
"udah ngak usah bercanda lagi.
DINDA APA MAKSUD LO TADI ?" nada rizky kini mulai meninggi.
"lha emang gue napa? kan gue cuma jalanin hukuman doang" jawab dinda santai.
" lo jadi cewe rese banget sih"
" lo cowo resenya"
" idih gue mah kagak rese, lo nya yang rese"
" lo"
"elo"
"lo"
.
.
.
"eits jangan berantem napa?ish" lerai lisya.
'what ni bener bang iki abang gue ni bener bang iki emosi ,akhirnya bang iki nunjukin sedikit emosinya setelah tiga tahun terakhir setelah perpisahannya dengan iza, iza lo di mana sama bang putra gue kangen banget apalagi bang iki kangen banget ama lo , lo tau ngak setelah lo pergi bang iki jarang senyum lo cepet kembali ya iza dan lo harus berterima kasih sama dinda setidaknya bang iki dikit marah dan semoga bang iki yang dulu kembali lagi' batin naura.
"oke...oke kita selesain masalah ini dengan cara gue" kata dinda
"fine, gimana cara lo itu" jawab rizky sinis
"lo kapten basket d'ferbas?" tanya dinda
"iya, emang napa?"ketus risky.
"maka dari itu gue ADINDA AFRIZA KUSUMA NANTANGIN LO RIZKY ADIATAMAYA TANDING BASKET SATU LAWAN SATU" kata dinda penuh penekanan.
rizky tersenyum sinis dan menjawab.
"oke, gue RIZKY ADIATAMAYA MENERIMA TANTANGAN LO ADINDA AFRIZA KUSUMA TANDING BASKET SATU LAWAN SATU" penekanan rizky.
"kita tanding setelah bel pulang sekolah bunyi di lapangan basket sekolah." lanjut rizky.
'gila..gila...gila.... ni bener bang iki nerima tantangan dari dinda. woi iza lo tau ngak selama tiga tahun bang iki ngak pernah tanding basket sama cewe kecuali lo. semoga rizky adiatamaya yang dulu sosok yang ceria balik lagi, gue harus deketin bang iki sama dinda' pikir naura
.
.
.
.
.
.
*flash on*
seorang pemuda kelas tujuh SMP dan anak perempuan kelas enam duduk di bangku taman.
" bang iki" gadis itu menarik baju pemuda disebelahnya .
" iya iza kenapa hm" tanya iki pada gadis bernama iza.
iki pun melihat yang ditunjukan oleh iza.
" oh lapangan basket kenapa mau kesana"
" tanding basket yuk"
" oke siapa takut" pemuda iki itu tersenyum ramah.
mereka berjalan menuju lapangan basket dan bertanding .
iza mendriblle bola kesana kemari dan mencetak angka.
" wow iza kau bisa mengalahkan ku padahal semua orang yang melawanku bahkan tak bisa mengalahkanku, oh ya tadi nama teknik yang kau gunakan itu apa?" tanya iki
" hehe iza gitu loh, oh tadi teknik andalan iza" jawab iza
"kok abang ngak pernah tau ada teknik itu didunia basket"
" itu teknik cuma iza yang bisa dan iza sendiri yang buat tekniknya"
" owh jadi abang bisa tahu hanya dengan teknik itu berarti itu iza dong"
iza hanya mengangguk
"pokoknya iza ngak bakalan ajarin teknik ini ke orang lain biar cuma iza yang bisa"
" oh ya bang iki" lanjut iza
" iya iza kenapa?"
"bang iki janji ya pokoknya cuma iza cewe satu- satunya yang bisa ngalahin bang iki dalam basket, dan cuma iza cewe yang satu- satunya cewe yang tanding ama bang iki"
" iya abang janji iza"dengan senyuman yang sangat ramah.
"dan juga abang janji ya sama iza, kalo senyum yang paling manis yang abang miliki cuma dilihat oleh iza ya"
"iya abang janji ngak akan pernah senyum manis sama cewe manapun kecuali iza" iki kembali tersenyum manis kepada iza.
* keesokan harinya*
iki pergi kerumah iza yang kebetulan disamping rumah nya setelah beberapa memanggil tapi tak ada yang membuka pintu dan iki memasuki rumah iza tapi terlihat sepi
"iza "
"bang putra"
" tante..."
"om"
tapi tetap tak ada yang menyahuti. ia masuk ke kamar iza tapi tak menemukan orang yang di kamar. ia mulai memasuki kamar dan mendapati sepucuk surat di meja belajar iza yang isinya......
----------------------
kepo isi suratnya dari iza apa...
yoshh lanjut part selanjutnya.
oh ya " iki " itu sebutan masa kecil " rizky " dan sebutan masa kecil "naura " adalah " ara" oke kepo lanjutannya LIKE DAN KOMEN DULU. jadikan novel ini favoritmu.
WOI PARA READERS JANGAN LUPA " LIKE" YA😘