
Ketika hati membuatku memandangnya.
Ketika ada rasa yang datang padanya.
Sulit rasanya aku untuk mengalihkan pandanganku darinya.
Seakan dunia terpusat padanya.
Seakan ia adalah titik waktu dalam dunia.
Sulit rasanya, saat Tuan mencampakan rasa cinta ke hati ku.
Menuju padanya..
Yang membuat pusat dunia beralih saat ku memandangnya.
Kesadaranku seperti hilang saat melihat istriku jatuh di pelukanku dengan darah yang mengalir deras di baju ku, rasanya dunia seperti mengambil nafasku mengambil kebahagiaan yang baru ku rasa. Saat istriku dimasukan dalam ambulan pun fikiranku masih kosong, aku terus berteriak memangginya untuk membuka mata, aku menangis aku menangis rasanya dunia ku hilang saat ia menutup mata.
Syeera di bawa ke ruang ICU, dan ryuu tertunduk lemas dengan baju yang masih menyisakan darah. Ia pun menghubungi sang keluarga.
Assalamuallaikum ibu
Waalaikumsallam, kamu di mana sayang ibu dan ayah berserta keluarga yang lain sedang menunggu kalian.”kata ibu”
Ibu syeera!!
Iya sayang kenapa dengan syeera?
Ibu syeera tertembak di dadanya dan sekarang ia ada di ruang operasi.”kata ryuu dengan air mata yang mengalir deras di matanya”
APA!!! Sayang kami akan ke sana, kirimkan alamatnya kami akan ke sana.
Dan setelah memutuskan panggilannya dan mengirim alamat untuk sang keluarga, ryuu hanya terduduk lemas. Menangis dalam diam, bagaimana dengan istrinya dan buah hati mereka. Seandainya waktu dapat di ulang ia yang akan menggantikannya. Tapi jangan istri dan anaknya.
Dan tak berapa lama kemudian keluarganya pun datang dengan tergesa-gesa.
Sayang bagaimana keadaan syeera?”kata ibu dengan cemas”
Aku hanya menggeleng, karna sungguh belum ada kabar dari dokter. Kakek terduduk lemas dan semua keluarga menghubungi pihak keluarga yang lain, sedangkan kakak ku ia menghubung polisi untuk mengusut kasus ini.
Gantilah baju mu nak” ucap ibu dengan lembut”
Baik bu, dan kabari aku bagaimana ke adaan syeera dan anak kami.” Ucapku yang berlalu pergi”
Dan yang ku dengar selanjutnya hanya isakan tangisan ibu yang mendengar aku mengatakan tentang anak kami. Aku hanya berjalan menuju rumah kami untuk membersihkan diri sementara orang tua ku dan yang lain akan menjaga istriku atau mungkin anak ku.
Semakin kita tahu, semakin banyak pula yang kita tdak tahu.
Setelah aku keluar dari kamar mandi di apartemen kami berdua, hp ku pun berbunyi bertanda bahwa ada yang memanggil.
Halo ka ada apa ?
Aku sudah menemukan siapa dalang yang mencoba membunuh istrimu, datang lah ke kantor polisi sekarang.
Aku pun langsung mematikan hp ku, tak peduli ia berdecak kesal karna aku mematikan sambungan telfon, dengan cepat aku berpakaian dan mengambil kunci mobil menuju kantor polisi.
Sesampainya ryuu di kantor polisi, ia pun langsung masuk ke kantor datang menghampiri sang kakak. Dan saat ia masuk ia di kejutkan dengan kehadiran Karin. Wanita yang mengejar-ngejarnya waktu kuliah, tapi kenapa ia di kantor polisi?. Lamunannya buyar saat sang kakak menepuk bahunya.
Ada apa kakak memanggilku ke sini,Apakah pelakunya sudah di temukan?
Tenangkan dirimu, pelakunya memang sudah di temukan sebelum ia berencana kabur keluar negeri.dan sekarang pelakunya ada di depan mu.” Kata sang kakak"
Maksud kakak apa? Apa pelakunya Karin.
Ya pelakunya adalah Karin, teman mu di universitas yang sama dan juga orang yang tergila-gila padamu.”katanya”
Ryuu sontak kaget mendengar perkataan kakaknya, bagaiman bisa? Tapi sungguh ini membuatnya geram bagaimana tidak gara-gara obsesi bodohnya ini. Ia harus melihat istrinya sekarat karna tembakan.
ryuu sungguh bukan aku yang melakukannya, itu hanya dalang dari tuduhan kakak mu. dia tidak menyukai ku."kata karin"
DIAM,JANGAN KAU COBA-COBA MENUDUH ORANG LAIN.'' bentaknya"
Urus kasus ini, dan hukum ia dengan seberat-beratnya kalau perlu hukum mati.”kata ryuu dengan geram”
Masih ada satu lagi, laki-laki yang ada di sebelahnya pun juga terlibat.”ucapnya”
Kalau begitu jerat dia dengan hukum yang seberat-beratnya. kalau perlu hukum mati mereka berdua.”kata ryuu yang berlalu pergi”
Pergi dengan keadaan yang kacau, dengan jiwa yang lelah. Menuju sang istri di rumah sakit,” ya allah aku berlindung dari prasangka-prasangka yang buruk,agar aku tak menjadi orang yang rugi, dan ya allah selamatkan lah istri dan anak ku dari keadaan yang membahayakan aku berlindung dari ke adaan
*yang menjauhkan aku dari mu wahai tuhanku”*batinnya.
Ryuu pergi menuju mesjid, karna mesjid sangat langka di jepang. Ia mencari dengan google mpes(gitu kah tulisannya). Setelah dapat ia menuju ke mesjid dan melakukan sholat fardu tak lupa berdoa dan memohon ampun. Setelah selesai ia menuju rumah sakit.
Manusia tak pernah bisa pergi jauh dari rasa takutnya sendiri.
Seperti kau, orang yang kau cintai,kau pula lah yang menjadi sumber rasa takut itu
Ryuu berjalan di koridor rumah sakit dengan tergesa-gesa saat mendapatkan kabar bahwa istrinya koma dan harus di rawat secara intensif yangselalu di awasi dokter.
“Ibu bagaimana dengan syeera apakah ada perkembangan?”
“Belum ia di dalam dan tidak boleh di temui dulu, nak ibu ingin mengatakan hal yang serius padamu tentang syeera”
“apa ibu, tolong jangan membuatku penasaran. Tidak terjadi apa-apa bukan pada syeera”
“maaf nak mungkin kalian harus bersabar. Syeera keguguran dia mengalami pendarahan hebat, tim dokter sudah mencoba menyelamatkannya tapi Allah berkehendak lain.”
Mendengar perkataan ibunya membuat dunianya runtuh seketika. Kenapa cobaan datang berturut-turut, istrinya yang tertembak,istrinya yang koma dan sekarat dan sekarang anaknya yang pergi. Ryuu menangismenumpahkan seluruh kesedihannya melihat sang anak yang terpukul membuat sang ibu memeluknya dan menenagkannya.
Allah berfirman :
ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ
Demikianlah, apabila allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan
mereka,tetapi Allah hendak menguji kamu dengan sebagianyang lain. (Q’S
Muhammad/47:4)
Kekokohan Iman Dan Kadar Ujian Selalu Berbanding Lurus Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allâh akan semakin besar. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahuanhu :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ
“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya” [8]
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan Nya[9]
Terkadang seorang Muslim apabila ditimpa dengan musibah dan kesusahan, ia sanggup bersabar.Namun, begitu diberi kenikmatan yang berlebih, terkadang ia tidak bisa lulus dari ujian tersebut. ‘Abdurrahmân bin ‘Auf Radhiyallahu anhu pernah berkata:
ابْتُلِينَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا ثُمَّ ابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ بَعْدَهُ فَلَمْ نَصْبِرْ
Kami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah beliau wafat dan kami pun tidak dapat bersabar[11]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu [Muhammad/47:31]
Dengan adanya ujian itu, akan tampak orang yang benar-benar beriman dengan yang tidak. Ini adalah rahmat dari Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami Telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabût/29:2]
Ujian Lain Yang Lebih Berat
Ternyata ada ujian yang lebih berat dari ujian pada harta dan jiwa. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا
Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar gangguan yang banyak yang menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allâh [Âli ‘Imrân/3 : 186]
***Tau'kah kau wahai cinta? Aku menyukai mu saat pertama kali aku melihat kedua mata mu...
Dan dimalam itu kau genggam tanganku agar aku tidak tersesat.
Hari-hari kita lewati bersama dengan suka dan duka dan terkadang pula kita bertengkar.
Dan dengan ribuan cara kau lakukan untuk menjagaku.
Wahai cinta... jangan bersedih karena karena kepergianku.
Aku melakukan ini agar kau bisa bebas dari jeratanku.
Kau bisa meraih masa depan yang cerah tanpa kehadiran ku***.