
Terdengar suara jangkrik berdendang canda saling bertautan dimalam hari. Suasana terasa begitu syahdu dengan angin sepoi-sepoi yang bertiup lembut membelai rambut hitam panjang Hind yang dikuncir tinggi membentuk cepolan. Ia duduk disebuah ayunan kayu jati yang sengaja diletakkan ditengah-tengah taman berbunga penuh warna seakan terhubung erat melebur dan berpadu menjadi satu dengan alam. Temaram lampu taman bercumbu mesra dengan bunga-bunga yang mengelilinginya, menambah keindahan yang ada.
NGIK! NGIK!
NGIK! NGIK!
NGIK! NGIK!
Bunyi gesekan besi yang tersambung erat dan kuat pada ayunan kayu tersebut bak irama kontras yang menambah keramaian ditengah-tengah malam penuh taburan bintang bertebaran menorehkan kumpulan titik membentuk goresan seakan membelah gelapnya malam.
Hind menenangkan diri sambil termenung menatap layar smartphone yang menampilkan akun Hexagram milik M. Sudah berapa lamakah ia berdiam diri? Mengapa begitu banyak postingan di akun M yang terlewatkan olehnya? Ia memberanikan membuka direct message milik M dan membacanya satu per satu.
Hind, kau dimana? Mengapa kau terdiam seolah menghilang?
Hind, aku hadir disini, mengejarmu yang akan kembali ke Jakarta. Mengapa kau tak menoleh dan menyadari keberadaanku dibelakangmu?
Hind menutup mulutnya dengan tangan kirinya, tak kuasa berkata apa-apa. Airmatanya kembali menetes. Mimpi Ibunya memang benar adanya, lelaki itu berusaha mengejarnya ke Bandara dan dirinya tetap memunggunginya serta tak acuh karena terlarut memeluk kesedihan dan kekecewaan.
Wahai kekasihku, jangan kau berdiam diri, berbicaralah! Katakanlah sesuatu! Ungkapkan perasaanmu! Jika perlu, makilah diriku! Akan kutampung semuanya dalam sebuah tempat yang sangat besar tak bertepi, asal kau tak membisu. Diammu itu menyakiti hatiku...
Hind, aku tahu kau marah padaku, jika meminta maaf padamu adalah solusi yang terbaik, aku kunyatakan dengan sepenuh hati! Karena sedihmu adalah sedihku juga, sakitmu adalah sakitku juga...
Hind, mengapa kau tetap tak membuka kata? Apakah aku perlu mengatakan kepada seluruh dunia bahwa kau begitu berharga?
Baik, akan kunyatakan pada dunia! Bahwa kau nyata dan ada! Lihatlah sebentar lagi video yang kuposting khusus hanya untukmu. Berharap kau masih membuka celah perasaan penuh cinta kepadaku.
Pesan M berakhir disini.
Ya Allah, betapa egoisnya diriku selama ini, menutup pintu seolah tak perduli. Apakah hal ini karena rasa takut yang tak kunjung pergi? Sehingga memilih untuk melarikan diri hanya demi melindungi hati. Bukankah kau selalu merapal kalimat bak matra membisiki? Bahwa akan selalu ada risiko ketika kau siap jatuh cinta, siap pula sakit akan cinta. Ketika kau membuka hati, siap pula kau tertusuk duri...
Hind bergelut dengan diri dan hatinya. Pipinya masih saja dibasahi dengan lelehan aliran air yang keluar dari mata indahnya. Memaknai apakah ia masih mencintai M? Masihkah? Iya, ia masih mencintai M, ia masih membuka celah perasaan cinta kepada lelaki bernama Mohammed bin Rashid, lelaki yang tak lelah mengetuk hatinya yang terlalu lama membeku. Lelaki yang membuat senyumnya semakin lebar karena hatinya yang selalu berbunga-bunga berbagi rasa, meskipun tak sesekali ia mengernyitkan dahi menatap aneh dan penuh tanda tanya dengan kelakuan-kelakuan yang terkadang norak dan berlebihan dimatanya...
Ia pun menarik napas sedalam-dalamnya kemudian menghembuskan perlahan. Disentuhnya dada bagian kiri untuk memastikan detakan jantungnya masih normal bersuara. Sebuah pesan balasan mulai diketik sepenuh jiwa untuk lelaki pujaan hatinya.
Banyak hal terjadi selama beberapa hari ini...
Kebahagiaan, cinta, kesedihan, air mata, rintangan, dan kekecewaan...
Cahaya dan Harapan yang juga hampir menghilang
Tetapi aku menyadari bahwa itulah cara-cara Yang Maha Kuasa menebarkan cinta dan mengasihi para hamba-Nya...
Aku bersyukur bahwa Yang Maha Kuasa selalu bersamaku dalam melewati segalanya, sehingga membuatku menjadi orang yang lebih dewasa yang mencoba untuk selalu berpikir positif tentang semua keadaan dan menjaga cahaya dan harapan agar tetap selalu ada...
Berpikir positif...
Bicara positif...
Merasa positif...
Karena mereka adalah bagian dari untaian doa...
Hai lelaki baikku, lelaki yang berbagi rasa yang sama denganku, aku minta maaf tentang semua kesalahanku kepadamu secara sengaja atau tidak sengaja dan aku juga telah memaafkan kesalahanmu baik sengaja atau tidak sengaja... dan menerima kelemahan kita satu sama lain...
Karena manusia sebenarnya ditakdirkan untuk memiliki ketidaksempurnaan...
Ini adalah pelajaran penting bagiku yang perfeksionis dengan pandangan menganggap segalanya harus tepat pada letak dan posisinya serta sulit untuk memaafkan jika seseorang mengecewakannya
Semoga setelah ini kita bisa bersatu dan menjadi lebih kuat dalam ikatan untuk meminimalkan hal-hal yang menyebabkan kesalahpahaman dan air mata
Lebih saling mencintai dan tidak ada kekhawatiran
Bisa berbahagia selamanya dan selalu mendapatkan berkah dari-Nya serta orang-orang di sekitar kita... Aamiin...
Kesepuluh jari milik Mohammed bergetar ketika dirinya membuka pesan yang dikirimkan oleh Hind. Setelah lebih dari seminggu merasa merana dan putus asa karena segala cara yang saat ini dapat dilakukan olehnya tak juga menghasilkan apa-apa, pesan yang dikirimkan Hind saat ini bak secercah cahaya yang membentuk butiran embun pagi dan menetes keseluruh urat nadi merasuk kedalam dadanya seakan himpitan sesak yang ia rasakan perlahan terlepas dan membiarkannya untuk dapat bernapas lega dan merasakan bahagia. Rupanya Sang Maha Pengasih dan Penyayang begitu mencurahkan berkahnya mengetuk dan membujuk kekasih hatinya yang membeku berubah kembali cair serta mulai membentuk aliran sungai yang menyapa setiap sudut sang pemilik raga. Sebuah kurva membentuk lengkungan keatas dibibirnya. Seandainya Hind ada dihadapannya sekarang, ia akan memeluk erat tubuhnya, mengecup keningnya, dan enggan melepasnya demi dapat menyesap aroma tubuh sang kekasih tak ingin kehilangan. Untuk saat ini biarlah smartphone miliknya yang menggantikan posisi Hind menerima semua keinginan itu darinya.
"Apakah diamnya kekasihmu itu sudah mulai membuatmu gila hingga memeluk barang elektronik yang biasa kau gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain itu dengan erat?" Juma menggeleng-gelengkan kepalanya memperhatikan sikap dari keponakannya itu yang semakin hari semakin aneh saja. "Istighfar M, istighfar, jangan biarkan emosi mengalahkan akal sehatmu!"
Mohammed hanya tertawa mendengarkan ucapan Pamannya yang penuh sarkastik kengawuran. Ini hanyalah ekspresi bahagianya setelah ia nyaris tenggelam ke dalam lautan kesedihan dan merasa diabaikan. Ia nampak mengetikkan balasan pesan dari Hind tak lama setelahnya.
"Aku masih waras Paman, jika aku gila kau adalah orang pertama yang akan menjadi kerban kegilaanku," Ia memasukkan smartphonenya kedalam saku pakaian kandura putih yang dikenakannya. Setelah puas menjelajahi sudut-sudut kota Dubai demi menghibur diri serta berpatroli melakukan pengecekan apakah ada yang membutuhkan bantuannya atau tidak ketika jauh dari pusat kota, ia menekan tombol start engine mobil jeep hitamnya kemudian melaju kembali kepada gemerlapnya lampu yang sebentar lagi akan menyapanya. "Pegangan yang erat ya Paman, aku akan mengebut hingga kita sampai ke Dubai Mall dalam setengah jam. Karena aku ingin membuat live video khusus untuk seseorang terkasih yang berada jauh disana."
"Ini adalah salah satu bukti kegilaanmu M!" Protes Juma yang sebenarnya kesal karena diajak pergi oleh M hingga malam gelap seperti ini. Ia berdoa semoga ada secercah kebahagiaan yang bisa mengembalikan keponakannya kembali bersemangat seperti sedia kala.
***
Tunggulah setengah jam lagi, ada sesuatu yang ingin kuungkapkan kepadamu dengan live video dari akun **Hexagram-ku!**
*Air mata Hind terhenti dalam sekejap. Ia pun nampak bingung dengan balasan pesan untuknya dari M. Live* video? Selama ia bersama M, tak pernah rasanya lelaki itu melakukan hal yang cukup gila dengan melakukan live video. Apakah ia tidak khawatir dengan keselamatan dirinya sendiri?
Ia menuruti permintaan M untuk menunggu live video dan tak lama kemudian, tanda live video pun muncul. Ia lekas membuka live video itu dan dirinya dikejutkan dengan bunyi tembakan-tembakan air mancur bergemilang sinar terang yang membumbung tinggi untuk menggapai langit malam. Sayup-sayup terdengar lagu milik Enrique Iglesias yang berjudul 'Hero'. Pertunjukan Dancing Fountain di Dubai Mall! Bagaimana lelaki itu tahu bahwa ia sangat menyukai liukan air mancur menari disana? Seingatnya tak satupun kata yang terucap darinya bahwa ia menyukai pertunjukan itu...
Or would you run and never look back?
Would you cry if you saw me crying?
And would you save my soul tonight?
Would you tremble if I touched your lips?
Or would you laugh? Oh, please tell me this
Now would you die for the one you love?
Oh hold me in your arms tonight
I can be your hero baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away
Ketika bagian reff lagu terdengar, hati Hind bergetar seolah kata-kata itu milik M yang ditujukan kepadanya. Dan benar saja, wajah M muncul tersenyum dengan pandangan mata yang begitu merindu dan mendamba untuk menggapai rasa cinta bersamanya.
Would you swear that you'll always be mine
Or would you lie? Would you run and hide?
Am I in too deep? Have I lost my mind?
I don't care, you're here tonight
I can be your hero baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away
Oh, I just hold you
I just hold you, oh yeah
Am I in too deep? Have I lost my mind?
Well, I don't care, you're here tonight
I can be your hero baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away
I can be your hero baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away
You can take my breath away
I can be your hero...
Tembakan air mancur yang dilakukan bersamaan dan wajah M yang begitu ekspresif mengakhiri pertunjukan malam itu.
"Kau lihat Hind, ini adalah isi seluruh perasaanku padamu, jadi tetaplah bersamaku,” Pancaran sinar mata M mengatakan hal seperti itu.
"Iya, aku tahu, dan aku mau,” Hind dapat menangkap tautan bahasa tak bersuara dari M yang tertaut masuk ke hatinya. Ia pun memeluk erat smartphone miliknya untuk menyesap rasa cinta yang dalam itu terbuai oleh angin malam itu. Malam ini dirinya akan dapat kembali tidur nyenyak dengan guratan senyuman di bibirnya.
Selamat Malam M, selamat beristirahat...
Senyuman Mohammed semakin merekah ketika ia membaca pesan yang masuk dari Hind. Sebaris kalimat yang selalu ia tunggu untuk menutup hari bersama sang gadis akhirnya ia dapatkan juga. Ia merasa kekuatan yang mengisi seluruh seluruh sel yang ada dirinya dan membuatnya kembali bersemangat untuk menatap hari-hari yang mungkin akan melelahkan namun indah karena ada kekasihnya bersamanya...
***