My Pain

My Pain
1



hai hai...


ini cerita pertama ku ini.jika ada kata atau apalah yang salah,moga kalian dapat memakluminya ya.


jangan lupa kasih vote sebelum baca dan komen sesudah baca๐Ÿ˜…


tapi gue gk maksa kok๐Ÿ˜‚


Happy reading guyss๐Ÿ˜


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


seorang pria terlihat menatap dirinya sendiri didepan cermin dan menampakkan rambutnya yang sedikit berantakan,dua kancing atas bajunya tidak dikancing,bajunya tidak dimasukkan kecelana abu abunya membuat pria itu terlihat urak urakan.dari jenis pakainya,pria itu akan berangkat kesekolah pagi ini namun,wajah masamnya menandakan pria itu sangat malas untuk kesekolah hari ini.


Raka aditya pranata,laki laki umur 17 dengan wajah datar dan dingin itu mulai menghadang ranselnya itu dan langsung keluar dari kamarnya hendak menuju meja makan.kaki panjangnya yang baru menuruni tangga ketiga langsung terhenti saat bahunya ditahan seseorang dibelakanya.dan raka sudah dapat menebak itu siapa.dengan datar,pria itu menoleh kebalakang dan menatap tajam pria yang memamerkan senyum lebar untuknya.


"pagi dek raka"pria yang sama wajahnya dengan dirinya menyapa sambil berjalan mendahuinya tanpa menunggu jawaban atas sapaanya itu.


raka mendengus pelan sebelum mengikuti pria didepanya.Riki aditya pranata,saudara kembar raka yang lahir 10 menit lebih dulu dari raka.pria yang terkenal dengan keramahannya,kesopanan,dan juga ketampanan membuat siapa saja gadis yang melihatnya lagsung terpana.


Dengan senyum yang masih terpancar,riki mendudukkan tubuhnya dimeja makan yang sudah tersedia untuk sarapan keluarga mereka pagi ini.keluarga yang terlihat harmonis dimata masyarakat namun didalam,hanya mereka sendiri yang tahu.


"riki sayang,hari ini sepertinya kamu terlihat bahagia.bisa berbagi sedikit hm?"wanita paruh bayah yang terlihat baru datang mengelua surai putranya dengan sayang kemudian mendudukkan dirinya dikursi yang biasa diduduki.


Raka yang juga baru duduk mendengus kecil melihat pemandangan didepanya.tanpa menghiraukan keluarga harmonis itu,raka menyantap makananya dengan malas.


"heheheh bunda kok tau sih.mmm sebenarnya hari ini riki dapat kabar gembira bun"riki berbicara dengan wajah berbinar sambil mulai menyantap sarapan paginya sebelum berangkat sekolah.


"Benarkah?apa itu sayang?"sang bunda menatap putranya dengan senyum berbinar juga.memperhatikan semua gerak gerik putranya dengan senyum yang mirip dengan sisulung.


"Hari ini cindy akan masuk kesekoalh kita bun"


"uhukk uhukk uhukk"raka yang tidak sengaja mendengar cerita riki langsung batuk batuk karena terkejut.riki yang kebetulan disampingnya langsung menyodorkan segelas air putih pada raka yang tersedak.dengan rakus,raka meminum air putih itu sampai habis.


"kenapa lo?makanya hati hati kalo makan"ucap riki sedikit khawatir.


"hmmm"raka hanya berguman setelah batuknya reda.sedangkan santika,atau bunda dari anak kembar itu hanya menatap raka dengan cuek kemudian kembali menatap riki dengan senyum yang mengembang.


"benarkah?wahhh itu kabar bagus dong.bunda sudah kangen sama cindy lho.kapan kapan riki ajak cindy kesini ya"


"iya bunda.tapi...kalo dia gak mau gimana bund?mungkin dia sudah lupa ama kita"ucap riki sedih.dia memikirkan bagaimana jika sahabat kecinya yang sudah 7 tahun tidak berjumpa itu tidak mengenalnya lagi?apa gadis itu masih menganggapnya sahabat?


pikiran itu membuat riki jadi sedih.


"sayang,mana mungkin dia seperti itu.mungkin kamu orang pertama yang langsung dicarinya "ucap sang bunda menenangkan.


"gue udah siap.gue pergi dulu"raka langsung berdiri dari duduknya dengan wajah datar dan bergegas pergi kesekolah.


"ckk dasar anak tidak punya sopan santun"guman santika menatap sinis raka yang berlalu begitu saja.


"hei raka...tungguin gue dong"riki sedikit berteriak melihat adiknya yang sudah pergi duluan.


"Aisshh....bunda riki pamit dulu ya.assalamualaikum"riki mencium tangan sang bunda.


"baiklah sayang.ingat ya,jangan nakal dan juga jangan terlalu kelelahan.bunda gak mau lihat kamu sakit"riki hanya mengangguk lalu pergi sedikit berlari mengejar raka.


Raka yang mulai menyalakan mobilnya langsung menatap tajam melihat mahluk yang baru masuk tanpa perintah kemobilnya itu.


"hahhh buru buru amat sih lo ra,ini kan masih terlalu pagi"oceh riki dengan tampang tak berdosa.


"turun"ucap raka dengan dingin tanpa melihat kearah riki.


"ya elahh,gue numpang dulu ra.mobil gue lagi dibengkel.lo gak kasian apa liat abang lo dihukum sama pak eko?"


"gue gak peduli.turun gak?"


"gak"


"turun!!!"


"gak"raka memejamkan mata menahan emosi menghadapi sifat keras kepala kembaranya itu.raka mendesah kasar dan memilih menyerah,menyalakan mobil itu dan melajukan dengan kecepatan di atas rata rata yang langsung membuat riki menjerit ketakutan.


"RAKA!!!!pelan pelan dong.astaga....awas raka!!!"jerit riki yang ketakutan karna laju mobil itu.raka tersenyum tipis dan makin melajukan mobilnya,menyelip mobil lainya yang ada didepan.


"Dasar manja"


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"lo masih ingin disini?"


"lo mau bunuh gue hah? dasar adik durhaka.gimana kalo gue mati jantungan hah?untung saudara kalo gak udah gue lempar lo "kesal riki yang mulai turun dari mobil itu dan langsung pergi meninggalkan adiknya yang menatapnya dengan santai.kali ini riki benar benar marah.


"siapa suruh masuk ketempat neraka"guman raka cuek kemudian berjalan kearah kelasnya tepat di kelas XI IPS-1.


Setelah sampai dikelasnya,raka langsung disambut oleh kedua sahabatnya yang kadang dewasa dan kadang terlalu lebay.namun,bersama mereka raka bisa merasaka kebahagiaan walau sebentar.


"wahhhh tumben si raka sudah datang sepagi ini.biasanya tunggu dihukum dulu baru masuk kelas"Rio,sahabat terkonyol menurut raka mengandeng pundaknya yang langsung mendapat tatapan tajam dari pria itu.


"lo same aja ri,emang lo kapan hidup tanpa dihukum?"kini pria jangkung dengan mata sipitnya duduk dimeja raka dengan santai sambil melempar ejekan kepada rio membuat yang diejek merenggut kesal.devan.


"hahahaha jangan buat tampang gitu.jijik gue"lanjutnya lagi sambil tertawa renyah.


"idihhhh jijik tapi ditertawain.dasar sahabat laknat lo"ucap rio makin kesal.


"lo berdua kalo mau berantam jangan disini.pusing gue"akhirnya raka buka suara dengan datar.


"denger tu dev,gue juga pusing denger suara lo.pengen muntah gue"


"ckk lo gak sadar kali.suara lo tuh yang cempreng kek janda muda"


raka hanya menggeleng geleng kepala melihat dua manusia didekatnya itu.sebelum telinganya rusak,raka langsung berdiri meninggalkan mereka.


"woiii anjirrr,mau kemana lo?"


"atap"


"tapi guru bentar lagi mau datang.bisa brabe nanti urusan nih"


"bodo"


Rio dan devan hanya pasrah melihat temanya yang satu itu kemudian saling menatap sinis yang mulai melakukan perdebatan kecil itu lagi.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Seorang gadis dengan rambut dikucirnya terlihat berlari terburu buru.matanya langsung membulat melihat gerbang sekola yang baru pertama kali dimasukinya sudah tertutup.


"maaf pak gue sedikit terlambat.bukain gerbangnya dong pak please!!!"mohon gadis itu terhadap penjaga gerbang dengan wajah memelas.


pria dibalik gerbang itu menatap gadis itu bingung.


"kamu murid baru ya?"tebaknya yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


"astaga...kamu masih anak baru tapi sudah terlambat.kali ini aku kasih kesempatan.tapi lain kali jangan harap"tegas penjaga itu yang langsung dibalas anggukan semangat darinya.


"makasih pak"ujar gadis yang sering dipanggil cindy.


setelah berjalan dikoridor sekolah itu,cindy berhenti didepan kelas yang sudah ditunjukkan oleh kepala sekolah tadi.cindy menarik nafas panjangnya dengan gugup kemudian mulai mengetuk pintu yang sedang melakukan pelajaran bahasa indonesia itu.


semua langsung menoleh kearah pintu dimana cindy berdiri membuat gadis itu semakin gugup.


"halo bu"sapa cindy kepada guru yang duduk dimejanya menghadap murid murid didepanya itu.


"mmmm kamu murid baru itu?"ucap guru yang masih nampak muda itu.cindy mengangguk pelan dan langsung terdengar bisik bisik dari penghuni kelas itu.


"baiklah...sekarang perkenalkan namamu didepan ini."ucap guru itu dengan lembut.


"hai...nama saya cindy kesya,saya pindahan dari bandung.smoga kita bisa berteman baik"ucap cindy ramah.


"nah anak anak,ada yang mau bertanya?"sebagian murid disana langsung angkat tangan dan bertanya yang membuat cindy tersenyum geli.


"apa lo udah punya pacar?"


"boleh minta nomor wa gak?"


"lo mau gak jadi pacar gue?"


"rumahnya dimana cantik?"dan deretan pertanyaan yang gak jelas lainya.


"sudah sudah...nak cindy,kamu boleh duduk disana ya.gak usah jawab pertanyaan konyol mereka"cindy mengangguk sopan kemudian berjalan kearah bangku kosong yang ada dibelakang dengan dua kursi.cindy sedikit heran,didekatnya ada tas sekolah tapi orang nya tidak ada?cindy kemudian menoleh kedepan danย  acuh kepada orang yang akan teman semejanya itu.