My Love Is Just For You

My Love Is Just For You
Desakan Kepastian



"Aku tidak butuh kata-kata namun aku butuh tindakan yang nyata. Apakah kau bisa melakukannya? Rasanya kesabaranku akan penantianmu telah berada diujung batas, tak bisakah kau mengerti?"


Mohammed kembali dibuat tanda tanya oleh kekasihnya. Pesan yang dikirimnya tiga hari yang lalu tak juga mendapat respon atau jawaban. Ada apa lagi kali ini? Seperti biasanya, ia memberikan banyak kode untuk Hind dari Hexastory yang dipostingnya agar gadis itu meresponnya karena cara itu cukup berhasil membuat Hind yang terkadang malas membalas pesan M di dalam Direct Message kembali menolehnya. Namun kali ini perasaannya berkata lain. Ucapan Juma cukup mempengaruhi dan menghantui dirinya sehingga membuat prasangka.


Tak lama sebuah pesan yang sangat ditunggu-tunggu dari Hind masuk ke dalam aku Hexagram-nya. Tumben sekali Hind tak menghiraukan postingannya namun langsung mengirimkan pesan untuknya?


M, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu


Kau bilang bahwa apapun yang aku inginkan harus kukatakan kepadamu


Aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku


Sampai kapan aku harus menunggumu untuk menjemputku dan kita bisa bersama dalam sebuah ikatan suci nan halal?


Sementara perasaan rindu yang begitu menyiksa ini sangat membutuhkan energi yang luar biasa dan aku hanya bisa bersujud dan menangis memohon ampunan dari Yang Maha Kuasa jika tak mampu menahannya


Apakah sesusah itu untuk menjawab pertanyaanku?


Sementara aku sudah menyiapkan diriku untuk skenario terburuk atas jawabanmu nanti


Jika kau berpikir aku egois, tidak apa-apa


Jika kau berpikir aku tidak sabar, tidak apa-apa


Aku sudah lelah menunggu...


Aku hanya ingin sebuah kepastian sehingga aku dapat bergerak maju kemasa depan


Meninggalkanmu atau tetap bersamamu


Bisakah kau menjawab pertanyaanku sekarang?


Benar saja dugaannya! Pasti ada sesuatu yang mendorong Hind untuk mengirimkan pesan tegas seperti saat ini. Mungkin lebih baik saat ini ia diam karena seperti yang sebelumnya terjadi, emosi Hind selalu sedang tidak stabil setiap kali gadis itu melontarkan pertanyaan bertema sama. Sebenarnya gadis itu pernah melontarkan pertanyaan yang sama ketika hubungan mereka telah menginjak satu tahun bersama. Namun dengan kata-kata indah penuh janji berhasil diredamnya.


Jika kau tidak ingin menjawab pertanyaanku, bagaimana jika aku memutuskan sendiri bahwa diammu itu adalah jawabanmu untuk mengakhiri semuanya tentang hubungan kita?


Ini tidak bisa didiamkan! batin Mohammed, belum juga ia membalas pesan Hind sebelumnya, gadis itu mengirimkan pesan baru untuknya. Dengan sedikit tersinggung ia membalas pesan dari Hind.


Apakah kau tahu dampak dari permintaanmu untuk mengambil keputusan sepihak itu pada kita berdua? Kau dan aku bisa sama-sama hancur...


Tak berapa lama Hind pun langsung membalas pesan dari M. Bagaimanapun ia harus menyelesaikan masalah ini. Disisi lain ia tak ingin menjadi anak durhaka karena ia adalah salah satu tiket kedua orang tuanya untuk mendapatkan tempat terbaik dan terindah dari Yang Maha Kuasa, namun disisi lain ia sangat mencintai lelaki itu. Bagaimana tidak, berkali-kali ia ingin meninggalkan lelaki tersebut, berkali-kali juga ia akhirnya kembali kepadanya. Namun kali ini tekadnya sudah bulat, ia harus mendapatkan jawaban pasti dari M.


Lantas, apa yang harus aku lakukan tentang kita?


Aku bingung dan lelah dengan ketidakpastian ini...


Setiap kali aku ingin menyerah dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa memohon keputusan yang terbaik, jawabannya selalu aku harus kembali kepadamu...


Sebenarnya apa yang kau minta kepada Yang Maha Kuasa?


Mengapa setiap kali aku berusaha ingin meninggalkanmu karena sikapmu itu, pada akhirnya aku kembali lagi padamu...


Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?


Jika kau ingin cintaku, kau telah mendapatkannya...


Jika kau ingin hatiku, kau telah mendapatkannya...


Jika kau ingin menunjukan bahwa ada seseorang sepertiku yang melambaikan bendera putih tanda menyerah, kau pun telah mendapatkannya...


Hingga aku merasa putus asa dan hanya bisa memohon ampunan dosa karena aku telah membiarkan hatiku melakukannya


Aku tak ingin menjadi pendosa sementara kebaikan yang telah kuperbuat tidak sebanding dengan dosa-dosa yang telah aku lakukan


Aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai perempuan yang berusaha mematuhi seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya


Tidakkah kau mengerti posisiku? Sementara aku berusaha mengerti posisi dan kondisimu


Sebenarnya kau itu serius denganku tidak? Jika kau serius denganku, bisakah kau menunjukan tindakan yang nyata kepadaku?


Mohammed terkejut membaca pesan Hind. Tak menyangka bahwa Hind akan mengirimkan pesan sepanjang ini. Seolah seluruh emosinya tercurah pada kata demi kata yang gadis itu ketikkan untuknya dan hal tersebut ikut mempengaruhi emosi didalam hatinya hingga tanpa berpikir panjang lelaki tersebut membalas pesan Hind dengan sedikit sarkastik berisi sindiran halus.


Duhai lolongan kerinduan...


Kau selalu menarik perhatian dengan suara lolonganmu seolah kau memanggil seluruh dunia namun tak ada yang menjawabmu


Lolonganmu terlihat seperti matahari tenggelam yang menyebabkan orang-orang menyadari bahwa kau membuka rahasia yang selama ini benar bahwa kau memiliki seorang kekasih dan kau sangat merindukannya


Namun tak sadarkah kau perasaan rindu ini perlahan berubah menjadi api yang membakarmu?


Biarkanlah aku menelan semua perasaanmu dan perasaanku serta tak berharap pengecualian darimu


Tangan Hind yang sejak tadi menggenggam ponsel gemetar membaca pesan dari Mohammed. Airmatanya mengalir mulus melewati pipinya. Sejak awal ia sudah siap akan jawaban terburuk yang akan Mohammed berikan. Namun ia tak menyangka jawaban tersebut terkesan menyinggung harga dirinya. Ia meletakkan smartphone-nya diatas meja ruang tamu kemudian duduk meringkuk dan tertelungkup serta menunduk sambil terisak. Semuanya telah berakhir baginya...


***


Karena aku semakin bingung harus bagaimana menghadapi hubungan kita, bagaimana kalau kita menyerahkan keputusannya kepada Yang Maha Kuasa? Bagaimanapun kita bisa bertemu karena kuasa-Nya. Kalaupun akhirnya hubungan ini berakhir itu berarti kehendak Yang Maha Kuasa


Selama tak nyata dihadapan mata dan tersentuh jiwa serta raga, semuanya hanya imajiner dan fatamorgana serta maya sehingga aku memilih meninggalkannya...


Mohammed mengacak-acak rambut hitam kecoklatan agak ikalnya. Ia frustasi membaca jawaban untuk pesan terakhir yang dikirimkannya pada Hind. Dua hari yang lalu sejak ia dan timnya memenangi acara Govgames yang menguras fisiknya, Hind masih terlihat ceria dan mendukungnya seolah tak terjadi apa-apa. Namun entah ada apa gerangan dengan sang kekasih, dunianya bak dijungkirbalikan, ia terkejut menerima pesan dari Hind memberikan ultimatum final mengenai kelanjutan hubungan mereka. Ia awalnya berpikir bahwa Hind hanya memprotes kesibukan dirinya seperti yang sudah-sudah. Dengan sedikit kata-kata manis andalannya membuat Hind kembali padanya. Namun bak menyimpan bom waktu, akhirnya saat ini benar-benar meledak tak dapat ditahan lagi. Ia terpaksa mengeluarkan kata-kata yang pasti telah membuat Hind terluka sehingga diam seribu bahasa...


Ia bingung sebenarnya mengapa pekerjaannya semakin bertumpuk seolah semakin menjauhkan dirinya dari Hind? Padahal ia sudah berani menyanggupi tantangan dari Ayahnya mengingat ketika Ayahnya berjuang untuk dapat menikahi Ibunya, posisinya hampir sama dengan dirinya saat ini. Ayahnya hampir saja kehilangan sang Ibu jika beliau tidak membulatkan tekad memberanikan diri untuk meminta restu kepada seluruh pihak di negaranya khususnya pemerintahan Dubai untuk menikahi Ibunya yang notabennya berbeda kewarganegaraan. Karena sejak dulu terdapat peraturan tak kasat mata bahwa pewaris dari pemerintahan Dubai harus menikahi sesama Emirati. Dan Ayahnya tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena ia jatuh cinta tidak pada seorang Emirati. Bahkan membuat keputusan besar dengan bercerai dari istri pertamanya yang terpaksa dinikahinya demi menjaga tradisi keluarganya karena tersadar bahwa yang telah dilakukannya salah dan merenggut kebahagiaan dirinya dan belahan jiwanya. Mengingat kisah kedua orang tuanya yang penuh drama dan liku menjadikan Mohammed berhati-hati dalam percintaan. Ya, bukan ia tak ingin menikahi Hind, ia selama ini mengulur-ulur waktu untuk memantapkan diri yang tak kunjung pasti membulatkan tekad.


"Terima kasih karena sudah memutuskan hubungan pertunangan kita karena sifat tak mau terikatmu itu. Aku mendoakanmu semoga jika kelak kau jatuh cinta pada seseorang, perempuan itu akan membuatmu berjuang keras untuk mendapatkannya bahkan hingga kau hampir putus asa karena telah menyia-nyiakan perasaan tulusku padamu!"


Mohammed teringat ucapan Latifa, mantan tunangannya dulu yang sempat ia kecewakan karena ia tak ingin terikat dalam tali pernikahan secepat itu. Ia yang dulu berusia 25 tahun merasa sesak dibebani hubungan berlandaskan keterpaksaan dan tradisi. Ia ingin mencapai semua impian dan harapannya serta membuktikan bahwa anak bungsu dari Raja Dubai bisa eksis tanpa bayang-bayang Ayah dan kakak Lelakinya sang putra mahkota. Dan seolah doanya terkabulkan, kini ia merasakan apa yang diucapkan Latifa. Tak lama setelah tali pertunangan mereka putus, Latifa menghembuskan napas terakhirnya karena kecelakaan mobil di jalan raya. Dan saat ini ia baru sadar akan penyesalan karena telah menyakiti Latifa. Mungkin sakit yang diderita gadis itu karena tekanan batin menghadapi sikap dirinya yang seenaknya sehingga hidupnya berakhir tragis. Ia kini dihadapkan kenyataan yang menyakitkan sekaligus membingungkan baginya mengingat kalimat terakhir dari pesan yang dikirimkan Hind seperti bola bulu ayam yang di smash keras dalam permainan badminton oleh sang gadis dihadapannya.


Juma yang sejak tadi memperhatikan keponakannya itu berwajah murung ingin menghampirinya namun ditahannya. Mungkin saat ini Mohammed harus dibiarkan sendiri untuk bisa menyelesaikan permasalahan cintanya. Ia masih ingin memberikan pelajaran hidup kepada keponakannya itu bahwa tidak semuanya dapat diperoleh dengan mudah dan membutuhkan perjuangan, terlebih lagi Mohammed telah melakukan kesalahan fatal yang bisa jadi akan membuat dirinya lebih serius mengurusi hubungan percintaan.


Lucu juga jika dipikirkan, bagaimana bisa kasus percintaan yang sama terjadi untuk kedua kalinya. Dulu Rashid, kakaknya, sekarang Mohammed keponakan sekaligus sahabatnya. Dan ia pun menjadi saksi bisu untuk kedua kalinya dalam hal yang sama. Perbedaannya adalah, apakah Mohammed dapat melakukan tindakan senekad ayahnya? Padahal ia seharusnya sadar bahwa posisinya tidak seberat Rashid sebagai putra mahkota Dubai. Tapi ya sudahlah..., biarkan saja, toh Mohammed sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan mengenai masa depan hidupnya.


***