
saat dinda, lisya dan kila memakan mie ayamnya.
most wanted boys sekolah ini memasuki kantin terdengar teriakan histeris para cewe dikantin.
"AAAA D'FERBASSS"
"RIZKYYYY...."
"HUWAAAAA "
"COGANNN"
"EVANNNNN"
"RAYYYY"
"ELVANOOO..."
"UWAAAAAA"
masih banyak lagi teriakan histeris para cewe.
"apaan sih centil, kaya gak pernah liat cogan aja"cibir kila.
"udah diem aja lanjut makan" balas lisya.
kila kembali fokus pada makanannya dan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya.
sedangkan lisya sudah fokus pada benda persegi pipih miliknya dan menjelajahi dunia sosmednya.
sedangkan dinda juga fokus pada handphone nya dengan sekali diiringi dengan suapan mie ayamnya yang memang tinggal sedikit.
"BRAKKK"seseorang memukul meja tempat dinda dan teman- temannya dengan keras sontak semua orang dikantin melihat ke arah meja dinda.
dinda masa bodoh dengan orang yang memukul mejanya dan kembali fokus pada handponenya.
"apaan sih kak main pukul meja aja" kata kila pada seseorang itu yang ternyata adalah rizky.
"pergi" kata rizky dengan nada dingin dan muka datarnya.
dinda menyimpan handphonenya pada saku nya..
"ngak"balas dinda dengan jutek dan ketus.
"emang apa hak lo ngusir kita" lanjut dinda.
"maaf, cantik ini meja tempat tongkrongan d'ferbas, tolong pindah aja ya" kini bukan rizky yang bicara melainkan ray.
"ngak, lo pada aja yang pindah masih banyak meja kosong" kata dinda ketus.
"gue udah minta baik- baik ya, mending lo pada pergi deh" kata ray yang mulai ketus.
dari belakang elvano dan evan menarik belakang kerah baju ray dan menariknya mundur dan melepaskannya.
"apaan main tarik- tarik aja" kata ray pada evan dan elvano sambil merapikan bajunya.
"ngak usah diusir biarin aja mereka disini" kata elvano, lalu duduk di bangku sebelah kiri lisya, dan tersenyum manis pada lisya, lisya pun membalas senyuman elvano.
"ck, gue kagak di senyumin nih?" tanya dinda pada elvano.
elvano memberikan senyuman paksa pada dinda.
"kagak usah lah kalo kagak ikhlas " kata dinda.
ray mengembuskan napas kasar dan duduk di bangku sebelah kanan lisya. dan menggeser bangkunya agar lebih jauh dari lisya. rizky duduk dibangku sebelah kiri elvano dan berhadapan dengan dinda, sedangkan evan duduk di bangku sebelah kila.
kila lebih memilih melanjutkan makannya. dan tak menghiraukan evan yang ada di sebelahnya. kila mencoba memperhatikan disekitarnya.
evan yang sibuk menggoda dan menjahili kila, dinda dan rizky yang sibuk bertatap- tatapan sengit, elvano dan lisya yang asik bicara berdua, sedangkan ray yang ngenes sambil memakan kerupuk didepannya.
'ngenez amat' batin kila.
elvano bangkit dari duduknya dan berjalan menuju salah satu penjual dikantin. dan kembali membawa dua piring nasi goreng beserta satu botol mineral.
elvano menaruh satu piring didepan rizky, yang langsung disantap oleh rizky, sedangkan piring satunya dan minuman mineralnya untuk dirinya sendiri.
" gue ngak dipesenin?" tanya ray.
"pesen sendiri" balas elvano.
ray berdecak sebal dan bangkit dari duduknya menuju salah satu pedagang baso.
evan mengambil sendok dan ikut memakan mie ayam kila yang memang masih banyak.
"elah pesen sendiri napa ?" kila.
"ngak mau" tolak evan.
"woy nanti gue kurang" kila mulai sebal.
"nanti gue pesenin lagi" kata evan.
kila memutar bola mata jengah dan membiarkan evan semangkok dengannya.
tak lama ray datang dengan satu mangkok basonya dan duduk dibangkunya tadi.
ray sempat heran pasalnya melihat evan dan kila satu mangkok untuk berdua.
ray menyeritkan dahi.
"kila,cewe gue" kata evan dengan senyuman manis menghiasinya.
"enak aja, gue bukan cewe lo" ketus kila.
"din gue minta maaf tadi" kata evan.
"gapapa" singkat dinda
dinda menarik piring elvano yang tinggal setengah nasi goreng dan lansung menyantapnya.
"cewe lo juga el?" tanya ray menunjuk dinda.
sontak rizky dan dinda tersedak karena pertanyaan ray.
rizky langung menyambar jus jeruk milik dinda dan meminumnya.
"uhuk.. woy..uhuk...munuman gue....uhuk ukhuk...ukhuk.." kata dinda yang masih tersedak langung menyambar minumannya yang tengah diminum rizky langsung meminumnya.
ray bingung 'satu mangkok mie ayam untuk berdua kila dan evan. satu piring nasi goreng untuk dinda dan elvano. satu gelas jus jeruk untuk dinda dan rizky?' itu lah yang terus berputar- putar di kepala ray.
'kok jadi bingung mikir nya sih' batin ray
elvano menunjuk dinda.
"adek gue" jawab elvano atas pertanyaan ray.
"cewenya rizky tuh" lanjut elvano
"idih ogah amat gue sama dia" timpal rizky menunjuk dinda.
" gue juga ogah kali" timpal dinda tak kalah sengit.
tbc
like.