
“ Aku tidak mau hubungan kita seperti senja,Indah namun sesaat.”
.
Sayang bangun, kita sudah sampai.” Kata ryuu yang sedang membangunkan syeera yang sedang tertidur.”
Ehhh kita sudah sampai ka.” Tanya syeera dengan suara yang serak. Melihat suaminya mengangguk ia pun langsung tersadar.” Kakak di mana ka?
Kakak di luar sedang memindahkan barang kita. Ayo keluar ibu dan ayah sudah menunggu.” Kata ryuu dengan lemah lembut”
Iya kakak ku sayang.
Ryuu dan syeera keluar dari mobil dan bisa di lihat pemandangan desa yang sangat ia rindukan, gunung, sawah yang menambah sejuk bagi yang melihatnya. Kini pasangan suami istri itu memasuki rumah yang sederhana namun luas. Melihat suaminya yang merasa lelah membuat syeera kasian dengan suaminya.
Assalamuallaikum ummi abi” kata mereka”
Waalaikumsallam, Alhamdulillah kalian sudah datang pasti lelah kan. Istirahat lah dulu kalian berdua, ummi akan siapkan makanan buat nanti malam ya. Ummi tinggal dulu ya.” Ujar ummi yang berlalu pergi”
Ayo ke kamar, badanku sudah sangat lengket aku ingin mandi sayang.” Ujar ryuu dengan ada yang manja. Dan tiba-tiba ryuu menggendong sang istri dengan romantic.( Woyy ini di rumah mertua lo ryuu ingat. Ini bukan di apartemen)
Sudahlah biarkan pasangan itu ber-romantis ria di kamar. Kita beralih dengan si tampan reva yang sedang duduk manis di meja makan dengan leptop dan kaca mata yang menambah kesan dewasa di wajah yang tampan itu.
Sayang, ingat kesehatanmu ya. Ummi akan sangat marah apabila kamu hanya fokus pada perkerjaanmu saja dan juga kenapa anak ummi yang satu ini belum menemukan pasangan yang harus di nikahi, apakah ummi yang akan mencari pasangan untuk putra ummi yang tampan ini hem.” Kata ummi dengan jenaka yang dibalas dengan wajah cemberut sang anak yang membuatnya tertawa( bisa di kondisikan gk mas, wajahnya bikin saya degdegan)
Ayolah, ummi ingin melihatmu menikah sebelum ummi meninggal sayang.” Kata ummi yang membuat reva langsung berdiri dan memeluk tubuh sang ummi dengan erat tak lupa dengan ciuman yang ia daratkan di pipi sang ummi.”
Ummi jangan berbicara seperti itu, ummi tau kan reva tidak bisa jauh dari ummi dan abi, syeera pun begitu kami sangat mencintai ummi meski dulu kami membuat ummi sangat kewalahan menjaga kami berdua yang kerap merusak sawah tetangga.” Kata reva berserta dengan kekahannya yang membuat sang ummi tersenyum”
Benar, kalian sekarang sudah besar tumbuh menjadi seorang yang tampan dan cantik. Dan kelak kalian akan ber-rumah tangga menjaga dan membina, mendidik dan menasihati anak-anak dan istri dan suami kalian nanti. Ummi merasa kalian masih kecil dengan kenakalan yang membuat ummi dan abi yang selalu di panggil pak RT karna ulah kalian yang merusak sawah tetangga. Dan kini kalian sudah besar memiliki perkerjaan dan keluarga sendiri, dan tak terasa ummi dan abi akan tua dan menjumpai ajal kami nanti.”kata ummi dengan lelehan air mata yang jatuh dari mata indah itu. Reva memeluk tubuh sang ummi dan tiba- tiba mereka di kejutkan dengan pelukan seseorang yang ternyata syeera.
Kalian jahat, syeera tak di ajak berpelukan begini.
Ohhhh adikku yang nakal sekarang sedang merajuk. Hahaha” merekapun berpelukan bersama dengan canda dan tawa yang mewarnai kegiatan mereka.