My Partner Is My Enemy

My Partner Is My Enemy
14_ di kerjain



masih banyak yang menyindir, dan memuji tapi tak di hiraukan oleh seorang rizky, rizky terus berjalan menuju kelas X IPS B.


sesampainya di kelas X IPS B.


dinda dan rizky yang sudah berada di depan pintu melihat kila yang sudah tertawa ria bersama lisya dan naura.


saking senangnya dinda melihat kila tertawa, turun dari gendongan rizky dan berlari menuju ketiga sahabatnya.


"KILA...LISYA...NAURA" teriak dinda dengan larinya menghampiri ketiga gadis itu .


"DINDAA..."teriak naura yang lebih dahulu mendengar teriakan dinda. kila dan lisya langsung mengarah ke arah dinda.


"MY PRINCESS....." teriak lisya tak kalah histeris.


"ULULU MY BABY " teriak kila dengan suara cemprengnya seperti toa itu.


mereka berempat pun berpelukan layaknya teletabis dan meloncat- loncat kegirangan.


rizky hanya melongo tak percaya dengan apa yang dinda lakukan barusan.


"baby, lo ngak papa kan? mana yang sakit hah? gue mewakili evan minta maaf ke lo. gue jamin tadi itu dia ngak sengaja "kata kila kepada dinda.


"iya gue ngak papa. nih nyatanya gue sehat- sehat aja" kata dinda sambil meloncat loncat.


"lo ngak mewek lagi kil?" lanjut dinda


"kagak lah, tadi cuma salah paham, evan juga udah jelasin semua. Tapi lo beneran kagak apa apa kan?" tanya kila kembali memastikan.


belum sempat dinda menjawab, lisya menyenggol lengan kila. kila menatap lisya dan sedikit menaikkan wajahnya. lisya langsung menunjuk rizky dengan dagunya. kila pun kini menatap rizky.


melihat interaksi antara kila dan lisya, dinda menoleh ke arah yang di lihat kila.


kini dinda melihat rizky yang masih di depan pintu dengan ekspresi datarnya.


risky menatap tajam pada dinda. dinda yang ditatap pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.rizky kembali mendekati dinda dengan ekspresi datarnya.


" lo ngerjain gue?" tanya rikzy dengan ekspresi datarnya.


"iya" jawab dinda dengan muka polos tidak bersalahnya.


rizky kembali ingin bicara tapi di potong oleh dinda.


" guys kantin yuk" dinda langsung buru buru manarik tangan naura dan kila yang di dekatnya.


mereka hanya menurut di tarik oleh dinda..


saat sampai di depan pintu dinda kembali teriak.


rizky menarik napas panjang sambil mengelus- elus dadanya.


"sabar ky sabar... ngadepin cewe rese kaya dia" guman rizky pelan.


rizky kembali membalikkan badannya keluar kelas dinda menuju ruang osis.


rizky membuka pintu ruang osis dan memasukinnya. rizky duduk di salah satu bangku, tak lama seseorang menghampirinya.


" ky gue minta maaf, tadi gue emosi ngak sengaja dorong dinda" kata seseorang itu yang tak lain adalah evan.


" hm" jawab rizky singkat.


' elah mode dingin on' batin evan


" lo ngak marah kan sama gue?" tanya evan


" hm" kembali rizky menjawab dengan kata itu.


" dinda di mana sekarang?" tanya evan lagi


" kantin" jawab singkat rizky.


" lo mau ikut gue ke kantin?"


" ngak"


" beneran. lo ngak laper?"


" ngak"


" ayo lah temenin gue ke kantin, ray sama kak el ntar nyusul"


" hm"


evan memutar bola matanya malas karena dari tadi rizky hanya membalas " hm " dan " ngak" sumpah irit omong banget nih bocah.


evan pun menarik tangan rizky dan rizky hanya menurut di tarik tarik tangannya.


di tengah jalan rizky dan evan bertemu elvano dan ray. mereka berjalan berempat. sepanjang perjalanan banyak yang menatap d'ferbas itu, banyak yang kagum dengan ketampanan mereka.


evan dan ray yang selalu menjawab sapaan para fans nya sambil tebar pesona. rizky hanya memutar malas jengah melihat evan dan ray yang selalu tebar pesona, rizky tak peduli pada para fansnya yang menyapa, ia lebih fokus pada handphone nya sepanjang jalan. elvano memasukkan tangannya pada saku celananya dan berjalan dengan cool tanpa memperhatikan sapaan para fansnya ia lebih fokus pada perutnya yang lapar dan berjalan lebih cepat agar sampai di kantin.


tbc


*LIKE, KOMEN