
setelah dokter dan suster keluar ruangan.
" dinda di mana?"
"eumm....emm...eee"
"ara dinda emangnya kenapa?"
"eee..... bang... dindaa....."
"iya dinda kenapa?"
"......"
belum sempat naura menjawab.
" brakkkk"
seseorang mendorong pintu dengan keras.
dan muncullah dua makhluk absurd....
ya siapa lagi kalo bukan kila dan evan.
" apaan sih kil.... rizky lagi sakit juga" kata naura.
" peach " jawab kila sambil menunjukan dua jari membentuk huruf 'V'
kila langsung menjatuhkan dirinya di sofa sambil menjilati es krim di tangan kanannya yang hampir meleleh. sedangkan empat es krim lainnya di pegang oleh evan.
naura menghampiri kila yang duduk manis sambil memakan es krimnya di sofa.
" makan bae lo. kalo makan bagi bagi napa" ujar naura setelah mendudukkan dirinya di sebelah kila.
" huh uambill uaja atu, huh dihawa ehan " ucap kila yang masih memakan es krimnya.
" makan ya makan, ngomong ya ngomong" ujar naura.
"lakukan salah satunya. jangan men-dua karena di dua kan itu sakit rasanya" sahut evan.
"apaan sih ga nyambung lo" ucap naura.
naura bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah evan, naura mengambil satu eskrim yang di pegang oleh evan, hingga satu es krimnya jatuh ke lantai.
"Aaaaa.... es krim gueee" kila langsung berdiri dari duduknya hingga es krim yang di pegangnya ikut jatuh, kila tak menghiraukan dan berlari menghampiri evan, kila berjongkok di tempat dekat es krimnya jatuh.
"huhuhuuu.... es krim gueee"
kila menoleh pada sofa yang ia tempati dan melihat es krim yang belum habis ia makan juga terjatuh di lantai.
"Aaaa...... es krimmmmm gueeeeeee aaaaa belum habissss gueee makannn" histeris kila menghampiri es krimnya yang belum habis itu.
" hikss...hiksss.....es krim guee...... hiksss ting..gal..... duaa.... hiksss.....hikssss....." kila menangis dan menghampiri evan yang masih berdiri di tempatnya sedangkan naura sudah duduk manis di bangku sebelah bangkar rizky sambil memakan es krimnya.
" evan.....hikss...hikssss"rengek kila yang masih menangis.
" eh kil... lo kok nangis" evan segera meletakkan es krimnya di atas nakas dan mengusap air mata yang mengalir di pipi kila.
" jangan nagis dong.... kan cuma es krim... lagian masih ada dua kok es krimnya"
kila memeluk evan dan evan pun membalas pelukan kila.
" evan...hiks...hikss.... es krim gueeee huhuhuhu"
" gueee..udah.....hiksss....ngak.....hikss..hiksss
mau...eskrim......hikksss.... lagiii vann"
" yaudah lo mau apa gue beliin asal lo berhenti nangis ya"
" gue mau bonekaa hiksss"
" hah?"
kila melepas pelukannya pada evan.
" gue mau boneka kucing yang warna biru . yang di pajang di toko pinggir kota itu lho van"
"yaudah nanti gue beliin" ucap evan mengusap air mata yang membekas di pipi kila.
" gue maunya sekarang " rengek kila.
"nanti aja ya....-"
"hiksss..... gue.... maunya.... hikss.... sekarang...." kila kembali menangis dan membuat evan panik.
" yah jangan nangis lagi dong... iya gue beliin sekarang"
" beliin empat yah" ucap kila seraya tersenyum manis.
" iya gue beliin empat"
evan mengambil kunci motornya yang berada di atas nakas dan keluar dari ruangan rawat rizky dengan terburu buru.
setelah kepergian evan dari ruangan. kila mengambil es krim dari atas nakas dan memakannya satu.
kila menghampiri naura dan melakukan 'TOS' dengan naura.
mereka berdua langsung tertawa dengan memakan es krimnya.
rizky yang sedari tadi diam memperhatikan langsung bertanya.
" lo pada udah gila ya?" tanya rizky.
sontak tawa mereka berhenti dan menoleh pada rizky.
naura menepuk kaki rizky pelan
" enak aja ngatain kita gila"
" akhhh.... kaki gue sakit begooo"
"lagian tadi kila nangis nangis.. sekarang malah ketawa ngak jelas" lanjut rizky.
"gini nih gue jelasin" ucap naura.
" saat lo belum sadar....gue sama kila buat rencana ngerjain evan tuhh... soal suster tadi termasuk rencana. kila kaya debat sama suster gitu terus minta di beliin es krim lima sama evan. nah gue sengaja jatuhin es krim yang ditangan evan, kila juga sengaja jatuhin es krim yang belum habis..." jelas naura
" terus gue pura pura nangis" lanjut kila sambil mengeluarkan tetes mata dari saku celananya.
"gue pake nih tetes mata saat gue membelakangi evan saat gue jongkok di deket eskrim gue yang jatuh di deket sofa. dan gue nangis nangis buata minta boneka kucing empat" lanjut kila.
hingga kila dan naura pun kembali tertawa
" dasar ratu drama " lirih rizky yang mengetahui bahwa dua perempuan itu sedang bermain drama untuk membodohi evan.