
Dengan wajah panik, Andreas berjalan masuk ke kantor polisi. Setelah ditelepon Timothy bahwa istrinya mengalami masalah, dengan kekuatan seribu bayangan Andreas melajukan motornya. Hanya butuh waktu dua puluh menit ia sampai di kantor polisi. Sampai di tempat resepsionis, lelaki itu mengatakan bahwa ia suami dari Cherry Blossom Kusuma. Awalnya, polisi tak percaya sebab yang mereka tahu anak sulung dari Raharsya Kusuma itu belum menikah. Jangan ditanya mereka tahu darimana, pasalnya ini bukan kali pertama Cherry mampir ke kantor polisi. Ia seperti pelanggan tetap kantor penegak hukum itu.
Andreas pun akhirnya menelepon ayah mertuanya untuk meminta pertolongan menjelaskan pada polisi di sana. Setelah sang papa mertua berbicara dengan kapolda di sana, akhirnya Andreas diizinkan menemui sang istri.
"Ya Tuhan, Cher." Andreas langsung memeluk istrinya dan begitu terkejut melihat pipi putih mulus sang istri memerah. Bahkan sudut bibirnya luka. Andreas mengira Cherry telah ditampar orang. "Apa yang terjadi? Ya ampun, ini sakit, ya?" Ia dengan panik menyentuh pipi yang tampak ada bekas telapak tangan. Ah, pasti orang itu menampar dengan cukup keras. "Siapa yang berani menamparmu, hah? Akan aku cobek dia!"
"Kkhhmmm, Tuan." Andreas menoleh ke belakang menatap Timothy yang baru masuk dengan seseorang berjas di sampingnya. "Kenalkan, ini Bapak Willy, pengacara Nona Cherry."
Andreas berdiri, lalu menjabat tangan lelaki paruh baya di hadapannya. "Salam kenal, Tuan Andreas Wijaya." Andreas hanya tersenyum sekenanya, lalu kembali fokus pada sang istri yang sejak tadi diam saja dengan tangan terlipat di atas perut.
"Apa yang sebenernya terjadi, Timmy? Lalu, kenapa istriku ditampar begini? Mana pelakunya? Beraninya dia melukai istriku!"
"Orang yang menampar Nona di rumah sakit, Tuan. Tangan suaminya patah dan wajahnya babak belur. Bahkan kepalanya sampai gegar otak. Nona ... menghajarnya," sahut Timothy yang membuat Andreas melongo.
"Tunggu dulu. Jadi, Cherry di sini karena menghajar orang?" tanya lelaki bermata sipit itu kembali.
Akhirnya Timothy menjelaskan apa yang terjadi. Saat dalam perjalanan tadi menuju kantor, seorang pengendara mobil lain menyenggol mobil Cherry hingga Timothy harus membanting stir sampai mobil kesayangan Cherry rusak bahkan mereka menabrak pembatas jalan. Beruntung si penyerempet bisa disusul Timothy. Awalnya, lelaki itu yang menghandle masalah tersebut dan turun dari mobil. Timothy meminta ganti rugi atas kerusakan mobil super mewah itu. Namun, lelaki yang menabrak menolak dan justru mencecar Timothy. Cherry yang melihat sejak tadi pun geram dan kesal. Dengan penuh amarah, ia meraih tongkat baseball yang selalu ada di mobilnya itu. Tanpa basa basi, Cherry keluar mobil dan langsung menghantam kepala si lelaki dengan ekspresi dinginnya. Bukan hanya kepala, ia juga memukul tangan si lelaki sampai mengalami patah tulang. Setelah itu, ia meninju beberapa kali wajah serta menendang perut si lelaki.
Timothy pun panik dan akan menghentikan nonanya, tetapi ia justru menerima pelototan yang seakan mengatakan, "Berani ikut campur, kamu yang aku hajar." Akhirnya Timothy pasrah daripada nyawanya yang melayang.
Si istri lelaki itu tak terima. Ia menampar Cherry. Cherry yan tak terima pun balik menampar sampai wanita itu terjatuh. Sialnya, si istri lelaki itu langsung menelepon polisi dan anak Raharsya tersebut langsung dibawa dan diproses.
Mandengar penjelasan Timothy, Andreas benar-benar syok. Bahkan lelaki itu sampai menatap takut wanita yang masih duduk dengan santainya seakan ia tak melakukan apa pun.
"Lama sekali kalian kerja! Saya bosan di sini." Akhirnya wanita itu bersuara juga.
"Semua sudah beres, Nona. Mereka menerima konpensasi yang kita tawarkan," sahut Timothy.
Cherry pun berdiri, lalu keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana kalian menyelesaikan masalah? Bukankah kasus ini cukup berat?" tanya Andreas.
"Kami menawarkan uang konpensasi atas apa yang dilakukan Nona. Dan mereka menerimanya," sahut Willy sang pengacara.
"Berapa uang konpensasinya?" tanya Andreas penasaran.
"Satu miliyar, belum termasuk uang perawatan." Wow! Andreas terkejut.
"Di dunia bisnis memang seperti ini, Tuan. Anda harus terbiasa," jawab Willy tersenyum menunduk kecil.
Setelah perbincangan itu, Andreas menyusul istrinya. Ia tersenyum saat melihat wanita cantik berambut putih itu tengah menggerutu sebab menunggu lama.
"Darimana aja, sih!" sentak Cherry kesal menatap suaminya.
"Aku harus make sure dulu kalau kasus kamu sudah selesai," sahut Andreas. "Yuk, kita pergi sekarang." Lelaki tampan dengan jaket denim itu menggandeng tangan sang istri menuju tempat parkir motor. Cherry menggerutu kesal sebab suaminya justru membawa motor ketimbang mobil.
"Naik motor itu seru loh, Cher. kamu harus mencobanya." Dengan telaten, Andreas memasangkan helm untuk istrinya. Setelah itu, ia menyuruh Cherry untuk naik. Beruntung hari ini sang direktur utama mengenakan celana panjang, andai memakai rok, ia lebih baik naik taksi.
Setelah wanita cantik itu duduk dengan nyaman dan berpegangan, Andreas pun melajukan motor sport merahnya meninggalkan kantor polisi. Sepanjang jalan, Andreas tersenyum bahagia sebab Cherry memeluk pinggangnya dengan sangat erat. Wanita itu memang seumur hidup tidak pernah mencoba naik motor dan sedikit merasa tak nyaman.
"Loh, ini bukan jalan menuju kantor," sahut Cherry sedikit berteriak di dekat telinga suaminya. "Kamu mau bawa aku ke mana? Jangan macam-macam, Dreas! Aku harus kembali ke kantor!"
"Siapa juga yang mau ke tempat membosankan itu? Kita jalan-jalan saja. Soal pekerjaanmu, Papa sudah menggantikan. Katanya, kita butuh waktu berdua," sahut Andreas yang lumayan berteriak sebab jalannya yang bising.
"Ah, sial. Aku paling benci tempat keramaian!" umpat Cherry yang justru membuat Andreas terkikik geli. Siapa juga yang akan membawanya ke tempat bising?
Setelah berkendara hampir satu jam, Andreas menghentikan motornya. Ia meminta Cherry untuk turun, setelah itu ia turun dan melepas helm di kepala sang istri.
"Kenapa kamu membawaku ke mari?" tanya Cherry dengan menautkan alisnya.
"Ini tempat ramai tapi tidak bising, pasti kamu suka. Ayo." Andreas menggandeng tangan istrinya masuk.
**
Wah, Cherry dibawa ke mana, ya? Ada yang bisa nebak?
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate, ya. Kalau gak ada yg Komen dan like, Author loyo nih, berasa novelnya gak seru sampe gak mau ada yang Komen.
Untuk info soal karya-karya Author, bisa mampir di IG author @Noorafzal05. Ada fake chat antara Cherry juga Andreas yang bikin geleng kepala pokoknya 😆
Salam manis dari Mrs. A ❤️❤️❤️❤️