My Partner Is My Enemy

My Partner Is My Enemy
16_cerita



" lo pesen apa din?"lanjut lisya menanyai dinda.


" samain" jawab dinda singkat.


setelah menoleh sana sini dinda menemukan tempat yang pas bagi dirinya dan teman- temannya di sudut pojok kantin, di sana tidak banyak orang disekitarnya dan pastinya suasananya agak damai. dinda dan para sahabatnya memang tak suka keramaian, dan sesuatu yang gaduh, dan pastinya ngak ingin jadi pusat perhatian banyak orang.


dinda


- sepi ngak ramai, ngak bikin telinga panas-


lisya


-keramaian? ngak suka narik perhatian banyak cogan :v -


kila


- sepi ngak gaduh? ya iyalah gamao soalnya hanya gue sama sahabat sahabat gue yang bikin gaduh dan rame, ribut -


dinda dan kila berjalan menuju bangku tersebut.


"din lo beneran masih mau tanding basket sama kak rizky, emang keadaan lo sekarang baik- baik aja?" kila menaikkan satu alisnya.


"hm. perut gue juga udah baikan, cuma buat driblle, lompat, lari ngak papa lah" jawab dinda.


" lo beneran ngak papa?"


"hn"singkat dinda.


" emang lo sama evan punya urusan apa sih. sampe lo mewek gitu?" lanjut dinda


" gini..." belum sempat ia mengatakan lisya dengan nampan yang diatasnya tiga mangkok mie ayam dan tiga gelas jus jeruk.


"niehh pesanan datang" kata lisya dengan suara kalem khas nya.


"erghh" kila memutar bola mata malas.


" gue lagi mo curhat nieh sama si dinda maen dateng aja" lanjut kila


"gue ngak diajak curhat nieh" lisya memanyunkan bibirnya.


"ngak usah di monyong monyong in....jijik" kata kila.


" udah woy debatnya, tadi gimana kil ceritannya" lerai dinda.


"owhh sampe mana tadi gue ceritanya" kila.


"gini...." dinda.


" iyah.. terus.. gue bilang gimana"kila


"ya gini..." dinda.


"lo bilang GINI" nada dinda mulai meninggi.


" ya GIMANA?" tanya kila lagi.


"LO BILANG GINI BEGOOO.. G..I...N..I" dinda mulai marah.


"owh..gini toh" kila mengangguk angguk kan kepalanya kecil.


"iyah gimana lanjutannya" kata dinda yang mulai tak sabar. sedangkan lisya memakan mie ayamnya dengan tenang memperhatikan dinda dan kila berdebat tentang 'gini'


"tadi pagi..." kila mulai bercerita.


" iyah" kata dinda menyela.


"JANGAN NYELA BEGO" bentak kila.


" maap maap" kata dinda sambil memakaikan saos,dan sambel pada mie ayamnya.


"gini tadi pagi....." kila sengaja berhenti saat bicara karena melihat dinda dan lisya yang mulai memperhatikan dengan serius.


"tadi pagi..... gue di tembak kak evan" lanjut kila santai.


" trus apa yang salah?" tanya dinda.


" masa kila yang cantik, manis, nan paripurna di tembak cowo ngak romantis, jadi gue masih pertimbangin belum gue jawab lah" kata kila dengan cepat dan ekspresi datarnya.


"emang gimana nembaknya?" lisya bergantian bertanya pada kila dengan meminum jus jeruknya.


"gimana kil lo mau ngak jadi pacar gue? gitu bilang nya kaya ngajak makan dipinggir jalan aja, seenggaknya kan gue pengen ditembak romantis gitu, pake bunga, cokelat, boneka, trus di tembak didepan umum gitu" kata kila memajukan bibirnya


"aelah gitu doang lo mewek?" tanya dinda sinis.


"belum selesai cerita gue aelah" kila memutar bola matanya malas karena ketika dia selalu cerita pasti selalu disela dengan pertanyaan.


"trus gimana?" dinda.


"ekhem.. trus tadi kan gue ke toilet tuh, pas mau balik ke kelas gue liat evan ngerangkul kak mala, yah gimana coba seakan dipermainin, paginya di tembak eh belum ada sehari udah nemplok sama cewe laen kan emosi gue di permainin, gue tumpahin emosi gue ke tia tadi lah, pas lo udah di bawa rizky pergi evan langsung jelasin kalo emang dia itu udah biasa berlaku kaya gitu sama mala, kebetulan mala itu adek sepupu sahabat dia namanya tuh... siapa yak , kayaknya ra..ra..ray yah itu adek sepupunya ray. evan udah menganggap mala itu adek nya sendiri.eh gue malah salah paham" jelas kila panjang lebar.


"makanya jangan asal nuduh. seengaknya lo minta penjelasan dulu sama evan dengan tenang." usul dinda.


" nieh ya kil. menurut gue sebuah hubungan itu dimulai dari kepercayaan antar sesama. kalo lo aja ngak percaya ama pasangan lo, jadinya akan jadi kesalah pahaman dan hubungan lo ngak akan bertahan lama" kata lisya dengan bijak.


kila hanya mengangguk angguk kan kepalanya dan mulai memakan mie ayamnya yang dari tadi didepannya.


tbc


like