
sudah seminggu lebih dinda bersekolah di SMA Jaya Sakti. hari ini adalah hari selasa hari ia akan mulai pelajaran karena mos sudah selesai sabtu dua hari kemarin.
pertandingan basket antara rizky dan dinda juga terus ditunda karena kesibukan rizky sebagai ketua osis.
pagi ini masih pukul 06.00
rizky sangat kelelahan karena kemarin ia pulang pukul 19.39
hari ini ia harus berangkat pagi- pagi sekali karena pukul 06.45 ia harus rapat.
"sumpah gue capek banget" keluh rizky pelan.
"mau istirahat dimana yak, kalo ke ruang osis pasti kenganggu,kalo ke kelas pasti udah ada ray, nanti juga ke ganggu" lanjut rizky.
rizky melewati kelas X IPS B. rizky berhenti di depan pintu.
"kosong?" guman rizky pelan.
rizky memasuki kelas tersebut dan duduk di bangku naura, ia menenggelamkan kepalanya pada lipatan tangannya.
tak lama rizky tertidur.
seseorang memasuki kelas X IPS B, ia berhenti di ambang pintu.
"napa dia disini?" tanya seseorang itu pelan.
dia memasuki kelasnya dan duduk di bangkunya sebelah rizky. seseorang itu adalah dinda.
dinda ikut menenggelamkan kepalanya pada lipatan tangannya menghadap rizky.
jujur dinda juga sangat mengantuk karena semalam menonton kila balapan, dan tentu saja kila yang menang, ia merayakan kemenangan kila hingga larut, sampai di rumah ia ngak bisa tidur, dinda bisa tidur pukul 02.00 dini dan bangun pukul 05.00
dinda hanya bisa tidur tiga jam saja.
dinda terpaksa berangkat pagi, karena abangnya elvano ada jam pelajaran tambahan pagi.
dinda menatap wajah tenang rizky.
"lama gue ngak liat wajah lo setenang ini. lo ngak berubah" guman dinda sangat pelan.
tanpa di sadari rizky terbangun saat dinda duduk disebelahnya. tapi rizky masih menutup matanya karena dinda berucap sesuatu.
dinda mengusap pipi rizky lembut.
"gue kangen ama lo, maaf" guman dinda lagi .
dinda mengangkat kepalanya menatap jam dinding di kelas.
'enam lewat lima' batin dinda.
dinda bangkit dari duduknya, keluar kelas dan menuju kantin.
selepas kepergian dinda, rizky membuka matanya dan mengangkat kepalanya.
"kapan dia pernah liat gue tidur gini? mungkin kemarin kali ya di ruang osis" tanya rizky pada dirinya sendiri.
"kok dia kangen sama gue, hari minggu kemaren ngak ketemu jadi kangen kali yak?"lanjut rizky.
"trus kenapa dia minta maaf, mungkin karena 'maaf gue kangen sama lo' kali yak?" rizky bertanya kembali pada dirinya.
rizky terkekeh pelan karena pertanyaan konyolnya.
rizky mendengar langkah seseorang.
"tap..tap..tap.."
karena saking gugupnya, berpikir itu adalah dinda. rizky kembali pada posisi pertamanya dan memejamkan matanya.
seseorang duduk di bangku dinda dan meletakan dua bungkus roti. ia menyobek kertas dan menulis sesuatu. seseorang itu bangkit dan berjalan ke luar kelas.
rizky kembali mengangkat kepalanya dan melihat seseorang perempuan itu yang ternyata adalah" mala". rizky sempat kecewa karena itu bukanlah dinda. entah lah di dalam hatinya paling dalam ia sedikit merasa kecewa. rizky mengambil rotinya dan membaca suat yang berada di sebelah rotinya.
*makan rotinya udah gue beliin
gue tahu lo kecapekan dan
belum sempet sarapan .
gue ngak tahu lo suka rasa apa
mala*.
dilain tempat seseorang memperhatikan mala yang mengasih roti pada rizky.
dia juga merasa sangat kecewa.
"udah dikasih ternyata sama orang lain" lirih seseorang itu yang tak lain adalah dinda.
ia segera membalikkan badan karena melihat mala keluar dari kelasnya.
ia sempat melamun beberapa saat, menatap roti cokelat dan jus alpukat di tangannya.
rizky keluar dari kelas Ips bhe sambil membawa rotinya.
ia sempat mematung melihat dinda berada didekat pintu kelas.
dinda berjalan menuju tempat sampah dan ingin membuang roti coklatnya dan jus alpukat nya karena dari kecil dinda memang tak suka rasa cokelat dan jus alpukat.
saat ingin membuang roti dan jus nya ada seseorang memegang tangannya mencegah dinda untuk membuangnya, dia adalah rizky.
"kenapa dibuang?" tanya rizky.
"gue ngak suka roti cokelat dan jus alpukat" ketus dinda.
"kenapa dibeli?" tanya rizky lagi.
"iseng" jawab dinda asal.
rizky merebut kantong plastik putih yang di pegang dinda.
"gue aja yang makan" ucap rizky.
"ngak boleh. ini punya gue"
"tadi mau dibuang, dari pada sayang mending kan gue aja yang makan, kebetulan gue suka roti cokelat sama jus alpukat"
"emang gue beliin sesuai selera lo" lirih dinda pelan mungkin hanya dia yang mendengarnya.
"hah?" tanya rizky yang mendengar lirihan dinda.
"hah...ngak boleh. gue juga laper"
"nihh" rizky memberikan dua bungkus roti rasa nanas yang diberikan mala tadi pada telapak tangan dinda.
"ini kan roti dari kak mala kenapa kasih gue" ucap dinda spontan.
"kok lo tahu kalo ini di kasih mala"ucap rizky mengintimidasi rizky tersenyum kecil melihat kegugupan dinda, mungkin orang yang tidak memperhatikan dengan seksama tidak akan menyadarinya bahwa rizky tersenyum.
"e...ee..." gugup dinda.
dinda menghela napas kasar.
"ngak sengaja liat tadi" jujur dinda.
"owhh... yaudah lo makan roti itu, roti lo gue yang makan. gue ngak suka rasa nanas soalnya" ucap rizky langsung pergi meninggalkan dinda.
setelah kepergian rizky dinda tersenyum kecil.hingga.
"DOORRRRRRRR" kila mengagetkan dinda.
"ish.. apaan sih ngagetin aja"
"lo yang napa senyum senyum ngak jelas" kini lisya mengomentari.
"ngak papa" ucap dinda kembali datar.
dinda masuk ke kelas nya dan duduk dibangku nya.
ia memakan roti rasa nanas yang diberikan rizky, dan memberikan sebungkus yang satu pada kila. para temen teman dinda mulai memasuki kelas hingga beberapa menit bel masuk berbunyi.
dinda dan teman- temannya memperhatikan pelajaran dengan serius.
tbc
like