
"buka aja lah dari pada kepo"
rizkypun membuka kertas tersebut terdapat tulisan"RIZKY ADIATAMAYA JELEK.....JELEK....JELEKK...SERATUS LIMA PULUH KALI LIPATT.."
"Bhaksss hahhahahh...." tawa evan pecah saat membaca tulisan tadi.
"gila tuh cewe, kaga tau apa gue tu ketos disini"
"berani bener ya tuh dinda sama lo" kata evan yang diakhir tawanya.
"Dinda?" rizky menaikan satu alisnya.
"iya namanya ADINDA AFRIZA KUSUMA"
"kusuma? berarti adiknya kak El dong?"
"he,em tadi dia juga bilang gitu"evan mengangukan kepalanya menjawab pertanyaan rizky.
Rizky beranjak dari duduknya
"eh, mau kemana lo?"tanya evan yang melihat kepergian rizky.
"ke kelasnya tuh cewek lah"
"KY, RAPAT OSIS BENTAR LAGI DI MULAI WOI, KETOS MAU KEMANA"tanya seorang pemuda yang juga berada diruangan itu.
"KELUAR BENTAR RAY, WOI MALA LO GANTIIN GUE RAPAT YAH"
"woy gue ikut ky..."evan berlari menghampiri rizky.
"WOY MALA GUE JUGA ABSEN YAH , MAU IKUT RIZKY NIH"teriak evan yang diambang pintu dan berlari mengejar rizky yang berada beberapa langkah didepannya.
.
.
.
saat di koridor depan ruang osis.
"woy ki"
"hmm" rizky menjawab dengan deheman singkat.
"lo emang tau kelasnya tuh cewe"
" kelas X IPS B"
evan hanya ber oh ria sebagai jawaban.
"emang lo napa mau ikut hah?" giliran kini rizky bertannya pada evan
"hehe kali aja ada cewe cantik disana"evan menjawab dengan tertawa kecil tidak jelas.
"mulai kumat dah jiwa playboy lo"rizky menarik bibirnya terangkat hingga membuat senyuman tipisnya karena kelakuan sobat satunya ini.
.
.
.
.
.
*di kelas X IPS B*
dinda tampak memasuki ruang kelasnya.
dinda berhenti diambang pintu melihat dua orang yang sangat ia kenal.
"LISYA... KILAA" teriak dinda memanggilnya. sang empu nama pun menoleh.
dinda lari menghampiri lisya dan kila dan memeluk dua temannya itu, lisya dan kila pun membalas pelukan dari dinda teman alias sahabatnya sejak SMP itu.
"ekhemm"deheman seseorang yang duduk dibangkunya.
dinda menoleh dan menaikan satu alisnya.
"ehm, dinda nih kenalin temen baru kita, namanya naura, lo duduk satu bangku ya sama dia? kebetulan bangkunya lo sama dia di belakang kami" tutur lisya yang menjelaskannya.
dinda mengulurkan tangannya dan disambut tangan naura.
"Adinda Afriza kusuma panggil aja kaya mereka `dinda' "
"Naura"jawab naura singkat.
"nama marga lo?" tanya dinda yang tampak ragu menanyakan.
"nanti lo bakal tahu sendiri"jawab naura yang sok misterius.
"ya gimana dong" dinda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" gimana apanya?"tanya naura yang kebingungan.
" soalnya gua ngak suka tahu sukanya tempe" jawab dinda singkat
"wah iya tuh apalagi tempe bacem, buehh enak pasti tuh" timpal kila
" kalo gue mah lebih suka kering tempe" kini lisya ikut menanggapi.
"kalo gue sih lebih suka keripik tempe"dinda dengan nada datarnya.
" gue suka nya mah suka batu sama kayu"
naura tampak kesal karena tiba- tiba sahabat barunya malah membahas masakan olahan dari tempe, sepertinya ia harus merasa biasa karena pasti tiga sahabat barunya itu akan tambah berperilaku konyol, dan dia hanya berharap semoga ia tidak tertular menjadi konyol.
dinda, lisya, dan kila menoleh pada naura bergidik ngeri menatap sahabat barunya itu.
" ya ngak lah gue masih normal, masa gue makan batu sama kayu" elak naura karena mendapati gidikan ngeri dari sahabat barunya.
mereka berempat bertawa ria saat salah satunya melontarkan sebuah lelucon yang kadang tidak masuk kedalam logika.
dinda duduk di bangkunya sebelah naura tepat dibelakang lisya.
saat mereka asik dengan pembicaraan mereka berempat.
terlihat dua orang masuk ke kelas dinda.
"DINDA" terlihat seseorang yang didepan memanggil dinda, terlihat di mukanya tampak ada kemarahan.
.
.
.
.
.
_____________________
kira kira siapa ya, yang panggil dinda? dan apa yang akan ia lakukan kepada dinda?
kepo... yoshh lanjut part berikutnya.
maap bila ada typo. dan mohon untuk para readers untuk jangan lupa LIKE AND KOMEN dan jadikan ini novel terfavoritmu dengan menekan tombol love.
jangan lupa LIKE dan KOMENNYA ya GUYSS..
ok bye- bye di part selanjutnya.😘