
dinda berjalan melewati koridor yang memang sudah sepi karena semua murid sudah ada di rumah masing- masing.
dinda telah sampai di parkiran. sekilas ia melihat jam yang melingkar di tangannya, dinda sudah sekitar tiga puluh menit lebih menunggu.
" mana sih tuh el rese, gak tau apa adeknya nunggu sampe kelaperan gini ?" guman dinda kesal pada dirinya sendiri.
"apa gue nyusul aja ya ke kelasnya?"
"erghh...nyusul aja deh" dinda berjalan dengan rasa kesal menuju kelas el.
saat sudah di dekat kelas el. dinda melihat abangnya itu asik bicara sesekali tertawa dengan.........rizky?
"bang!!" ucap dinda menyentak pada abangnya.
elvano menoleh pada dinda. begitu pun dengan rizky ia ikut menoleh pada dinda.
"lo belum pulang dek?" tanya elvano dengan polosnya.
"pletakk"
satu jitakan berhasil mendarat mulus di jidat elvano.
"akh.. apaan si maen jitak aja" marah elvano.
"woy adek lo nunggu lama di parkiran, perut juga laper lagi, eh yang ditungguin malah asik sama orang laen, abang macam apasih lo gue nunggu lo setengah jam!" marah dinda sambil bercak pinggang.
tampak elvano mengerutkan keningnya.
dan menepuk jidatnya dengan tangannya sendiri.
"emangnya gue belum kasih tahu lo ya, kalo gue pulang sore karena nanti ada les?" tanya elvano
"ya belum lah. kalo gue tahu ngak mungkin gue nungguin lo" ucap dinda ketus.
"ye... maapin deh gue" ucap elvano.
"trus gue pulangnya gimana? udah sore, kalo naik bus mesti udah kagak ada, kalo pesan taxi atau ojol kuota gue habis" ucap dinda.
"lo anterin gue pulang dulu deh bang" lanjut dinda sambil menarik lengan elvano.
" lima belas menit lagi les nya mulai dekk."
ucap elvano mencoba melepaskan tarikan dinda.
"enggak...... anterin dinda dulu lah bang ......" rengek dinda yang masih menarik tangan elvano.
"dek....kalo abangnya yang ganteng imut dan keren ini ngak ikut les apa nanti kata dunia eh...ralat kata ayah" ucap elvano agar adek melepaskan tarikan tangannya.
"ya udah.. dinda pulang duluan BYE..."ucap dinda sambil melangakahkan kakinya untuk menuju ke parkiran.
tanpa disadari kaki dinda terus melangkah hingga jauh dari sekolahnya dengan dinda yang mengoceh tidak jelas dan mengumpat untuk abangnya itu.
"gila apa... adek nya disuruh pulang sendiri,
kalo nanti adeknya yang cantik ini di culik gimana? udah sore jarang orang lewat.. erghhh
awas aja kalo dia pulang gue bacok tuh kepala eh- gue acak acak aja kamarnya biar di marahin bunda hehe, gue buang ps nya trus gue bocorin genteng nya wkwk eh- ngomong ngomong soal bocorin , bocorin rahasianya aja wkwk pasti besok jadi viral wkwkwk" guman dinda panjang lebar sambil tertawa tidak jelas.
"ekhmm...ekhmm...' seorang elvano putra kusuma mempunyai rahasia bahwa dirinya men...." kata dinda sambil menirukan reporter tapi ucapannya belum selesai terpotong oleh....
"tin...tin...." seseorang meng klakson .
seseorang dengan motor ninja warna biru tua menepi di pinggir jalan tepat di sekitar dinda, ia membuka helm nya dan memperlihatkan wajah.............RIZKY?
"naik" singkat rizky.
dinda hanya melongo, diam di tempatnya tak bergerak.
"naik" kini nadanya mulai kesal.
rizky semakin kesal.
"NAIK" teriak rizky.
dan berhasil membuat dinda sadar dari lamunannya.
" eh- gimana" ucap dinda kelabakan karena ia melamun
"gue ngak suka mengulangi kata gue jadi lo cepet naik atau gue tinggal" rizky sudah memakai helm nya dan akan menyalakan motornya tapi dinda sudah berada di jok belakang motor rizky.
rizky hanya tersenyum sinis dan melajukan motornya dengan kencang , niatnya mau menakuti dinda dengan laju kencangnya tapi dinda malah asik ketawa karena ngebut.
'yeelah nih cewe terbuat dari apaan sih. diajak ngebut malah asik ketawa kan harusnya takut' batin rizky.
rizky pun memelankan laju motornya.
"yah kok pelan ky. ngebut lagi dong" ucap dinda.
"gamao" balas rizky.
"yaudah gue yang nyetir"
"gaboleh"
"ayolah gue yang nyetir yah... yah.... mau dong"
"erghhhh oke fine lo yang nyetir"
rizky turun dari motornya dan kini dinda yang menyetir motor rizky.
"breemmm" motor rizky melaju dengan kecepatan tinggi.
"GILA.... WOY HATI HATI WOYYYY " teriak rizky dari jok belakang tapi dinda tak memperdulikan teriakan rizky dinda menambah kecepatan motornya.
"WOY CEWE JADI JADIAN PELAN PELANNNNN GUE KAGAK MAU MATI"
"MOTOR GUE BISA RUSAK..."
"INI JALAN RAYA WOYYYY"
"NANTI KETAB......."
"AAAAAAAA......."
"BRAKKKKKKK....BUMMMM.....PRANKKKKKKK...SRETTTT....BRAKKKKK...."
rizky tekapar dijalanan helmnya entah kemana karena rizky tak sempat menguncinya hingga helmmya terlepas kini pelipisnya banyak mengeluarkan darah ia melihat ke arah dinda yang memang tak memakai helm. tangan dan kepalanya banyak mengeluarkan darah karena benturan. kaki kanannya tertindih motor besar rizky, kini dinda tak sadarkan diri.
"din...din..da" lirih rizky hingga mulai pandangannya mulai meredup dan tubuhnya terkapar di tengah jalan.
tbc
LIKE
*sebelumnya author mau minta kasih .....PLAKKKK eh- ralat terima kisah....... PLAKKKKK apaan sih yang bener
dinda : terima kasih *** makasih juga kagak papa.
author: owh...ok..ok
author mau markisah........PLAKKKKKK
rizky:MAKASIHHHHH BUKAN MARKISAH.
ekhmmm..... author mau maska...eh- makan eh- makasii...h makasih buat para readers tercinta atas doanya hehe PTSnya jadi lancar dan nilainya juga memuaskan......
jangan lupa LIKE yee**