My Partner Is My Enemy

My Partner Is My Enemy
28_ngak peka



kini rizky berdiam diri di kamarnya...


ya... seminggu ini rizky selalu menemani dinda yang sampai sekarang masih koma...


jangan tanya kenapa rizky berada di kamar rumahnya! ya karena elvano tidak tega melihat keadaan rizky... jadi elvano memaksa rizky untuk pulang beristirahat.... rizky sempat menolak karena dirinya ingin terus di samping dinda tapi... elvano mengancamnya jika rizky tidak pulang beristirahat maka elvano tidak akan mengizinkan rizky untuk menemui adiknya selama lamanya.... dan tentu rizky menuruti elvano untuk pulang beristirahat..


"bang iki... buka pintunyaa... ayo makan malam dulu" ucap alya mama rizky.


"iki ngak laper maa... " tolak rizky.


"nanti kamu sakit bang" ucap alya lagi.


"UDAH IKI BILANG IKI NGAK MAU MAKAN MAH... GIMANA IKI BISA MAKAN... KALO KEADAAN DINDA AJA KAYA GITU GARA GARA IKI" teriak rizky


terdengar isakan tangis dari balik pintu kamar rizky dan rizky dapat menduga bahwa itu alya mamanya.


karena rizky merasa bersalah telah membentak mamanya rizky bergegas keluar kamar dan mendapati mamanya menangis di dekat pintu kamar yang terduduk di lantai...


rizky langsung memeluk tubuh mamanya itu.


"mah... maafin iki mah.. iki ngak bermaksud bentak mama" lirih rizky pada mamanya.


alya melepas pelukan antara dirinya dengan rizky, alya membelai lembut pipi rizky


"kamu makan ya bang" ucap alya lagi.


" mah... ngertiin keadaan iki dong mah... dinda terbaring koma di rumah sakit... dan itu gara gara iki...iki ngak bisa malah enak enakan makan mah... iki ngerasa bersalah..." lirih rizky dengan suara serak menahan tangisannya.


tampak alya memanyunkan bibirnya


"yaudah sana lanjutin nangis nangisnya, kurung diri di kamar, banting semua barang, sana lanjutin" kesal alya.


rizky hanya mengangguk.


"ide bagus mah.. iki lanjutin lagi"


rizky berjalan menuju kamarnya ia menutup pintu kamarnya dan ya terdengar suara pecahan beberapa barang yang di banting.


alya mencebikan bibirnya


"dasar ngak peka bukannya bilang 'yaudah iki mau makan mama jangan kaya gini lagi' eh malah bilang 'ide bagus mah.. iki lanjutin lagi' dasar udah ah mama jadi pusing" ucap alya yang pergi menuju lantai bawah.


naura yang mendengar kebisingan dari kamar sebelahnya ah.. kamar kakaknya tepatnya.


pergi menuju kamar kakaknya..


"tok....tok....tok..." naura mengetuk pintu kamar berulang kali tapi tak kunjung ada sahutan.


"ck.. ngak di buka pintunya... kan gue cape mengetok nyaaaa" guman naura.


saat naura memegang engsel pintu


"klekk" ya pintu terbuka.


"ck.ck... capek capek ketuk pintu eh... ternyata ngak di kunci" tanpa permisi naura memasuki ruangan dan melihat kakaknya yang sibuk membanting barang yang ada di kamarnya.


saat naura malihat kakaknya akan membanting sebuah figuran naura langsung menghentikannya.


"STOPPP BANGGG" cegah naura dan berhasil menghentikan kegiatan rizky.


"ck. apaan sih. ganggu" ucap rizky.


naura langsung menghampiri rizky dan merebut figura yang ada di tangan rizky.


naura langsung memeluk figura itu.


"foto gue jangan di banting" ucap naura.


"sejak kapan foto lo ada di kamar gue?" tanya rizky heran


"gue yang taruh minggu kemaren biar lo inget kalo lo punya adek yang cantik" ucap naura.


"dasar narsis" ejek rizky.


" biarin "


"siniin foto lo mau gue banting " ucap rizky.


"jangan... kalo mau banting...." ucap naura lalu menghampiri laci yang ada di pinggir kasur rizky.


naura membuka laci yang paling atas dan mengambil sebuah foto yang berfigura biru dan menyerahkan pada rizky.


"kalo mau banting banting yang itu aja" ucap naura menyerahkan figura itu pada tangan rizky.


rizky melihat siapa yang ada di figura itu.


"eh jangan kalo yang ini" ucap rizky memeluk figura itu .


" ck. dari mana lo tahu figura ini ada di laci?" tanya rizky.


"gue sering liat lo natap figura itu sambil senyum senyum, nah pas gue mau naruh foto gue di kamar lo gue baru inget dan buka laci lo dan pertanyaan gue terjawab kalo sebenernya abang gue itu ngak gentle masa suka sama dinda cuma diliatin fotonya seharusnya lo tembak, kalo dinda udah sadar gue ngak mau tahu lo harus tembak dia" jelas naura mengenai figura itu yang ternyata terdapat foto dinda.


"dih maksa" ucap rizky.


"biarin wleeee" naura memeletkan lidahnya.


"nau nanti temenin gue jenguk dinda ya" ucap rizky.


"iyeeee... udah gue mau balik ke kamar kalo lo mau lanjutin banting barangnya silahkannnnn" ucap naura pergi dari kamar rizky dengan masih memeluk figura fotonya.


**Tbc


LIKE


hehe author bikin ada sedikit komedinya biar ngak kelarut dalam kesedihan.... karna sedih itu menyakitkan cukup sakit hati karena doi aja jangan sampai sakit gara gara virus corona hehe. para readers jaga kebersihan juga jaga kesehatan.... mari bersama sama untuk melawan covid-19... dengan cara mencuci tangan dengan sabun kalo mau pergi pake masker untuk mencegah penularan covid-19....


oh iya kalo mau ada yang ditanyakan tentang novel ini atau kelanjutan novel ini bis hubungin whatsapp author di bawah.


0812 2672 8750**