
dinda kini sudah dirumahnya, evan langsung memasuki kamarnya tapi sebelum ia naik ke lantai dua ia berbisik pada dinda.
'hati hati. wawancara dadakan' ucapnya sambil berlari menaiki tangga.
dinda menghela napas berat berjalan ke lantai dua tempat kamarnya berada, saat dinda berada di undakan tangga ke empat
"sayang, udah pulang?" tanya dina ibu dari dinda.
"iya bun." jawab dinda singkat.
"gimana hari pertama masuk sekolah hm.?" tanya dina
"B aja"
"hah kok B sih?" tanya dina
"biasa aja bunda" ucap dinda gemas pada bundanya.
"sini deh... cerita dong sama bunda" kata dina sambil menepuk sofa disebelahnya.
dinda kembali menuruni tangga dan duduk di sebelah ibundanya.
"cerita sama bunda pasti temen kamu banyak ya" ucap dina antusias.
dinda menghela napas berat.
"masih sama lisya, kila, sama temen baru namanya naura" jawab dinda
"terus gimana banyak cowo ganteng ya?"
"ngak, biasa aja"
"ayo dinda kamu jangan gitu cerita dong sama bunda.. ya..ya" kata dina antusias
dinda kembali menghela napas berat.
"ketosnya rese bun, namanya rizky" dinda mulai bercerita, dina hanya diam memperhatikan dinda bercerita dengan serius.
"rizky punya temen namanya evan, cowonya playboy,....... tadi pagi kila ditembak sama evan..."
belum sempat dinda melanjutkan ceritanya.
"terus gimana keadaan kila, dirumah sakit mana? tuh cowo udah di penjara?" tanya dina panik.
"dinda belum selesai cerita bundaaa.... kila di tembak cinta, bukan tembak pistol. "
dina menganggukan kepalanya paham, dan menunggu dinda melanjutkan ceritanya.
"kila ditembak sama evan tapi belum sehari evannya udah mersa- mesraan sama cewe lain..." lanjut dinda
"remaja jaman sekarang yah breng**k semua" dina kembali menyela cerita dinda.
dinda kembali menghela napas kasar.
"udah lah bun dinda males cerita kalo di potong terus." dinda langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tangga dengan cepat sebelum dina menarik tangannya.
"DINDA... LANJUTIN CERITANYA BUNDA KEPO NIH SAMA EPAN SAMA LISKY" teriak dina pada putrinya yang sedang menaiki tangga.
dinda berhenti di tengah tengah tangga, dan membalikkan tubuhnya.
"evan sama rizky bunda... bukan epan sama lisky" ucap dinda santai.
"intinya kila salah paham sama evan." lanjut dinda langsung melanjutkan langkahnya menuju kamarnya...
dinda memasuki kamarnya yang berwarna serba biru.. mulai dari dinding, lemari, meja belajar, hingga sprai pun berwarna biru.
mungkin barang yang ia miliki yang tidak berwarna biru hanya tas sekolahnya, alat tulis untuk sekolah dan beberapa baju.
dinda melempar tas cokelatnya sembarang tempat dan merebahkan tubuhnya di kasur king size nya.
"capek banget elah" keluh dinda.
setelah dua puluh menit mandi. dinda keluar kamar mandi dengan mengenakan kaos biru laut polos dan celana jeans pendek selutut.
ia kembali merebahkan tubuhnya tengkurap di tempat tidurnya sambil memeluk boneka Doraemon kesayangannya.
dinda kembali membuka handphone nya dan membuka whatsapp nya.
dinda membuka salah satu grup chat yang bernama * trio cuantekkk* yang sempat ia buka tadi siang untuk menanyakan keberadaan para sahabatnya.
[kila somplak telah menambahkan +62 811********]
[kila somplak mengubah subjek dari " trio cuantekk" menjadi " fouro cuantek" ]
dinda terkekeh pelan karena nama kontak kila masih belum ia ganti dari seminggu yang lalu.
"fouro?" dinda berguman kecil binggung
"siapa yah yang dimasukin di grup ama kila" dinda kembali berguman
dinda mulai mengetikan sesuatu.
~Dinda_Af.Ks
siapa yang di msukn?
mksd fouro?
tak lama ia mendapat balasan.
~*kila somplak
[membalas Dinda_Af.Ks
siapa yang di msukn*?]
naura yang paling cuaantek tentunya.
[membalas Dinda_Af.Ks
mksd fouro?]
maksud nyi kan trio kan tiga tuh berarti empat jadi fouro lah**
tak lama
[anda telah mengubah subjek dari "fouro cuantek" menjadi " four friend "
tak lama lisya membalas di grup dengan nama kontak di handphone dinda ' lisya luph🐣'
~lisya luph🐣
napa sih ribut amat? dari tadi.
eh din bagus tuh nama grup
~+62 811********
[membalas kila_sya
naura yang paling cuaantek tentunya.]
apaan sih.
dinda menutup aplikasi whatsapp dan mematikan handphone nya. mulai menutup matanya menuju dunia mimpinya.
tbc
like