
rizky membuka matanya perlahan dan menyesuaikan cahaya yang dari ruangan yanng serba putih. matanya menyapu pandangannya terhadap ruangan tersebut.
"din...din..da....dind.." lirihnya susah payah.
seseorang bersama dua orang perempuan yang duduk di sofa ruangan tersebut kaget dan segera menghampiri bankar rizky.
"ky lo udah bangun? ada yang sakit ngak hah? mana yang sakit" tanya seorang remaja laki laki yang tadi terduduk di sofa yakni evan.
" lo mau makan apa gitu ngak bang? biar ara beliin" kata salah satu remaja yang diyakini yaitu naura.
"iya ky. apa perlu gue panggilin dokter? atau suster? atau pak satpam? atau OB? atau OG? atau perlu gue panggilin pilot? masinis ? kang ojek? mang cilok? kang dadang? pak kebon?" tanya kila bertubi tubi.
"apaan sih kil, yang bener kalo nanya elah. sana panggil dokter aja " titah naura.
"oke...tunggu"
kila berlari keluar ruangan.
"DOKTERRR......YUHUUUU........DOKTERRRRR.......SINI.....DONGGGGGG" kila berteriak di ambang pintu.
sedangkan naura menepuk jidatnya.
"tuh bang gebetan lo... ngak warass" ucap naura kepada evan.
" apaan sih kagak kenal gue" ucap evan sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
tak selang lama dokter datang dengan seorang perawat.
kila mempersilahkan dokter untuk masuk tapi saat perawat itu juga akan masuk kila mencegahnya dengan merentangkan kedua tangannya di pintu.
"maaf...saya ingin memeriksa pasien, tolong singkirkan tangan anda dipintu" ucap suster itu sopan.
" ngak boleh" ucap kila ketus.
"maaf saya hanya ingin memeriksa pasien"
" ngak boleh masuk"
"tolong biarkan saya masuk" ucap suster itu mencoba tenang.
"ngak boleh masuk, cuma dokter aja yang boleh masuk"
"kenapa?" suster itu berbicara setenang dan sesopan mungkin.
"katanya adiknya....." ucap kila sambil menunjuk naura. ya sebenarnya kila sudah tahu kalau naura adalah adik dari rizky.
"cuma suruh panggilin dokter AJA" ucap kila menekan kata AJA.
naura kembali menepuk jidatnya dan menggeleng gelengkan kepalanya.
dokter mulai jengah dengan kila
"dokter diam aja deh. tugas dokter cuma periksa temen saya" ucap kila
" suster masuk saja" ucap dokter dengan tegas.
suster mencoba masuk tapi kembali dihadang oleh kila.
" suster kagak boleh masuk"
"udah lah kil biarin aja masuk " kini naura buka suara kerena jengah dengan sikap kila.
"yah nau kan tadi lo yang bilang panggil dokter aja" tegas naura.
naura menyenggol lengan evan yang memang disebelahnya.
evan menengok ke arah naura.
naura menunjuk kila dengan dagunya.
evan hanya mengangguk.
evan berjalan ke arah kila dari belakang ia memegang bahu kila.
kila menoleh ke belakang dan menatap sinis evan.
"APA? mau suruh gue buat biarin suster ini masuk hah? yang mos kemarin belum gue jawab. mau lo gue tolak hah? apa lo suka sama suster ini? hingga belain dia dari pada gue" ketus kila pada evan.
evan menurunkan tangannya dari bahu kila dan menelan salivanya susah. ia segera menggeleng cepat.
"ngak kok. gue itu cuma suka sama lo doang kil beneran deh" ucap evan sambil mengacungkan dua jarinya membentuk 'V'
" terus lo mau apa" ketus kila.
evan kembali menelan salivannya.
" gue ajak lo ke indomaret yuk. gue beliin es krim" evan tersenyum pada kila.
kila menggeleng
" ngak mau" ucap kila menolak evan
" tapi kalo beliin lima gue mau" lanjut kila.
kila segera menarik evan keluar ruangan.
saat baru beberapa langkah kila keluar ruangan ia kembali berbalik.
" lo jangan masuk. gue mau beli es krim dulu. awas aja kalo masuk" ucap kila sinis pada suster.
sementara suster itu hanya mengangguk.