
“ Aku selalu mengkawatirkan mu dari setiap kesedihanmu yang akan mencuri senyum mu “
Setelah makan malam dengan keluarga dengan suasana yang sangat berbeda, di karenakan anak dan menantu mereka pergi mengunjungi membuat mereka bahagia. Kini jam dinding menunjukan jam 01:30 keadaan rumah sudah sunyi senyap tak ada aktifitas yang di lakukan oleh orang rumah.
Syeera bangun karna perutnya sangat tidak enak, seperti ingin memuntahkan sesuatu, ia pun beranjak dari kehangatan kasur dan pelukan sang suami menuju kamar mandi yang terletak di dapur.
“Hoek hoek hoek” syeera menuntahkan isi perutnya dan saat di muntahkan yang keluar hanyalah lendir saja, beberapa kali ia memuntahkan isi perutnya yang membuatnya lemas.
Karna mendengar suara orang muntah membuat ummi pergi untuk mengecek , dan ia melihat sang putri sudah terkulai lemas tersender di dinding kamar mandi dengan wajah yang pucat.
Ya allah sayang ada apa dengan mu,kenapa wajahmu pucat sekali.” Kata ummi dengan nada kawatir” ummi pun membantu sang anak keluar dari kamar mandi dan mendudukkan di meja makan, melihat wajah sang anak yang pucat membuatnya sangat kawatir.
Ummi buatkan teh hangat ya.
Yang dibalas dengan anggukan sang anak. Ummi pun pergi membuatkan teh hangat untuk putrinya ini.
sesaat setelah itu ummi pun datang"Ini di minum dulu nak."
Dan syeera pun meminum teh hangat itu, tak lama datanglah ryuu dengan khas orang baru bangun tidur.
Ummi dan sayang kenapa belum tidur.”tanyanya”
Ummi, tadi tidur tapi ummi terbangun saat mendengar suara orang muntah, dan saat ummi lihat istrimu dengan wajah pucat telah tersender di tembok kamar mandi.” Jelas ummi”
Ryuu pun melihat wajah sang istri sudah pucat dan mengantuk, ryuu pun mendudukkan dirinya di samping sang istri dan memeluk tubuhnya.
Sayang, bawa istrimu ke kamar besok kita cek ke dokter apakah dia sakit, ummi sangat mengantuk.” Kata ummi yang dibalas anggukan ryuu dan ryuu pun menggendong tubuh sang istri yang sudah tertidur menuju kamar mereka.
Pagi…..
Pagi pun telah tiba pasangan suami istri ini terbangun karna mendengar suara azan subuh, ya tak seperti di Tokyo suasana di sini sangat menenangkan pasangan suami istri ini bangun melihat wajah sang istri yang masih pucat membuatnya kawatir.
Sayang, kakak ke mesjid dulu sama abi dan ka reva ya.
Yang hanya dibalas dengan anggukan lemah dari sang istri, ibu dan anak itu pun sholat subuh berjamaah di rumah. Setelah selesai sang ibu melihat wajah sang anak yang masih pucat seperti malam tadi bahkan lebih pucat itu sangat membuatnya kawatir.
Tak berapa lama pun para cogan-cogan datang dari mesjid, mereka bersiap-siap pergi berkerja kecuali ryuu tentunya. Ryuu pun menuju kamar yang ia dan istri tercintanya tempati, tapi ia melihat sang istri tidak ada
ryuu pun mencari ke kamar sholat dan ia melihat sang istri telah tertidur di atas sejadah dan masih dengan balutan mukena, meliahat wajah sang istri yang pucat dan demam itu ryuu pun menggendong tubuh istri tercintanya menuju kamar.
Merebahkan sang istri di kasur, dan tak berapa lama datanglah sang ummi dengan membawakan bubur dan segelas air hangat.” Nak bagun kan istrimu dan suruh ia sarapan setelah itu makan obat, nanti siang kita akan
membawa istrimu ke dokter saja ummi kawatir.”
Iya ummi, demam dan wajah pucatnya ini membuatku kawatir.
Baiklah ummi tinggal dulu ya.” Selepas sang ummi pergi ryuu membangunkan istri nya dan menyuapi sang istri yang masih terkulai lemas di atas kasur kamar mereka, bersender di kepala ranjang beralaskan bantal.
Sayang, apakah masih sakit?” Tanya ryuu dengan nada kawatir yang dibalas anggukan dari sang istri, rupanya demam ini membuat sang istri tercinta menjadi lebih manja kepadanya.
Kakak syeera ingin tidur. Rasanya ada yang aneh di perut syeera, rasanya ingin muntah tapi ketika muntah malah tidak ada.” Keluhnya”
Sayang, kau sekarang sedang tidak sehat. Nanti ummi akan panggilkan dokter untuk memeriksa kamu, jadi sekarang istirahat ya.” Nasehatnya”
Tapi maunya kakak di sini nemenin syeera, syeera mau di peluk.
Baikah, tapi tidur ya.”setujunya”
Ryuu pun beranjang mendekati sang istri dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
Kakak, syeera ingin seperti ini terus. Memeluk kakak rasanya damai dan hangat.” Kata syeera’
Benarkah!!
Iya, rasanya hangat dan damai. Syeera gk mau di pisahin dari kakak pokonya sampai tua kita terus sama-sama.
Iya sayang, sekarang tidur dan istirahat dan ingat aku mencintaimu.
Percakapan mereka berdua tak sengaja terdengar oleh ummi yang ingin masuk, ia melihat sang anak sangat manja pada suaminya. Apakah sebentar lagi mereka akan menjadi nenek dan kakek, membayanngkanya saja membuatnya terkikih senang. Ummi pun pergi dan mengabari sang dokter untuk ke rumah memeriksa sang anak. Dan membuktikan fikirannya apakah ini kabar gembira atau hanya sekedar sakit biasa.