
#flashback on
*18 tahun yang lalu
Cklekkk
Pintu sebuah apartemen yang lumayan luas itu terbuka,suasana gelap langsung menyambut kedatangan seorang gadis berhiljab yang baru saja membuka pintu.
Dengan ragu,dia semakin masuk kedalam dan memastikan jika orang yang dia cari ada disana.
Aroma alkohol langsung tercium membuat gadis cantik itu menyerit tak suka dengan aroma itu.dengan hati-hati,dia menekan saklar lampu ruang tengah tertempel di dinding yang dia raba.
Gadis itu langsung membulatkan matanya saat melihat barang-barang yang berserakan di lantai itu,bahkan ruangan itu sudah terlihat seperti kapal pecah.
"Mas?mas tomi?"panggil gadis itu dengan cemas kemudian berjalan ke arah kamar dan lagi-lagi dia membulatkan matanya setelah membuka pintu kamar itu.
Vas bunga yang pecah dan berserakan,begitupun dengan kaca besar yang sudah terpisah menjadi ratusan bagian.pakaian laki-laki yang berserakan disana dan juga botol-botol alkohol kosong yang berserakan disana.
Manik indah gadis itu menatap pria yang tergeletak di ranjang sambil berguman tak jelas membuat gadis itu melihatnya dengan iba.
Gadis itu mendekati pria itu dengan langkah yang hati-hati mengingat banyak kaca berserakan disana yang bisa saja melukai kakinya.
"Mas,kamu nggak papa?"tanya gadis itu seraya membantu tomi bersandar di kasur itu.
"Hmmmm dewi...kamu datang?"tanya pria itu seraya menyipitkan matanya memastikan jika gadis yang di sampingnya itu dewi,sahabatnya.
"Iya mas.kamu kenapa hm?kenapa minum-minum sampai seperti ini?"tanya gadis yang di panggil dewi itu.
"Aku?aku kenapa?"tanya pria yang tak lain tomi.
"Dewi,ayah sama ibu nggak pernah ngertiin aku"lanjutnya kemudian tertawa miris sedangkan dewi menyeritkan alisnya bingung.
"Kalian bertengkar?"
"Tidak,tidak tapi hikssss mereka menjodohkan aku dengan anak kolega mereka hikss"racau tomi yang mulai menangis.
"Mas,mereka menjodohkan mu pasti tidak dengan gadis sembarangan.setiap orangtua pasti selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya,begitupun dengan orangtua mas."
"Mas tidak perlu terbebani dengan perjodohan itu karna gadis itu pasti yang terbaik buat mas"ucap dewi memberi saran sedangkan tomi sudah mengeraskan rahangnya.
"Tapi aku nggak suka dew,aku cuma mau menikah dengan gadis yang kusukai bukan karena perjodohan untuk memperbesar bisnis mereka."bentak tomi tak suka dengan ucapannya.
"Tapi mas..."
"Aku cintanya sama kamu de,bukan sama gadis itu"lirih tomi membuat dewi terdiam dengan tubuh menegang.
"Apa maksudmu mas?tapi kita hanya sebatas sahabat,kamu itu sudah aku anggap sebagai kakak ku sendiri"elak dewi.
"Nggak de,tatap aku!apa kamu tidak punya perasaan sama sekali untukku?"tanya tomi seraya memegang kedua bahu dewi memaksanya untuk menatap matanya.
"Mas,kamu apa-apaan sih?aku udah punya tunangan.aku tidak punya perasaan lebih sama kamu,kamu itu sahabat aku mas."
"Persetan dengan tunangan mu itu de,kamu itu hanya milik aku"rupanya pikiran pria itu sudah menggelap hingga dia tidak sadar jika wanita yang didepannya itu adalah gadis yang selama ini dia jaga.
"Mas,lepas!kamu melukai ku mas"rintih dewi saat pegangan tomi pada bahunya semakin menguat.
"Hahahahahaha kamu milikku dewi.aku mencintaimu.tidak ada yang boleh merebutmu dari ku"
Tawa itu,tawa sialan yang terakhir di dengar oleh gadis malang itu sebelum tubuhnya di jadikan bagai tubuh jalang,merusak keperawanannya,mahkota yang dia jaga untuk suaminya kelak sudah di rebut oleh pria yang dianggapnya sebagai sahabat selama ini.
Dewi menjerit tapi tidak ada yang datang menolongnya,dewi memohon tapi netra pria itu semakin gelap dan menjajal seluruh tubuhnya dengan nafsu hingga gadis itu tidak berdaya lagi,hanya pasrah di bawah kukungan pemuda yang termakan nafsu.
****
Dalam kesendirian,dewi menangis dengan lirih,menangisi kesuciannya yang telah di renggut dengan paksa.
Dalam gelap dan dinginnya malam,tatapan dewi terlihat kosong.dengan langkah gontainya,dia berjalan pelan dan pasti dari pinggir jalan hingga ke tengah jalan dan berhenti disana, tetap berdiri disana tanpa takut jika sesuatu benda keras akan menghantam tubuh itu dan melayangkan nyawanya.
Tatapan wanita itu tetap kosong meskipun sebuah cahaya silau yang mengarah padanya dia tidak peduli,hingga sebuah tarikan tangan pada tubuhnya membuat tubuh miliknya bersama pria yang menyelamatkannya dari maut terguling di jalanan itu.
Pria itu meringis,namun dewi hanya diam meskipun tubuhnya terasa remuk.
Pria itu kemudian menatap dewi dengan cemas.
"Sayang,kamu kenapa?apa kamu mau mati?kenapa kamu lakukan ini hah?"tanya pria itu dengan marah plus cemas.
"Aku tidak pantas hidup"lirih dewi dengan tetesan air bening yang meluncur bebas dari manik itu.
"Apa maksudmu?kamu kenapa hm?"
"Aku...aku sudah kotor hikss aku...sudah ternodai.cewek sepertiku tidak pantas hidup lagi hiksss kenapa?kenapa kamu nyelamati aku?hikssss"tangis dewi pecah sedangkan pria yang tak lain roby tunangan dewi itu termangu di tempatnya.
"S-siapa?siapa yang lakuin itu?"tanya roby dengan nada bergetar.
"Hiksss sahabat aku hiksss"sahut dewi dengan isakan yang semakin keras.
Tanpa di perintah,lelehan itu jatuh di manik roby,dan dengan erat,dia memeluk wanita rapuh itu.
"Maaf sayang,maaf tidak bisa menjagamu dengan baik.maafkan aku,,,aku tidak becus menjagamu.ini salahku"lirih roby di rengkuhnya dewi dengan erat.
Sejenak mereka menangis sambil berpelukan hingga keduanya mulai tenang.
Dewi melepaskan pelukan itu dan menatap roby dengan sendu.
"Maaf tapi sebaiknya kita batalkan pertunangan ini.aku tidak pantas untukmu"kata dewi.
"Tidak!aku tidak akan meninggalkan mu.aku mencintaimu dewi begitupun denganmu.aku tidak akan melepaskanmu"
"Tapi..."
"Bagaimana pun keadaanmu sekarang,aku tetap mencintaimu.sayang,aku mohon,jangan pernah pergi dari hidupku karna aku akan benar-benar mati tanpamu.aku mohon,jangan minta aku menjauh dari mu"tangis dewi kembali pecah melihat ketulusan roby,wanita itu memeluk roby dengan erat yang langsung di balas pria itu dengan hangat,kemudian mencium pucuk kepala gadisnya itu dengan sayang.
1 bulan kemudian
Sejak kejadian itu,semuanya mulai kembali secara perlahan.roby yang tetap disisi dewi dan dewi yang semakin mencintai roby.
Tomi,bahkan pria itu sudah menghilang entah kemana dan dewi mendapat kabar jika sahabat yang merusak hidupnya itu akan menikah dalam satu bulan ini.dan dewi berharap dia tidak akan bertemu dengannya lagi.
Namun kesalahan pria itu ternyata berhasil menanam benih di dalam rahimnya,dewi kembali termangu mendengar hasil itu.jika dia tengah mengandung,dan itu adalah bayi tomi.
"Apa yang harus ku lakukan?"lirih dewi seraya mengelus perut ratanya itu.
"A-aku tidak mau mengandung bayi **** itu!"lanjutnya lagi dan meremas perut itu hingga tangan kekar roby menghentikan kegiatan dewi.
"Apa yang kamu lakukan,sayang?"tanya roby dengan lembut.
"Ak..."
"Ini akan menjadi bayi kita,jangan pernah berbuat hal bodoh seperti itu hm?"potong roby kemudian mengelus pipi dewi.
"Ayo kita pertahankan dan sayangi bayi ini,dia tidak berdosa.dia itu darah dagingmu sayang,kamu tidak pantas melakukannya"lanjutnya lagi membuat dewi tertegun kemudian memaki dirinya yang sempat berpikiran yang tidak-tidak.
"Maaf,maafkan mama nak"lirih dewi mengelus sayang perutnya.
Roby tersenyum,kemudian ikut mengelus perut itu.
"Sayang?"
"Aku ingin mempercepat tanggal nikah kita.aku tidak mau bayi kita lahir tanpa ayah"ucap roby dengan tulus,dewi menitikkan air mata harunya.
"Makasih hikss makasih sudah mencintai ku"isak dewi.
"Makasih sudah ada untukku"sahut roby kemudian mengelus perut itu lagi.
"Bayi ini akan milik kita satu-satunya"dewi mengerutkan keningnya bingung membuat roby tersenyum
"Kamu tau 'kan kalo aku nggak bisa ngasih anak?"ucapnya dengan tatapan miris.
"Tidak papa,asalkan kamu tetap disisiku itu sudah lebih dari cukup"sahut dewi kemudian memeluk roby dengan sayang.
Dan enam belas tahun berlalu,suara tangisan keras bayi lima belas tahun yang lalu kini sudah tumbuh dewasa.
Bayi kecil itu kini sudah berubah menjadi anak yang menginjak remaja yang tampan.
Riko,anak yang terlahir sehat,selalu mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya.
Dewi menatap putranya yang sedang bermain dengan sahabat baiknya itu dengan senyum keibuan.saat ini mereka sedang jalan-jalan ke mall seraya membeli apa saja yang di inginkan kedua lelaki yang sedang menginjak remaja itu.
"Candra!raka! Kita makan dulu ya.nanti aja mainnya"kata dewi menyudahi kegiatan kedua anak yang sedang asik bermain.
Riko dan raka segera menoleh ke arah dewi dengan wajah berbinarnya kemudian mendekatinya dengan semangat.
"Ma,candra mau makan bakso!"ucap riko dengan semangat.dewi mengangguk kemudian menatap raka dengan lembut.
"Nak raka mau makan apa?"tanya dewi.
"Mmmmm terserah bibi aja."sahut raka dengan kalem.
"Yaudah,kita kesana ya"
Ketiganya segera berjalan ke arah yang ditunjuk dewi kemudian duduk dengan tenang di kursi yang ada disana.
"Kalian disini dulu ya sayang,mama ke toilet dulu.bentar lagi makanannya datang."kata dewi yang di balas anggukan kedua anak itu.
Riko melirik raka yang duduk disampingnya itu kemudian tersenyum jahil.
"Raka!kamu disini dulu ya.mas riko pengen pipis"ucap riko yang di balas anggukan oleh raka sebelum riko beranjak dari sana.
Riko berjalan ke luar dan mengintip di balik kaca itu dengan senyum jahil sebelum mengambil mainan ular yang ada disakunya itu.dia kembali masuk kedalam dengan merunduk supaya raka tidak melihat kedatangannya.dan tangan nakal riko hendak melempar mainan ular itu ke arah raka namun di luar dugaan,raka sudah berlari bahkan sebelum dirinya melempar.
Riko berdiri,menatap raka yang berlari semakin menjauh seraya memanggil-manggil ayah,bunda dan abangnya.
Riko tersadar kemudian segera mengejar raka.
"Ayah!!!!bunda!!!abang!!!hiksss adek ikut!!!.raka kangen sama ayah bunda hiksss abang...adek...bawa adek dari sini hiksss adek mau ikut kalian!!!"isak raka seraya mengejar tiga orang yang baru memasuki lif itu.raka terisak di depan lif seraya memanggil-manggil ketiga keluarganya yang kebetulan dilihatnya tadi.
"Raka?jangan nangis"ucap riko yang sudah berdiri di samping raka yang terisak.
"Tadi hikks raka liat ayah bunda sama abang masuk kesini hiksss raka mau ketemu mereka hikksss"
"Udah ya.nanti aku minta mama biar kamu bertemu sama keluarga kamu.jangan nangis lagi ya"
"Beneran?"
"Iya,ayo...kita makan"sahut riko kemudian menarik tangan dingin milik raka menjauh dari sana.sebelum itu,raka menatap nanar pintu lif yang menelan keluarganya barusan.dia yakin jika ayah bundanya itu melihatnya,bahkan mereka sempat bersitatap muka,tapi kenapa mereka menganggapnya bagaikan orang lain?
Hingga suatu hari,disinilah dewi berada,didepan bangunan mewah milik keluarga raka,sesuai permintaan putranya,dia akhirnya memutuskan untuk menemui kedua orangtua raka.
Dewi dengan ragu memencet bel rumah itu tiga kali namun tidak ada yang membukakan pintu tersebut.hingga sebuah mobil mewah berhenti tepat di di depannya dan mengklakson mobil itu sekali sebelum pemilik mobil itu turun.
Dan dewi yakin jika pemilik mobil itu adalah keluarga raka.
"Kamu siapa?ada...dewi?"pekik pria itu terkejut melihat kedatangan wanita yang sudah lama tidak dilihatnya lagi.tubub pria itu menegang begitupun dengan dewi,wajah keduanya terlihat memucat.
"Saya salah alamat.maafkan saya tuan"ucap dewi dengan gugup kemudian berlalu dari sana namun di tahan oleh pria yang tak lain tomi.
"Tunggu,aku mau bicara denganmu"
"Maaf,saya sibuk"tolak dewi membuat tomi mendesah.
"Dewi,aku minta maaf atas kesalahan ku di masa lalu,aku tau itu tidak akan termaafkan dan aku tau semaunya.saya memang pecundang,**** tapi...aku mohon biarkan saya bertemu dengan putraku meski hanya sekali"ucap tomi dengan memohon sedangkan dewi menatapnya dengan tajam dan dingin.
"Apa maksudmu raka?anda bebas untuk bertemu dengannya,tapi..."
"Putramu de.."potong tomi.
Plakkkk
Tangan halus milik dewi langsung melesat ke pipi tomi dengan kuat sebelum wanita itu berdecih.
"Jangan pernah menyentuh putraku seujung rambut pun kamu tidak bisa.pria brengsek sepertimu tidak berhak atas dia.kamu pikir saya bodoh?dia bukan putramu"kata dewi dengan penegasan.
"Dewi..dengarkan dulu.aku..."
"Apa lagi?apa yang harus kudengarkan dari mulut kotormu ini?setelah nafsumu terbayar,kemana saja kau ****?anda menghilang.bahkan saat kamu tau saya hamil,kamu malah nikahin dia.jadi saya minta kamu tetaplah seperti ****,jangan nganggu putra saya!"
Setelah itu dewi segera memasuki mobilnya tidak mengindahkan tomi yang memanggil dan berlari mengejar mobilnya.
Netra itu langsung berkaca-kaca dengan tubuh yang bergetar namun dia malah semakin menancapkan mobilnya semakin cepat,dia ingin bertemu putranya,menyembunyikan putranya dalam pelukan hangat miliknya supaya tidak di lihat oleh pria **** itu.
Membawa putranya itu menjauh dari dunia keji ini dan berbahagia bersama putranya tanpa ada lagi pihak lain yang menganggu.
Karna terlalu fokus pada rasa sesak yang dia tahan,hingga dia tidak menyadari jika dari arah sampingnya melaju semakin mendekati dirinya.
"Mama mencintai mu sayang!!!"bersamaan lirihan itu,mobil miliknya terhempas begitu saja dan berguling beberapa kali hingga senyum teduh miliknya menghilang dari bumi.
Meninggalkan keluarga tercintanya,meninggalkan masa lalunya dan meninggalkan kenangan untuk mereka yang pastinya akan hancur.
#flashback of
*****
Tomi dan santika segera turun dari mobil miliknya dan mengikuti brankar yang membawa tubuh ringkih putranya dengan masker oksigen menempel di hidung dan mulutnya.wajah keduanya menunjukkan kecemasan dan rasa sesak hingga dunia tomi semakin hancur tak kala netranya menangkap tubuh dengan penuh luka dan darah di sekujur tubuhnya yang di seret dengan brankar.
Inikah yang di sebut dengan karma?
Dia mengenali pemuda itu,pemuda yang sudah menutup rapat-rapat netranya,pemuda yang selalu dia perhatikan dari jauh,pemuda yang ingin selalu di peluknya dengan erat,pemuda yang hadir kedunia ini akibat dari kesalahannya,pemuda yang ingin tomi dengar di panggil 'ayah' dari bibir sang pemuda yang tak berdaya itu.
Riko,darah dagingnya sendiri,putranya kandungnya yang bahkan dirinya tidak pantas di sebut sebagai seorang ayah olehnya.
Tomi menghampiri tubuh itu,menggemgam tangan dingin mikik putranya untuk pertama kali,berlari mengikuti brankar itu seraya menggumankan kata bertahan untuk pemuda itu.
Wajah tomi memucat dan bergetar,tidak!dia tidak mau kehilangan riko,putranya.tidak akan.
Dia tau jika santika,istrinya itu sedang mengikutinya,seperti meminta penjelasan tentang yang dia lakukan sekarang,meninggalkan putra bungsunya yang sedang berjuang untuk hidup.
Tomi tidak peduli,yang penting sekarang tentang putra sulungnya riko,yang selama ini dia abaikan.
#tbc