dengan gelak tawa, ryuu dan tomo yang ingin masuk kekamar itu pun mengurungkan niat mereka untuk mengecek keadaan adik-adik mereka saat mendengar di dalam ruangan itu Ryuu dan Syeera sedang bermesraan.
“kurasa kamu harus cepat-cepat menikah reva.” Kata tomo dengan senyum yang menggoda.
“kurasa pertanyaan itu lebih cocok denganmu.” Jawab reva dengan berlalu pergi meninggalkan tomo dengan muka bodoh.
Ok gyus pelajaran yang dapat kita petik, jangan bertanya kalau pertanyaan itu lebih cocok buat lu sendiri.
“kurang ajar kau reva.”
Merekapun berlalu dan pergi meninggalkan ruang rawat sang adik.
“ Saat aku pergi. Apa kau akan merindukanku. Apa kau akan memelukku saat aku kembali nanti?
*** Apa kau takut kehilanganku?***
*** Ingatlah bahwa aku mencintaimu,hari ini,besok dan seterusnya.”***
Ryuu selalu memanjakan syeera selama ia sakit apa pun akan di turutinya selama itu mendukung untuk kesembuhannya sendiri. Seperti sekarang di mana syeera merengek ingin keluar dari rumah sakit padahal ia masih harus di rawat dan memerlukan perhatian dokter tapi tetap saja merengek ingin keluar. Bisa di lihat ryuu sedang pusing menghadapi sang istri yang cerewet ini.
“sayang bukan aku nggak mau kamu cepat keluar dari rumah sakit ini, bukan juga karna aku gk sayang lagi sama kamu, kau tau aku sangat sayang dengan mu tapi dengan mengeluargan mu dari rumah sakit dengan cepat terlebih lagi keadaan mu yang tak mendukung ini membuatku berfikir dua kali sayang.”jelas ryuu pada sang istri yang dibalas dengan wajah cemberut.
Melihat reaksi sang istri yang ingin menangis membuatnya dengan lekas memeluk sang istri.” Cup cup cup istriku yang cantik ini tidak boleh menangis. Sini biar babang tamfan yang memeluknya.” Kata ryuu dengan nada candaan yang menghibur sang istri yang ingin mewek.
“kakak tau gk syeera gk betah di sini, syeera takut apa lagi kalau kakak gk disini sama ummi dan abi terlebih ibu ayah dan kakak kakak itu tidak ada di ruangan ini membuatku takut masa aku sendirian, tapi kan kalau di rumah aku bisa berbicara dengan ummi dan abi.”
“emang di sini gk bisa ngomong dengan ummi dan abi emm?
“bukan begitu sayangku. Aku kan bisa masak-masak atau nulis buat novelku tapi kalau di sini, gk bisa ngapa-ngapain gk boleh megang hape nanti radiasi.gk boleh buka leptop nanti aja kalau sudah sembuh. Harus banyak istirahat. Ohh ayolah sayang aku bosan.” Kata syeera dengan memelas.
“baiklah…… akan kami diskusikan bahwa kami akan menjagamu bergantian jadi jangan perotes.”
“ya allah, yang benar saja!!!!!
Ryuu hanya tertawa melihat reaksi sang istri yang putus asa..
“aku mencintamu sayang jadi cepat sembuh, aku melakukan ini semua agar kau cepat sembuh bukan karna keegoisanku sendiri,Jadi mengertilah.” Kata ryuu dengan serius dengan menatap mata syeera dan perlakuannya selanjutnya membuat syeera merona. Ryuu mencium sang istri yang sedang terbaring di ranjang dan ia mencium (akan ku persembahkan untuk kalian untuk berimajinasi lebih tentang apa yang di lakukan ryuu pada syeera ok ok ok lebih tepatnya di mana ryuu mencium syeera.)
Bonus
Nasihat nggak gitu.
Layaknya obat,nasihat kadang pahit.
Tapi bisa menyembuhkan.
Dan, layaknya obat, jika
berlebihan,fatal; jika kurang,nggak ada efeknya.
Semua ada dosisnya.
Biar mereka nggak lari.
Mungkin, cara kita menasihati kurang
tepat.
Oke, niat kita baik, tetapi niat baik
saja nggak cukup. Kita juga perlu cara yang baik.
Jangan sekedar member peringatan dan
ancaman,
“ Pacaran itu dosa loh, jangan
pacaran itu di larang.”
“jangan gitu,dosa loh.”
“jangan pacaran nanti masuk neraka.”
Iya, nasihatnya benar, dan tidak
boleh kita sangkal.
Tetapi, itu saja nggak cukup. And why
is that?
Karena peringatan dan anvaman saja
membuat kita takut. Dan, pada dasarnya,kita sebagai manusia,tidak suka rasa
Ketika di hadapi sesuatu yang
menakutkan,kita akan bereaksi dengan tiga cara: melawan(fight),
diam(freeze),atau lari(flight).
Melawan adalah hal yang paling jarang
digunakan dengan menghadapi rasa takut. Karna melawan akan memicu konflik yang
kita juga nggak suka.
Jadi, tersisa dua; diam atau lari.
Jika ketika kita di hadapi dengan
rasa takut,
Biasanya kita menutup diri atau
mengeliminasi perasaan negative yang ada, dengan rationalization—mencari pembenaran.
Jadilah mereka yang kita nashati
malah ngeles.
“jaman sekarang susah cari jodoh kalo
gk pacaran, jadi jangan sok suci”
‘nggak usah ngurusan gue.”
Atau, respons-respons justifikasi
lainnya.
Intinya, kita akan menghindari
hal-hal yang menimbulkan prasangka-prasangka yang negative dan, kita hanya mau
menerima tau bahkan mencari hal hal yang bisa menimbulkan perasaan positif.,
People need to feel positive about
themselves even though it’s a lie.
Ini juga kenapa kita lebih mudah
menerima pujian-pujian walaupun itu nggak benar dari pada nasihat yang
membagun.
Ada tiga hal yang membuat seseorang
menerima nasihat:
1. Social proof
Kita, makhluk social, suka
membandingkan diri dengan orang lain. Ketika kita di kelilingi dengan orang
yang lebih baik, maka kemungkinan besar kita juga nggak mau kalah.
Kadang cukup tarik orang itu ke
lingkungan yang baaik, atau jadilah contoh yang baik.
Hopefully, they feel inspired.
2. Rewards
Berikan rewards atau ingatkan
ganjaran positif yang akan di dapatkan dar tingkah lakunya.
3. Focus on progress
Hargai proses mereka,dan ingatkan
sudah sejauh mana mereka berubah, dan apa-apa keuntungan yang sudah didapat
karna berubah,dan betapa merugikannya jika kembali kepada kesalahan.
Tiap orang punya cara dalam menerima
nasihat.
Namun, dosis,situasi, dan isi yang
tepat….
Adalah factor penting.
Tapi, ya, jangan jadikan
tulisan-tulisanini sebagai tameng untuk lari dari nasihat-nasihat yang
menyakitkan.
Karena keadaan nasihat selembut apa
pun akan sakit kalau kita tak mau mengaku kalau kita salah.
Dan untuk mengakui sebuah kesalahan, butuh
jiwa yang besar,hati yang lembut,dan ilmu yang cukup.
Dan ketika kita sudah bisa menerima
nasihat yang benar, itu adalah tanda awal sebuah perbahan. Perubahan menjadi
manusia yang lebih baik.
(@ardhimd)