
matahari kini sangat terik.
jam sudah menunjukan pukul dua siang
"kring..kring...kringg..." bel berbunyi nyaring. menandakan pelajaran telah berakhir para murid kelas X IPS B bukannya terlihat senang malah banyak yang terlihat murung.
"yah...pulang deh"
"ngak bisa natap wajah kak rizky dong"
"ngak bisa juga natap wajah kak evan dong"
"yah nanti gue kangen"
"kangen berat nih pasti"
kata para cewe kelas X IPS B.
"apaan sih ganjen amat" keluh kila dengan pelan, mungkin hanya dia yang mendengarnya.
"apaan sih kil, mulut komat kamit ngak jelas, kaya orang gila" lisya memukul pelan bahu kila.
"ngak papa" ketus kila.
rizky keluar dari kelas X IPS B
dinda keluar diikuti teman temannya
dan menghampiri rizky.
lisya, kila, dan naura sudah pergi menuju kantin, entah kenapa mereka menuju kantin pada saat pulang begini.
dan kini didepan kelas hanya menyisakan rizky, dinda, dan evan
"jadi?" tanya dinda.
"apanya?" tanya balik rizky.
"basketnya" ketus dinda
"hm i...." belum sempat ia menyelesaikan katanya
"KY.." teriak seseorang sambil berlari kearah rizky.
"apaan?"tanya rizky datar.
"apaan, apaan tadi pagi rapatnya belum kelar, lanjutin rapatnya anak anak udah nunggu" kata seseorang yang tak lain adalah ray.
"..." belum sempat lagi rizky menjawab ray kembali menyelanya.
"jangan bilang lo ada urusan"kata evan memincingkan matanya.
"...."
"ada urusan apa memang?" tanya ray
"...."
"ngak, gue ngak akan biarin lo pergi, lo ikut gue , kalo lo ngak dateng kan mulut gue jadi pegel lagi, ngomong tampa henti" lanjut ray tanpa mendengar ucapan rizky.
"mala?" tanya rizky.
"mala sibuk ngurusin IPS C, tadi ketahuan sama mala salah satu murid bawa rokok, resmi jadi murid SMA ini aja belum, udah melanggar aturan aja, lo tahu kan kalo mala itu paling anti sama orang yang melanggar aturan" kata ray nerocos.
rizky hanya mengangguk pelan.
"ngak bisa sekarang" kata rizky.
"hah?" tanya ray bingung
"gue ngomong sama dinda" ucap rizky datar.
ray hanya ber oh ria sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"oke, kita tunda" ucap dinda mengangguk kecil
dinda berjalan melewati koridor- koridor kelas menuju parkiran, dengan terus memperhatikan handphonenya.
dinda mengetikkan sesuatu digrup yang isinya hanya ada dirinya, lisya, dan kila.
~**Dinda_Af.Ks
woy
~kila_sya
iya bueb kenapa?
jadi tandingnya?
~Dinda_Af.Ks
[membalas kila_sya
jadi tandingnya?]
kgk jadi
[membalas Dinda_Af.Ks
woy ]
hm?
~Dinda_Af.Ks
[membalas lisya_ptr
hm? ]
dimna lo pada?
~kila_sya
di kantin
~Dinda_Af.Ks
owh.
tunggu
w kesana skrng
~kila_sya
ok ditunggu kita lagi makan cilok kang mamang bueh enak deh din**.
dinda tak membalas langsung memasukan ponselnya pada saku roknya, ia berbelok ke kanan saat sudah sampai di lorong kelas X IPA C, terus berjalan lurus hingga sampailah di kantin.
di kantin ia melihat kanan dan kiri. dan melihat lisya, kila , dan naura duduk di bangku dekat dengan pedagang cilok.
' beneran makan cilok? ' pikir dinda.
dinda terus berjalan ke arah mereka dan duduk di bangku sebelah naura dan berhadapan dengan kila. tampak kila tersenyum lebar menampakan deretan gigi putihnya pada dinda.
"mau cilok bang mamang din?" tanya kila sambil menunjuk menggunakan ibu jarinya pada gerobak di belakangnya .
"ngak" tolak dinda. dinda kembali mengambil handphone yang ada di sakunya.
~Dinda_Af.Ks
bang?
tak lama dinda mendapat telephone dari elvano
"tut..." sambungan tersambung
"hallo. bang?"
"dek lo dimana sih. gue udah nunggu lama di parkiran nih, mau gue tinggal hah? "
terdengar suara dari sebrang mengomel tidak jelas.
"gue di kantin"
" kenapa lo dikantin, sekarang udah pada pulang, lah lo malah di kantin ngapain hah?"
"lo kesini aja"
"a.. di..."
"tut.."
dinda langsung memutuskan sambungan telephone nya secara sepihak.
tak lama elvano datang dengan tatapan tajamnya.
dan menghampiri dinda.
"elo yah dek main putus sambungan aja, lo kenapa sih masih dikantin" tanya elvano dengan nada kesal.
"nungguin kila makan cilok" jawab dinda sambil menunjuk kila yang asik memakan ciloknya.
"kenapa ditungguin, ditinggal aja " kata elvano sambil menarik tangan dinda.
kila langsung cepat menghabiskan ciloknya,
"buwang..unggu...ilaa nebueng" kata kila yang mulutnya penuh dengan cilok dinda bangkit dari duduknya menggendong tas unggunya dan bangkit.
"bwuaybuway...uwe ulang hulu bualeng buwang el" kata kila sambil mengunyah ciloknya dan lari mengikuti dinda.
setelah semua cilok melewati kerongkongannya.
"bang el.. gue nebeng yah"
elvano menengok ke arah kila dan mengangguk kecil.
mereka bertiga berjalan beriringan melewati koridor koridor untuk ke parkiran.
tbc
like