My Partner Is My Enemy

My Partner Is My Enemy
5_Naura Sama Dinda?



"DINDA" terlihat seseorang yang didepan memanggil dinda, terlihat di mukanya tampak ada kemarahan.


Dinda pun menoleh ke asal suara.


 ngapain tuh orang kesini, nyari gue lagi' pikir dinda.


"siapa tuh cowo ganteng amat" lisya memperhatikan tanpa berkedip.


"ganteng yang belakang lah" kini kila yang berkomentar.


"gak ada yang ganteng menurut gue mah, yang depan muka datar, suka marah\- marah ngak jelas, eh yang belakang sok kegantengan kayaknya juga playboy lagi" dinda mengomentari komentar dua sahabatnya itu.


"itu yang depan namanya rizky yang belakang namanya evan" kini naura yang berbicara.


kini lisya dan kila mengalihkan pandangannya kepada naura.


"iya gue tahu" jawab dinda tanpa mengalihkan perhatiannya.


"lo tau dari mana ra?, lo juga din lo tau dari mana?"tanya kila yang tampak kepo sementara lisya hanya mengangukan kepalanya menyetujui pertanyaan kila, mereka berdua menunggu jawaban dua sahabatnya itu.


"e.ee.. kan mereka terkenal disini"jawab naura yang tampak gugup.


" lo din tau dari mana?"tanya lisya yang belum mendapat jawaban dari dinda.


"tadi pagi gue sedikit ada masalah sama rizky, terus pas mau nyelesain masalahnya eh malah ketemu evan trus kenalan deh" jawab dinda santai.


di ambang pintu rizky melihat empat cewe yang duduk berhadapan salah satunya adalah seseorang yang ia cari, rizky menghampiri mereka diikuti oleh evan. . . . saat tiba di bangku mereka, rizky menggebrak meja didepan mereka sontak empat cewe tadi pun menoleh pada rizky.


"DINDA APA MAKSUD LO HAH?" teriak rizky yang to the point. semua siswa yang di kelas pun melihat ke arah rizky.


"maaf, bapak siapa? owhh.. cari anak bapak ya? itu anaknya di bangku depan. bapak salah alamat!" dinda dengan santainya menunjuk kila.


"eh ayah ada apa cari kila?" kini kila mengikuti alur drama yang dibuat oleh dinda.


"ih.. najis gue punya anak kaya lo!"ketus rizky. 


'wah parah lo ky, tu cewek cakep kasihan tuh, kan lumayan ki, oh ya ki bukannya yang disebelah dinda itu naura adik lo, kok naura bisa sama dinda sih?' bisik evan pada rizky.


" bukan tipe gue itu cewe mah, eh iya itu naura kok bisa sama dinda ya?' jawab rizky dengan berbisik pada evan. rizky menoleh pada naura.


"Na....." kata rizky berhenti saat melihat naura menggeleng kecil padanya seperti memberi tahu bahwa jangan bicara padanya.


"Na...Na...Najis mugoladhoh dia jadi anak gue" gugup rizky sambil menunjuk kila.


"eh, naura lo kok sama dinda sih"evan bertanya pada naura. sontak evan mendapat cubitan di perut dari rizky dan pelototan dari naura. 


'woi jangan bilang pada siapapun kalo naura itu adek gue , awas aja kalo ada yang tau lo yang gue pertama salahin.'bisik rizky pada evan


` iya iya santai aja,lo kagak inget tujuan lo kemari apa' evan kembali berbisik pada rizky.


"kalian ngapa sih bisik- bisik?" tanya kila


"eh.eh maksud lo tadi apa van, berarti naura bergaul sama kita tuh salah apa?" sinis dinda


"WOI NGAK USAH BANYAK BICARA" bentak rizky sambil menggebrak meja.


"EH, ES TEH AYAM GEPREK SAMBEL IJO" sontak kila yang keget atas tindakan yang dilakukan rizky.


"bhkssss....hahahhha" tawa dinda, lisya , naura dan evan pecah.


" lo kaget apa leper kil?" tanya dinda di akhir tawanya.


"igh... ayah rizky bikin kaget kila aja" kata kila yang dibuat dengan nada kesal.


"lo yang namanya kila, gue tegaskan sekali lagi gue bukan ayah lo ya!!" elak rizky


"udah ngak usah bercanda lagi.


DINDA......"


_____________________


kira kira rizky mau bilang apa ya? emm pada kepo ngak dan apa yang akan dilakukan dinda ya?? yopss lanjut..


para readers jagan lupa LIKE AND KOMEN DAN JADIKAN NOVEL INI FAVORITMU.


bye temukan keseruan di part selanjutnya


maaf bila typo.


jangan lupa LIKE😘