MyHusband

MyHusband
Chapter 26



“Terima kasih telah ada di sisiku. Terima kasih telah menerima ku dan terima kasih selalu menghiburku. Aku merasa beruntung saat semesta mengirimkanmu dengan menjadikanmu sebagai pendampingku. Hidupku yang dulu hanya biasa-biasa saja kini saat ke hadiranmu kamu menyempurnakan hari-hari ku."


“sayang kau sudah bangun, apa yang sakit? Biar ku panggil dokter.” Kata ryuu dengan kawatir sehingga membuat syeera tersenyum, syeera hanya menunjuk dadanya yang habis tertembak tanda di sana masih sakit. Ryuu yang tau kode dari sang istri langsung memencet tombol darurat yang ada di samping ranjang sang istri.”sayang aku menunggumu 2 bulan ini, aku bahkan sangat merindukanmu, apabila sang semesta bisa berbicara mungkin ia akan memberi tahu seberapa gundah diri ini.


“benarkah??” kata syeera dengan senyum.


Dan tak berapa lama kemudian dokter dan suster datang untuk memeriksa syeera.”kondisinya mulai stabil tapi di mohon untuk jangan banyak fikiran karna itu akan membahayakan kondisinya.”ujar sang dokter.


“Baik dok.”kata ryuu dengan lirikan kepada syeera,yang sedang menyisyaratkan dengarkan kata dokter.


“Baik kalau begitu saya pamit.”ujar dokter yang berlalu pergi.


Setelah sang dokter pergi ryuu pun menghubungi keluarganya tentang keadaan sang istri. Setelah selesai menghubungi sang keluarga ryuu berjalan menuju sang istri yang terbaring di atas ranjang pasien, wajah sang istri yang masih pucat dan tubuh yang semakin kurus membuatnya merasa miris.


Syeera yang melihat sang suami yang melamun membuatnya bingung, seakan ada masalah yang memecah konsentrasi ryuu.” Sayang kenapa melamun, apakah ada yang membuatmu kefikiran, coba cerita dengan istri cantikmu ini.”kata syeera dengan senyum lemah. Melihat sang istri yang mencoba menghiburnya membuatnya merasa hangat, sekarang istri yang menjadi sandarannya dalam bercerita telah sadar, tapi rasa bersalah masih ada di hatinya rasa bersalah karna ketidak becusannya menjaga sang istri sehingga anak mereka yang menjadi korban.


“Maaf sayang, aku tak bisa menjagamu sehingga anak kita menjadi korban.”


“sutt, jangan berbicara begitu. Ini telah menjadi ketetapan Allah swt. kita tak bisa mengelak, percayalah sayang dibalik musibah ini pasti ada hikmahnya.”ujar syeera dengan senyum yang meneduhkan yang membuat ryuu merasa tenang.


“terima kasih sayang.” Kata ryuu di sertai dengan pelukan hangat dari sang istri. Dan tak berapa lama kemudia sang keluarga sudah datang, dengan teriakan ummi dan ibunya yang melihat syeera sudah sadar mereka langsung memeluk syeera dan memonopoli sang istri dan menjauhkannya dari istrinya. Ayolah yang benar saja itu istriku jangan memonopolinya.


“Aku merasa hangat di sini(hati) saat kau memeluk tubuhku dan menenangkanku. Dengan mengatakan semua akan baik-baik saja."Kau tau seakan dirimu menghilangkan beban yang dititipkan semesta di bahu rapuhku.”


“Ryuu ada yang ingin kami bicarakan, bisakah kau ikut kami sebentar?” Tanya reva.


“ Tapi siapa yang akan menjaga syeera?”


“ada ibu dan ayah yang menjaganya.” Ujar tomo.


“baiklah.”


“ingin bicara di mana?” Tanya ryu kepada tomo dan reva.


“kita berbicara di café Himawari.” Jawab tomo.


Yang dibalas dengan anggukan ryuu. Merekapun pergi ke kafe karna ada yang ingin mereka bicarakan.


Syeera POV


Aku selalu mendengar ucapan kekawatiran dari ummi dan juga ibu mertuannya. Seakan aku akan pergi dari dunia ini saja. Huff melelahkan sungguh terbaring di atas ranjang dengan jarum yang menancap di tangan. Tanganku terasa mati rasa sudah berapa lama aku tak sadarkan diri sehingga banyak bekas jarum yang menembus kulitku. “ ibu di mana ryuu?”


“Apa, siapa yang rindu dengan putra es ku?


“lihatlah, manantuku sudah merindukan suaminya padahal baru di tinggal 1 jam sudah rindu saja.”goda ayah mertuaku.


“Ayah, bukan begitu aku hanya heran kenapa ia tak ada. Biasanya ia sangat cerewet tentangku.”


“tuh kan kamu memang merindukannya putriku. Jangan mengelak merindukan suami sendiri jangan malu malu.”goda abi


Wajahku tak tau semerah apa, yang penting aku merasakan perasaan yang sangat menyiksa saat tak melihat suamiku, padahal baru 1 jam ia tak menemaniku. Rasanya aku sangat merindukannya. sayang cepat kemari aku merindukanmu, rasanya batinku ingin berteriak karna merindukan suami ku.


Normal café


Tomo reva dan ryuu sedang duduk berhadapan, mereka memesan makanan dan minuman, dan tak berapa


lama kemudian mereka pun pesanan mereka sampai dan jangan lupa tatapan pelayan café itu terus mengarah pada cogan-cogan itu.


“baik lah terima kasih.” Kata reva memutus pandangan pelayan café itu.


“yang dibalas dengan kata sama-sama oleh pelayan itu. Mereka pun makan dan pembicaraanpun di mulai.


“Ryuu kamu tau kenapa kami membawa kamu jauh dari lingkungaan rumah sakit.”


“Ada apa? Apakah ada hal yang penting sekali yang harus di bicarakan sehingga kita harus pergi jauh.” Tanya ryuu.


“Begini, kami berdua sudah  melacak dan menyelidiki siapa di balik dalang yang mencabut alat kehidupan dari tubuh syeera.”


“maksud kakak?


“begini, kami menyelidiki siapa di balik dalang orang yang ingin membunuh syeera yang kedua kalinya. Dan tak lain itu adalah Karin kau tau kan ia kabur dari penjara dan sekarang sedang menjadi buronan oleh pihak kepolisian.”


“Kak, aku mohon jauh kan orang aneh itu dari lingkungan kami. Aku tak ingin ia menyakiti syeera lagi.


“tenang saja adik ipar, tanpa kau suruh pun aku akan menjauh kan dia dari keluarga adikku. Sekarang ayo kita kembali syeera sudah merindukanmu.


“baiklah.”


Mereka pun pergi keluar dari café dan kepergian mereka tak luput dari sorotan para cewe-cewe, mereka memasuki mobil dan menuju rumah sakit.


“sayang aku bahagia saat kau ada di sisiku. Aku tak ingin yang lain selain kehadiranmu di sisiku. Maka jangan pergi dan terus genggam tanganku agar kita tak terpisah.”